Jembrana, PancarPOS | Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry, resmi dikirim dua surat somasi dari pelaku usaha bibit durian asal Jembrana, I Gusti Kade Wiasa, pemilik UD Bakti Pertiwi. Somasi tersebut beredar dan diterima redaksi PancarPOS yang menuntut pelunasan utang senilai Rp244.750.000 yang hingga kini belum dibayar, meski bibit durian sudah diserahkan hampir sepenuhnya sejak tahun lalu.
Dalam somasi pertama yang dikirim pada 26 Februari 2025, Gusti Kade Wiasa menjelaskan bahwa pada 5 Mei 2024, pihaknya menerima pesanan 10.000 bibit durian Kane setinggi 60–70 cm dari Jro Putu Tesan, yang saat itu bertindak atas nama Ketua BP3GB Partai Golkar Bali. Bibit tersebut dipesan untuk kegiatan Program Dikkpol DPD Golkar Bali.

Sebanyak 9.850 pohon bibit telah dikirim dan diterima oleh pihak Golkar Bali, sesuai tanda terima yang terlampir dalam surat somasi. UD Bakti Pertiwi kemudian menerbitkan invoice senilai total Rp344.750.000. Namun, dari jumlah tersebut, DPD Partai Golkar Bali baru membayar Rp100.000.000 melalui transfer pada 25 Oktober 2024.
Artinya, masih ada tunggakan sebesar Rp244.750.000 yang hingga kini belum dilunasi. Upaya penagihan yang dilakukan oleh pihak UD Bakti Pertiwi disebutkan tidak mendapat respon baik dari Ketua DPD Partai Golkar Bali. Dalam suratnya, Gusti Kade Wiasa menuding Sugawa Korry tidak menunjukkan itikad baik, bahkan terkesan melempar tanggung jawab.
“Berbagai alasan disampaikan. Namun, tidak ada niat konkret untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut. Ini sangat mengecewakan dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi partai,” tulis Wiasa dalam somasi pertamanya.

Karena tidak ada respon maupun penyelesaian, pada 8 April 2025, Gusti Kade Wiasa melayangkan somasi kedua. Dalam surat itu, ia memberikan ultimatum terakhir agar pelunasan dilakukan selambat-lambatnya pada 30 April 2025. Jika tidak, ia menegaskan akan menempuh jalur hukum.
“Saya serius memperjuangkan hak saya sebagai masyarakat, petani, dan wirausaha kecil. Jika tidak ada pelunasan hingga 30 April, saya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegasnya dalam surat tersebut. Surat somasi ini juga ditembuskan ke Ketua Umum DPP Partai Golkar di Jakarta, sebagai bentuk protes atas sikap pasif jajaran pengurus di Bali.
Di sisi lain, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry, akhirnya buka suara terkait somasi yang dilayangkan oleh I Gusti Kade Wiasa, pemilik UD Bakti Pertiwi, atas dugaan tunggakan pembayaran bibit durian Kane senilai Rp244 juta. Sugawa menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan bentuk wanprestasi, melainkan masalah teknis akibat padatnya agenda Pemilu 2024 dan Pilkada yang sedang berlangsung.

Dalam keterangan resminya, pada Minggu, 30 April 2025, Sugawa menyampaikan bahwa program pengadaan bibit durian tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengurus Golkar di tingkat provinsi, kabupaten, serta para calon legislatif. Tujuannya adalah untuk membantu para petani di Jembrana.
“Pengadaan bibit ini dilaksanakan oleh Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Petani Golkar Bali yang diketuai oleh Jro Putu Tesan. Beliau yang menugaskan I Gusti Kade Wiasa untuk menyuplai bibit,” jelas Sugawa.
Dari total pesanan, DPD Provinsi disebut telah menyalurkan dana awal sebesar Rp100 juta. Bibit yang telah diterima selanjutnya dibagikan kepada para caleg yang membutuhkan dan telah didistribusikan ke para petani. “Daftar penerima bibit oleh para caleg ada pada kami,” ujarnya.
Menanggapi tuntutan pelunasan, Sugawa menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi aktif dengan Wiasa. Bahkan telah dijadwalkan pertemuan resmi pada 25 April 2025 antara DPD Golkar Provinsi Bali, DPD Golkar Jembrana, para caleg terpilih, dan I Gusti Kade Wiasa untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara musyawarah.

“Pihak I Gusti Wiasa telah menyatakan kesediaan hadir dan menyampaikan terima kasih atas prakarsa penyelesaian ini. Kami harapkan, pertemuan tersebut bisa menyelesaikan semua masalah secara baik dan kekeluargaan,” tambah Sugawa.
Ia juga meminta semua pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif demi nama baik partai dan solidaritas dalam mendukung petani. “Kami sangat menghargai kontribusi semua pihak dan berharap polemik ini bisa dituntaskan dengan semangat kebersamaan,” tutup calon Bupati Buleleng pada Pilkada 2024 lalu tersebut. ama/ksm






