Politik dan Sosial Budaya

TPST Denpasar Terancam Molor, KPPI Bali Ajak Warga Aktif Memilah Sampah Rumah Tangga


Badung, PancarPOS | Persoalan sampah sampai kini tetap menjadi masalah klasik yang belum mampu ditangani secara komprehensif. Apalagi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), khususnya di Tahura Suwung, Denpasar terancam molor menjelang rencana penutupan kawasan TPA Suwung. Namun sudut pandang berbeda disampaikan oleh Ketua DPD KPPI Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos.

1th#ik-14/8/2022

Di sela-sela menghadiri pertemuan V20 di Green School, Badung, pada Jumat (21/10/2022), Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan itu, menjelaskan masalah pengelolaan sampah selama ini, karena terjadinya penumpukan sampah akibat tidak ada pemilahan sampah di rumah tangga. Karena itulah, terjadilah penumpukan sampah di TPS yang imbasnya ketika hujan deras datang sampah tersebut pasti hanyut dan tersangkut di gorong-gorong. “Inilah yang menyebabkan terjadinya banjir,” katanya.

Pihaknya sangat berharap, agar pemerintah menyediakan tempat pemilahan sampah di TPS, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan sampah. “Saya ingin pemilihan sampah dari rumah tangga, hingga TPS ada di kota Denpasar untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di TPS,” pungkasnya, saat didampingi Bendahara DPD KPPI Bali, Putu Prida Dewi, ST., dan Wakil Ketua Bidang UMKM DPD KPPI Bali, Ni Luh Tirta.

1th#ik-6/10/2022

Ditambahkan, Bendahara KPPI Bali, Putu Prida Dewi berharap agar warga Denpasar terus ikut aktif memilah sampah untuk menghadapi cuaca ekstrim dan mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir. Hal ini dilakukan agar menghindari terjadi penumpukan sampah, sehingga ketika hujan sampah tidak hanyut terbawa oleh air hujan. Ia menjelaskan sejatinya ketika berbicara sampah merupakan tanggung jawab semua lapisan masyarakat.

Maka dari itu, perancang busana yang akrab disapa Prida ini, mengakui untuk memulai memilah sampah harus diawali di rumah tangga sendiri. Artinya, ketika rumah tangga ada sampah plastik bisa langsung di bawa ke bank sampah. Sedangkan sampah organik bisa dijadikan pupuk komposter, sehingga sampah yang terbuang ke TPA menjadi makin sedikit dan tidak ada istilah sampah yang tertimbun.

1bl#ik-21/7/2021

“Kalau memang masyarakat bisa memilah sampah dengan baik, saya yakin permasalahan sampah ke depan bisa teratasi dengan pola pemilahan sampah berbasis sumber,” ujar Prita Dewi yang meyakini, ketika masyarakat Denpasar sudah peduli dengan memilah sampah, maka ketika hujan deras sampah tidak lagi hanyut ke gorong-gorong saluran air.

Disadari jika masyarakat sudah disiplin memilah sampah, maka otomatis Kota Denpasar tidak ada lagi istilah kebanjiran. “Adanya banjir kan karena got tersumbat oleh sampah. Saya yakin kalau kita bisa memilah sampah, banjir pasti tidak ada lagi di Denpasar,” tegasnya. tra/ama/ksm



MinungNews.ID

Saluran Google News PancarPOS.com

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



Back to top button