Selasa, April 21, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaTurba ke Kabupaten Bangli, Made Urip Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian

Turba ke Kabupaten Bangli, Made Urip Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian

Bangli, PancarPOS | Setelah menyambangi Kabupaten Gianyar, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali Turba atau turun ke bawah untuk bertatap muka dengan petani dan penyuluh di Kabupaten Bangli. Kehadiran Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian di Resto Apung, Desa Kedisan, Kintamani, Bangli, pada Kamis (16/3/2023). Secara khusus Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, membuka Bimtek sebagai wujud kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtam) Kabupaten Malang, Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian.

1bl#ik-004/31/1/2023

Salah satu peserta Bimtek, I Made Suryawan mewakili para petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang bersedia langsung hadir memberikan Bimtek. Kegiatan ini dirasakan sangat positif, karena sangat berguna untuk menambah wawasan terbaru tentang sektor pertanian secara aktual. “Bimtek ini sangat bermanfaat, apalagi kami telah lama tidak mendapat Bimtek,” ungkapnya. Di sisi lain, Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Made Alit Parwata sangat berharap melalui motivasi Made Urip selama ini bisa memberikan dampak untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Bangli.

Disebutkan selama ini, Made Urip tidak ada henti-hentinya memberikan perhatian dan bantuan, khususnya di sektor pertanian, termasuk peningkatan kapasitas petani, seperti Bimtek bagi petani dan penyuluh pertanian di Bangli. Apalagi hanya sekitar 65 persen petani yang aktif di Bangli, sehingga pengetahuan dan wawasan para petani dan penyuluh perlu terus ditingkatkan. “Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Pak Made Urip yang kali ini telah memberi ruang untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian di Bangli,” bebernya.

1bl#ik-003/31/1/2023

Sementara itu, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan Malang, Dr. Ir. Suhirmanto, M.Si., mewakili Direktur Polbangtan Malang kembali menegaskan kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan petani dan penyuluh pertanian yang saat ini menyasar di Kabupaten Bangli, agar bisa maju, mandiri dan modern. Melalui Bimtek yang terus digenjot oleh Made Urip ini, diharapkan bisa memberi stimulus untuk meningkatkan kapasitas bagi para petani dan penyuluh pertanian di Bangli, agar memiliki ketrampilan dan pengetahuan untuk menjaga kemandirian dan kedaulatan pangan. Salah satunya dengan membuat pupuk organik secara mandiri, sehingga mampu menjadi momentum dan mengubah mainset tentang kelangkaan pupuk kimia.

“Jika ada pupuk organik maka akan tetap bisa bertani. Karena Indonesia itu besar, dan jika tidak mampu menyediakan pangan maka akan tergantung dengan negara lain,” tegasnya. Di saat membuka kegiatan Bimtek, Made Urip menyampaikan kegiatan Bimtek merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk memberi pengetahuan teraktual dan menambah wawasan teknis kepada petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Sayangnya tidak semua Pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang mau menjalankan amanat Undang-Undang No.16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kelautan untuk membentuk kelembagaan penyuluh secara efektif dan menyeluruh.

1bl#ik-016/14/3/2023

Apalagi disadari PPL sebagai besar akan memasuki masa pensiun dan belum ada penggantinya. Padahal idealnya 1 desa harus ada 1 penyuluh untuk memberi informasi tentang sektor pertanian. Karena itulah, M-U juga akan terus berusaha mendorong agar ada regenerasi penyuluh ke depan, sehingga tidak terjadi krisis PPL. “Kadang-kadang juga ada penempatan penyuluh tidak sesuai dengan tugasnya, akibat konflik kepentingan, sehingga dikasi tugas di luar sebagai penyuluh,” sesal Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ke-7 nasional itu, seraya menyebutkan Bimtek akan memberikan wawasan dari berbagai narasumber dan praktisi, terutama tentang pupuk organik, agar petani tidak lagi terpengaruh terhadap kelangkaan pupuk.

Apalagi kebutuhan pupuk bersubsidi di daerah semakin tinggi, sehingga penggunaan pupuk organik harus terus ditingkatkan. Selain itu, sesuai kebijakan Gubernur Bali, Dr.Ir. Wayan Koster, MM., sudah mencanangkan Bali Organik, sehingga harus terus meningkatkan produksi dan penggunaan pupuk organik di Bali. Salah satu upaya dilakukan Made Urip dengan memberikan bantuan UPPO, termasuk bantuan bibit sapi betina produkti. “Inilah yang terus kita dorong, agar produksi pupuk organik semakin meningkat,” papar Made Urip. Di samping itu, Badan Pangan Dunia atau FAO sudah memberikan peringatan terhadap adanya ancaman krisis pangan.

1bl#ik-017/14/3/2023

Hal ini, juga menjadi tantangan para petani dan PPL, atau paling tidak bagaimana generasi muda agar tertarik meneruskan sektor pertanian, terutama untuk menjaga kelestarian subak abian dan subak basah di Bali? Perlu juga disadari agar bisa berdaulat di bidang pangan harus bisa menjaga lahan produktif tidak beralih fungsi, apalagi kebanyakan petani hanya sebagai petani gurem yang lahannya masih kurang dari 0,25 hektar. “Inilah tantangan utama yang harus kita hadapi, terutama para PPL, karena itu saya harap agar Bimtek diikuti dengan baik untuk menangani sektor pertanian ke depan,” pungkas M-U. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img