Sempat Diusir, Kini Pensiunan Polisi ini Sukses Produksi Madu Trigona Berkat Bank Mandiri Taspen

Klungkung, PancarPOS | Di balik senyum teduh dan balutan tubuh yang tampak sederhana, I Wayan Bagiarta menyimpan kisah luar biasa tentang perjuangan, harapan, dan ketulusan hati. Lelaki paruh baya asal Desa Kamasan, Klungkung, ini pernah jatuh di titik terendah setelah masa pensiunnya dari Kepolisian pada tahun 2021. Namun, siapa sangka, dari kebun kecil di halaman rumahnya, ia justru menemukan jalan baru dengan beternak madu Trigona yang kini dikenal dengan nama D.Best Madu Bali “Madu Kele & Multiflora”.
Saat ditemui di tempat usahanya bersama Kepala Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Cabang Klungkung, Made Harta Setiadi, pada Rabu (23/10/2025), Pak Wayan, begitu ia disapa tampak begitu bersemangat memperlihatkan kotak-kotak kayu tempat lebah Trigona menghasilkan madu. “Saya mulai beternak madu sejak tahun 2018. Awalnya cuma coba-coba, tapi waktu pandemi Covid-19 datang, permintaan madu meningkat tajam. Banyak orang cari madu untuk jaga daya tahan tubuh. Saat itu saya kewalahan karena modal terbatas,” ujarnya dengan nada penuh kenangan.
Sebagai purnawirawan Polri, Pak Wayan terbiasa dengan disiplin dan kerja keras. Namun, dunia usaha ternyata jauh berbeda. Ia mengaku sempat bingung ketika usahanya nyaris tak bisa bertahan karena keterbatasan dana. Hingga suatu hari, datanglah bantuan dari Bank Mandiri Taspen. “Saya diajak kerja sama, dibantu tambahan modal. Dari situlah titik balik saya dimulai,” katanya dengan mata berkaca.
Bantuan awal senilai Rp150 juta, yang kemudian ditambah Rp50 juta, digunakan untuk menambah koloni lebah, memperbaiki sarana produksi, hingga menata area edukasi. “Kalau dulu hanya bisa panen 2 sampai 3 liter madu dalam empat bulan, sekarang bisa 5 sampai 6 liter. Itu pun tergantung cuaca,” tutur Pak Wayan sambil tersenyum bangga.
Namun, perjalanan tidak selalu semanis madu. Ia sempat mengalami pukulan berat ketika kerja samanya dengan pemilik lahan terdahulu diputus sepihak. “Saya sudah keluar modal Rp75 juta untuk tata tempat wisata dan tempat packing. Tiba-tiba anak pemilik lahan tak setuju, dan kami diminta keluar. Saat itu rasanya dunia runtuh,” kisahnya pelan dengan matanya menerawang jauh.

Dalam kondisi terpuruk, Bank Mandiri Taspen kembali hadir membawa secercah harapan. “Ada karyawan Bank Mantap datang, memberi semangat dan menawarkan bantuan agar usaha tetap jalan. Saat itu saya benar-benar tersentuh. Rasanya seperti ada keluarga yang datang menolong di saat paling sulit,” ujarnya lirih.
Kini, usaha madu Trigona milik Pak Wayan tumbuh menjadi kebanggaan warga setempat. Tak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi destinasi edukasi. Banyak murid sekolah dan wisatawan datang berkunjung untuk belajar tentang lebah tanpa sengat dan proses pembuatan madu alami. Bahkan, Dinas Peternakan dan Perdagangan dari provinsi hingga kementerian pusat pernah berkunjung ke tempatnya. “Tempatnya memang kecil, tapi penuh semangat. Saya ingin usaha ini tetap bisa berjalan, bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ucap Pak Wayan.
Sebagai bentuk dukungan, Bank Mandiri Taspen juga kerap mengajak Pak Wayan mengikuti pameran, baik di Denpasar maupun hingga ke Jakarta. “Itu bagian dari pendampingan. Saya sangat bersyukur karena Bank Mandiri Taspen tidak hanya memberikan modal, tapi juga membuka peluang agar kami, para pensiunan, bisa naik kelas,” ujarnya penuh syukur.

Bagi Pak Wayan, Bank Mandiri Taspen bukan sekadar lembaga keuangan, tapi sahabat sejati yang menumbuhkan harapan. “Saya tetap setia di Bank Mandiri Taspen, karena pelayanannya cepat, ramah, dan penuh perhatian. Bank Mantap itu beda, mereka benar-benar peduli,” tegasnya.
Kini, di tengah wangi madu yang menenangkan dan kicau burung di kebun kecilnya, Pak Wayan menatap masa depan dengan senyum penuh keyakinan. Dari seorang pensiunan yang sempat terjatuh, ia kini berdiri tegak sebagai inspirasi bagi banyak orang. Dari tangannya yang penuh kerja keras, mengalir pelajaran berharga, bahwa madu kehidupan tak datang begitu saja, tapi dihasilkan dari ketekunan, kesabaran, dan cinta terhadap apa yang dilakukan. ama/ksm/kel














