Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPariwisata dan HiburanISSITA Gandeng Pasifik Group Boyong K-POP Korea ke Bali

ISSITA Gandeng Pasifik Group Boyong K-POP Korea ke Bali

Denpasar, PancarPOS | ISSITA (Asosiasi Wisata Olahraga dan Minat Khusus) Bali menggandeng Pasifik Group yang beralamat di Jalan. Bypass Ngurah Rai No.165, Sanur, Denpasar Selatan, pada pada Jumat (18/10/2024) untuk membangkitkan gairah pariwisata olah raga atau sport tourism di Bali. Kerja sama ini dilakukan dengan menggelar event berskala internasional, salah satunya dengan memboyong artis K-POP Korea ke Bali, sehingga bisa memajukan akomodasi pariwisata di Bali. Kerja sama tersebut menunjukan bahwa Bali memiliki kualitas pariwisata berkelas yang efeknya bisa memberikan perputaran ekonomi di Bali.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD ISSITA (Asosiasi Wisata Olahraga dan Minat Khusus) Bali Rusli Wisanto, berharap melalui event K-POP bisa menyedot para penggemar dari seluruh kalangan baik muda maupun tua berbondong-bondong akan mendatangi Pulau Bali. Oleh karena itu, ketika para fans K-POP datang ke Bali akan membutuhkan akomodasi berupa penginapan, travel, dan restoran. “Kita (ISSITA Bali, red) akan bersinergi dengan pasifik group dalam hal sport tourism, tetapi untuk yang lebih sangat menarik, kita akan menggelar konser internasional dengan artist K-POP di Bali,” paparnya, saat didampingi Jro Gede Subudi, selaku Direktur PT Spowars Korea Indonesia.

ISSITA (Asosiasi Wisata Olahraga dan Minat Khusus) Bali menjalin kerja sama dengan Pasifik Group yang beralamat di Jalan. Bypass Ngurah Rai No.165, Sanur, Denpasar Selatan, pada pada Jumat (18/10/2024). (foto: ist)

Ditambahkan Rusli, sebagai awal kerja sama dengan memilih K-POP, karena asalnya Pasifik Group dari Korea, sehingga mempunyai peluang yang sangat luar biasa ketika disuguhkan di Bali. “Sebenarnya dengan kita mendatangkan K-POP yang kita incar wisatawan Internasional dan Indonesianya bukan wisatawan Balinya, dan sudah tentu ada income yang masuk untuk Pemerintah Bali,” ungkapnya. Lebih lanjut Rusli menjelaskan, dengan sudah adanya event ini sudah barang tentu akan ada tourism yang datang, dan dengan adanya event internasional tamu yang hadir dipastikan rata-rata tamu yang berkualitas atau quality tourism. “Kita pastikan sesegera mungkin untuk datangkan artis K-POP ke Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Chairman Pasifik Group, Danil Koo mengakui ingin menjalin kerja sama dengan ISSITA Bali dan memilih Bali untuk menggelar event internasional, karena Bali sendiri merupakan daerah wisata yang penuh budaya, dan keramahan penduduk aslinya yang tidak perlu diragukan lagi yang tidak ada di daerah lain. Hal inilah yang akan dijadikan momen kepada para pengunjung K-POP di Bali. Selain itu, nantinya bisa menikmati konser para artis K-POP yang sudah dipastikan akan menikmati suasana alam pulau Bali, mencoba kulinernya serta banyak hal lain yang bisa dilakukan. “Kemungkinan diawal kita akan menggelar di GWK dan pastinya kita juga akan melibatkan artis nasional serta lokal juga,” ungkapnya.

1bl#ik-042.19/9/2024

Hal yang sama, juga dikatakan I Komang Gede Subudi alias Jro Gede Subudi yang juga CEO Pasifik Group Bali, NTB dan NTT mengakui melalui MoU dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan ISSITA Bali, pihaknnya akan terus bersinergi untuk menggelar event-event internasional secara bersama-sama. “Dalam waktu dekat pada awal tahun 2025 kita pasti sudah ada event internasional, berupa turnament golf” ucap Subudi yang juga menjadi Ketua Umum Badan Independent Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) Bali, seraya menegaskan ISSITA merupakan wadah yang isinya merupakan orang-orang professional, dan pastinya Ketika jalinan kerja sama sudah berjalan, maka akan ada pendapatan untuk pemerintah setempat.

“Dan perlu diketahui Pasifik Group sendiri sudah menghibahkan satu mesin pengelolaan sampah di Kabupaten Jembrana senilai Rp6 miliar. Saya sebagai orang Bali harus bisa menjadikan Bali mempunyai pariwisata berkelas internasional seperti halnya memberikan mesn pengolahan sampah di Jembrana,” pungkas penekun spiritual tingkat tinggi tersebut. tra/ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img