Inovasi Green Ekonomi Bank BPD Bali, Olah Sampah Plastik Tambah Saldo Rekening

Denpasar, PancarPOS | Untuk mendukung dan mewujudkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Bali No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) menerapkan inovasi baru Green Ekonomi dsngan mengolah sampah plastik menjadi saldo rekening. Upaya Bank BPD Bali juga untuk mendukung Bali menuju go green serta mendukung program SDGs, yaitu mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan perubahan iklim yang sejalan juga dengan Program Taksonomi Hijau OJK.

“Ini juga peran perbankan sangat diperlukan seperti halnya dalam mengurangi gas karbon dan turut mengurangi pemakaian benda berbahan plastik. Sehingga, Bank BPD Bali membuat program Green Ekonomi berbasis digitalisasi sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan, dengan cara mengedukasi anak sekolah yang melibatkan pihak sekolah, agar para siswa nantinya memiliki pengetahuan tentang cara menangani sampah plastik,” papar Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma SH, MH., di Denpasar, Senin (17/4/2022).

Direksi bank asal Desa Ungasan, Kuta Selatan ini, menjelaskan agar program Green Ekonomi Bank BPD Bali agar tepat sasaran, maka pihaknya mencari partner untuk bisa mengedukasi anak sekolah tentang pengolaan sampah plastik. Bahkan Bank BPD Bali pun memberikan rewards uang, kepada siswa sekolah dalam pengolahan sampah plastik, dimana reward tersebut akan diberikan melalui Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar) Bank BPD Bali. Dimana nanti sistem kerjannya, para siswa mengumpulkan sampah plastik dari rumahnya dibawa ke sekolah, dan Bank BPD Bali akan menyiapkan drop box sampah plastik di sekolah yang menjadi binaanya dengan dilengkapin no id siswa yang conect ke tabungan para siswa.

“Saat ini kita sedang rancang drop box pengolahan sampah plastik, dimana pengelolaan sampah diawali dari rumah kemudian sekolah, sesuai dengan program pemerintah yaitu pengelolaan sampah berbasis sumber. Saat ini kita baru memasuki tahap pembicaraan kepada salah satu pengelola sampah plastik, untuk bisa berkolaborasi. Sehingga program green ekonomi bisa terwujud, dimulai dari siswa usia dini hingga ke masing-masing sumber yaitu desa, yang juga dirancang menjadi TPS-3R. Dimana Bumdes menjadi Bank Sampah, yang akan memberikan rewads point kepada masyarakat,” ucap Sudharma.

Diakui saat ini, pengelohan sampah plastik sudah berjalan baik, hanya saja masih bersifat manual. Seperti pengolahan sampah tersebut berada di Kerambitan, Tabanan dikelola oleh Bumdes yang berkerja sama dengan Cabang Bank BPD Bali Tabanan. Namun pihaknya masih berharap agar pengolaan tersebut lebih modern lagi. Artinya, edukasi digitaliasi harus diterapkan agar hasilnya menjadi optimal. Pentingnya pengelolaan sampah plastik, karena sampah plastik bisa dimanfaatkan menjadi barang yang sangat berguna, serta mempunyai daya jual yang sangat tinggi.

“Saya berharap di ulang tahun Bank BPD Bali yang ke-60 program Green Ekonomi bisa disinergikan, dan program ini bisa menjadi program yang tidak sosial lagi, karena ada benefit yang saling menguntungkan kesemua pihak yang terlibat,” harap Sudharma. Inovasi pengolahan sampah plastik dengan drop box ini, Sudharma optimis bisa mengurangi gas karbon, sehingga tercipta pelestarian lingkungan, dan perputaran ekonomi dari sampah plastik, sehingga otomatis dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga dari pengelolaan sampah plastik. “Dengan adanya profit dari dari pengolaan sampah, Bali yang menjadi tuan rumah G-20 kita bisa menonjolkan budaya kearifan lokal, yaitu Tri Hita Karana berbasis digitalisasi. Dan kita targetkan pada Juni nanti program tersebut sudah berjalan,” pungkasnya. saputra/ama









