Internasional

Patung Dewi Kwan Im Setinggi 22 meter Sambut Imlek di Vihara Satya Dharma Benoa



Denpasar, PancarPOS | Ribuan umat dari berbagai daerah di Indonesia termasuk wisatawan mancanegara melaksanakan persembahyangan tahun baru Imlek 2571 di Tempat Ibadat Tridharma (Vihara) Satya Dharma Benoa, Bali, Sabtu (25/1/2020). Ketua Pelaksana Harian Vihara Satya Dharma, Darvin Jimmytat mengatakan kunjungan umat tahun ini lebih ramai karena sudah menjadi salah satu tempat untuk pariwisata spiritual terlebih sudah berdiri megah patung Dewi Kwan Im setinggi 22 meter. Darvin Jimmytat menuturkan persembahyangan di Vihara Satya Dharma sudah mulai ramai pukul 23:00 WITA sebelum malam pergantian tahun baru China. Dimana para umat melaksanakan persembahyangan menyampaikan terimakasih kepada para dewa, utamanya Dewa Naca. Selanjutnya dilaksanakan persembahyangan pembukaan tahun baru China untuk menyambut tahun bersio tikus logam.

1bn-ik#24/1/2020

“Sesuai penanggalan China puncak pergantian tahun mulai jam 11 malam. Sembahyang pembukaan hari pertama tahun tikus logam. Sehingga yang sembahyang dibawah jam itu masih bersembahyang di tahun babi untuk menyanpaikan rasa syukur atas kesehatan dan rejeki yang telah didapatkan umat,” jelas Darvin. Tahun ini dijelaskanya kunjungan umat lebih banyak dalam melaksanakan persembahyangan Imlek. Tidak saja datang dari berbagai penjuru Bali namun dari luar Bali bahkan wisatawan mancanegara. Tentunya peningkatan ini tidak terlepas dari keberadaan Patung Dewi Kwan Im setinggi 22 meter di selatan Vihara. Patung seberat 250 ton tersebut belum termasuk pondasi berupa bunga teratai dan jembatan berbahan dari batu alam (jenis granit) yang di impor langsung dari China.

Baca |

https://pancarpos.com/24/01/2020/imlek-di-kongco-tanah-kilap-termahal-di-indonesia/

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ucapan terimakasih kepada pecalang dalam tugasnya sebagai Jaga Baya dari Banjar Pesangggaran serta pihak kepolisian utamanya Polsek Benoa yang telah berpartisipasi dalam menciptakan kondisi aman di Vihara Satya Dharma sejak dibangun hingga saat ini. “Kami dari pihak viara menyampaikan berterimakasih kepada pecalang, Jaga Baya Banjar Pesanggaran. Selalu antisipasi setiap penyelenggaraan kegiatan di sini. Meraka selalau stanbay 24 jam termasuk dari pihak kepolisian,” ucapnya. Perwakilan Jaga Baya Banjar Pesanggaran, Mangku Jinggo juga menyampaikan hal sama. Keberadaan vihara diungkapkan telah menjadi bagian dari wilayahnya yang kini sudah berkembang menjadi destinasi wisata spiritual. Diuangkapkan pula sejak awal pembangunan telah terjalin kerjasama yang baik dengan nuansa dari umat untuk umat. “Kita dari masyarakat Banjar Pesanggaran sangat mendukung sekali kegiatan ini karena positif. Hubungan baik sudah terjaga dan berjalan baik. Kita kawal total sejak dari pembangunan, astungkara tidak ada masalah,” jelasnya.

6bl-bn#17/1/2020

Wisatawan asal Australia bernama Peta yang datang bersama beberapa kawannya dari berbagai belahan benua menyampaikan, mereka pertama kali datang ke Bali. Selain berlibur mereka juga mengagendakan kegiatan bersembahyang kendati beberapa dari mereka ateis dan juga ada beragama kristan dan Buddhist. “We are glad to pray here. It’s nice to be able to mingle with the people here,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut juga hadir umat Hindu dari Jimbaran, Gung Mas bersama rekan-rekannya. Ia mengaku baru pertama datang ke Vihara Satya Dharma kendati beberapa dari mereka mengaku sudah beberapa kali datang. Menariknya saat memasuki vihara mereka disambut langsung Darvin Jimmytat dan menanyakan tujuan mereka datang. Setelah mendengarkan bahwa rombongan itu dari Pura Ibu Surya Majapahit, Puri Gading, Jimbaran ia lalu menjelaskan tata cara persembahyangan bisa dilakukan sesuai keyakinan masing-masing.

Baca |

https://pancarpos.com/23/01/2020/wabup-dr-sanjaya-maknai-imlek-dengan-indah-nyatanya-keberagaman/

“Kami tidak tau sembahyang disini boleh memakai canang, kebetulan kami bawa pejati di mobil. Karena mendapat penjelasan dari pihak vihara akhirnya kami ambil dan kami akan pakai sembahyang di sini,” ujar Gung Mas. Juga diungkapkan Darvin bahwa Ketua Yayasan Tempat Ibadat Tridharma Satya Dharma, Kasdi Taman atau Ang Co Hok dalam setiap kali rapat dengan tegas mengingatkan kepada seluruh pengurusan harus memberi pelayanan terbaik kepada seluruh umat yang datang sembayang. eja/ama/jmg

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close