Ekonomi dan Bisnis

Selamatkan Produksi Lokal, JNE Kerjasama Perusda Beli 3,1 Ton Beras Lokal Bali


Denpasar, PancarPOS | Terobosan baru dilakukan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Bali untuk menyelamatkan produksi beras lokal Bali, agar tidak lagi dimainkan oleh para tengkulak nakal. Karena itu, Perusda Bali sebagai distributor yang menyerap produksi beras dari penyosohan yang ada di Bali yang kemudian dijual kembali ke perusahaan dan korporasi. Salah satunya JNE Cabang Utama Bali yang sudah berjalan sekitar Maret 2021. “Kita sudah dua kali didistribusikan beras lokal untuk perusahaan korporasi di Bali, salah satunya JNE. Karena itu kita sangat mengapresiasi JNE Bali,” ungkap Kepala Unit Industri dan Perdagangan Perusda Bali, David Setiawan saat ditemui di Perusda Bali, Rabu (28/4/2021).

Insert foto: Kepala Unit Industri dan Perdagangan Perusda Bali, David Setiawan saat menunjukan salah satu brand beras lokal Bali.

Dijelaskan sekitar 600 karyawan JNE Cabang Utana Bali memesan khusus beras lokal Bali sebanyak 3,138 ton per bulan. “JNE sekarang membeli beras lokal dari Perusda Bali. Kalau dulunya kan memakai beras lokal kita yang dikelola dari pihak luar Bali. Kan selama ini sekitar 65 persen gabah kering panen kita diserap oleh penyosohan dari luar Bali dan balik ke Bali dalam bentuk beras. Kan aneh hampir semua warung masuk beras Bali yang gabahnya dibeli dari petani lokal Bali. Tapi sekarang JNE sengaja kerjasama untuk mengambil beras lokal langsung dari penyosohan di Bali lewat Perusda,” jelas David seraya kembali mengapresiasi JNE dan berharap depan bisa diperluas lagi dengan korporasi atau perusahaan lain di Bali.

1th#ik-16/4/2021

“Perusda Bali sebagai distributor beras lokal mengajak agar koorporasi lain di Bali memakai beras lokal Bali,” tandasnya, sekaligus menawarkan beberapa brand beras lokal untuk membantu petani atau pengusaha beras di Bali yang sudah kerjasamakan dengan JNE. “Perusahaan lain di Bali akan kita tawarkan untuk membeli beras lokal Bali lewat Perusda Bali. Jadi akan ada nama beras lokalnya dan nama desanya juga, seperti Beras Desa Riang Tabanan Bali Kui 2.0 sebagai Produksi Semeton Bali, Bela Beli Buatan Bali,” tegas David. Selain itu, pihaknya juga menjamin harga pasarnya untuk mengurangi persentase beras dari luar Bali. “Harganya bersaing, kualitas dan kontinunitas juga dijamin oleh Perusda Bali. Harapannya nanti tidak ada beras lokal ke luar Bali, namun dengan harga yang tidak merugikan petani atau pengusaha beras di Bali,” ujarnya.

1bl#ik-5/3/2021

Secara terpisah, Kepala JNE Cabang Utama Bali, Ni Nyoman Alit Septiniwati mengakui bekerjasama pengadaan beras untuk seluruh karyawan, karena melihat produksi beras lokal di Bali sangat produktif. Namun selama ini sangat disayangkan ketika panen malah dikelola oleh penyosohan beras di luar Bali. “Ketika panen sawah kita itu hasilnya dikelola oleh sodara kita dari luar Bali, namun ketika dari gabah menjadi beras malah kita yang membeli, gtu lho. Kenapa gak kita saja yang kelola sebagai orang Bali dan hasilnya juga dimanfaatkan untuk kearifan lokal Bali dan warga Bali,” bebernya. Karena itu, pihaknya bersama Tim HRD JNE Cabang Utama Bali bergerak untuk bekerjasama dengan Perusda Bali sebagai distributor beras lokal Bali. “Kalau nak Bali bilang ngudiang meli joh-joh? (kenapa kita beli jauh-jauh?, red), padahal itu sebenarnya kita yang punya,” sentilnya.

1th-ksm#5/2/2021

Dijelaskan tujuan untuk memanfaatkan kearifan lokal, karena JNE berbisnis di Bali, sehingga wajib bisa ikut berkontribusi untuk masyarakat di Bali. Jadi JNE sangat ingin berkontribusi melalui Perusda Bali untuk ikut serta memajukan masyarakat Bali, meskipun jumlahnya tidak banyak, karena kebutuhannya kurang lebih sekitar 3,5 ton per bulan yang dibagikan untuk setiap karyawan JNE Cabang Utama Bali. Apalagi kerjasama dengan Perusda Bali selama ini sangat baik, karena setiap order beras sangat cepat ditanggapi dan distribusinya juga lancar. “Kita ordernya di bawah tanggal 11, karena setelah tanggal itu beras harus didistribusikan untuk seluruh karyawan. Selama ini tidak pernah terjadi keterlambatan dari pihak Perusda melakukan follow up dan pengiriman ke JNE,” paparnya.

1bl#bn-14/11/2020

Karena itu, JNE yang sudah memulai lebih dulu kerjasama dengan Perusda Bali sangat berharap perusahaan dan korporasi lain, juga bergerak hatinya untuk ikut langsung membeli beras Lokal melalui Perusda Bali, sehingga bisa ikut berkontribusi membantu memajukan masyarakat lokal. “Kita menggunakan produk-produk lokal Bali, sehingga bisa juga membatu para petani kita. Membantu juga dalam hal dari sisi harga, sehingga tidak dijual ke tengkulak dari luar Bali dan kemudian kita yang membelinya lagi. Artinya petani kita dari sisi perekonomiannya akan bisa lebih terbantu ke depannya,” tutupnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close