Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas internasional setelah keberhasilan penanganan pasien WNA asal Norwegia yang menderita penyakit autoimun selama 18 tahun.
Pasien bernama Dagny Magdalene Jaeger Markussen tersebut kini menunjukkan pemulihan signifikan setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu. Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa Bali tidak hanya unggul sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat layanan kesehatan yang kompetitif.
Dalam pertemuan di Jayasabha, Gubernur Bali Wayan Koster menilai capaian ini sebagai bagian dari penguatan citra Bali di mata dunia, khususnya dalam sektor wisata kesehatan (medical tourism) yang kini semakin berkembang.
Kasus ini bermula dari perjalanan panjang pasien yang sejak usia 15 tahun mengalami gangguan kesehatan serius, mulai dari kerontokan rambut hingga penyakit dalam yang tidak berhasil ditangani secara optimal di negaranya. Kondisi tersebut mendorongnya datang ke Bali pada Oktober 2025 untuk mencari pengobatan sekaligus pemulihan mental.
Hasilnya, setelah melalui proses diagnosis mendalam oleh tim medis, penyakit autoimun yang dideritanya berhasil diidentifikasi dan ditangani secara tepat. Kini, pasien telah mampu kembali menjalani aktivitas dasar secara mandiri.
“Selama saya berobat di Bali, saya diperlakukan secara adil. Sekarang kondisi saya membaik, saya sudah bisa makan, mandi, dan membawa sepeda motor sendiri,” ungkap Dagny.
Dokter yang menangani pasien, dr. Gede Kambayana, Sp.PD-KR menjelaskan bahwa proses diagnosis tidak mudah karena gejala yang muncul tidak spesifik. Namun melalui investigasi komprehensif yang dilakukan sejak November 2025, tim medis akhirnya menemukan akar penyakit.
“Kami melakukan pemeriksaan secara mendalam hingga diagnosis autoimun dapat ditegakkan. Penanganan dilakukan bertahap dan hasilnya pasien menunjukkan pemulihan yang sangat baik,” jelasnya.
Pemprov Bali memandang keberhasilan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kepercayaan internasional terhadap layanan publik di Bali, sekaligus memperluas positioning daerah sebagai destinasi unggulan tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga kesehatan. mas/ama/*


