Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus Pelatihan Ikan Lele dengan Sistem Bioflok di Kabupaten Tabanan yang berlangsung selama dua hari di Wantilan Desa Adat Bedha, Desa Sudimara, Tabanan, pada Kamis – Jumat (16-17/11/2023). Agenda Bimtek kali ini bekerja sama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kunjungan kerja Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga dihadiri Caleg DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari. Salah satu peserta pelatihan yang juga Ketua Kelompok Ikan Mina Lele Mandiri, Desa Buahan, I Gede Arya Darmika mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan bantuan Bioflok, sekaligus kegiatan pelatihan. Ia berharap melalui bantuan ini bisa memajukan potensi perikanan budidaya ikan lele di Tabanan. “Karena itu kami sangat berterima kasih kepada bapak Made Urip yang terus membantu,” katanya.
[democracy id=”3″]
Di sisi lain, Kepala Dinas Perikanan Tabanan, Drs. I Gusti Ngurah Agung Suryana mengaku sangat bersyukur dan memberi apresiasi kepada Made Urip yang terus menurunkan bantuan dan menggelar berbagai kegiatan Bimtek, sehingga sektor pertanian dalam arti luas termasuk perikanan selalu terus diperjuangkan ke depan. Seperti kegiatan pelatihan maupun Bimtek ini, juga sangat penting terus digencarkan. Apalagi juga diberikan bantuan Bioflok yang dirasakan sangat efektif bagi kelompok budidaya Ikan Lele. Bimtek ini juga sangat penting menambah wawasan untuk memajukan potensi sektor perikanan di Tabanan, baik di darat termasuk ikan air laut. Di samping itu, juga didukung oleh makin banyaknya bantuan yang mengalir di Tabanan yang terus diperjuangkan oleh Made Urip. “Jadi saya sangat apresiasi bantuan maupun Bimtek yang dilaksanakan selama ini. Mudah-mudahan bantuan dan kegiatan Bimtek ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memajukan sektor perikanan, khususnya di Tabanan,” paparnya.

Pihaknya, juga berharap pengembangan budidaya Ikan Lele dengan sistem Bioflok ini bisa meningkatkan komsumsi ikan, sekaligus mencegah angka stunting dengan gerakan makan ikan di Tabanan. Disadari harga ikan juga tidak mahal dan gizinya sangat tinggi untuk membantu menuntaskan stunting untuk Generasi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus perwakilan BPPP Banyuwangi, Sihabburamli menyampaikan tujuan ajang Bimtek dan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi termasuk pendapatan masyarakat dari usaha pembesaran Ikan Lele dengan sistem Bioflok. Pelatihan diikuti oleh 300 peserta dari kelompok budidaya perikanan dari seluruh Bali. Kegiatan ini, juga berkat dukungan penuh Made Urip sebagai bukti kepedulian kepada masyarakat, agar bisa hidup sejahtera ke depan dengan terus berjuang selama 5 periode di Komisi IV DPR RI. “Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Made Urip karena berkat beliau pelatihan ini bisa berlangsung dan berjalan dengan baik. Hal ini untuk membantu masyarakat untuk semakin sejahtera ke depan,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Made Urip kembali menegaskan kegiatan Bimtek ini, merupakan hasil kerja sama dengan KKP untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan teknis di lapangan, khususnya kepada para pembudidaya Ikan Lele di seluruh Bali, terutama budiya ikan di darat. Dikatakan selama 5 periode sejak tahun 1999 selalu duduk di Komisi IV DPR RI, agar bisa terus mengawal program dan kebijakan di sektor pertanian, termasuk di kelautan dan perikanan. Seperti memberikan anggaran untuk kegiatan Bimtek, maupun pelatihan dari APBN, agar bisa terus mendukung dan menggenjot potensi budidaya ikan yang masih sangat luar biasa. Apalagi di Tabanan sumber airnya masih terus mengalir sebagai kekuatan untuk pengembangan budidaya ikan, seperti Ikan Lele. “Kita di Tabanan setiap Minggu ada lomba mancing. Berapa kebutuhan Ikan Lele ini untuk lomba mancing sebagai penggalian dana? Ini potensi yang luar biasa di sektor perikanan, karena kebutuhan Ikan Lele cukup tinggi,” katanya, seraya telah menyiapkan bantuan untuk pembentukan 5 kelompok ikan dengan sistem Bioflok di Tabanan.

Disebutkan selama dampak pandemi Covid-19 telah menjadi pelajaran berharga, karena tidak bisa hanya mengandalkan sektor pariwisata yang rentan dengan keamanan, bencana dan isu penyakit, sehingga perekonomian Bali sempat terjun bebas. Karena itulah, juga butuh sektor lainnya, seperti pertanian termasuk perikanan untuk memperkuat ekonomi di pedesaan. Untuk itulah seluruh peserta pelatihan harus mengikuti dengan baik kegiatan Bimtek dari awal hingga berakhir. Apalagi seluruh kegiatan ini dibiayai khusus dari APBN, karena anggaran dari daerah tidak akan cukup untuk memberikan pelatihan atau kegiatan seperti ini. “Karena itu tolong ikuti dengan baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita ke depan,” pungkas M-U. ama/ksm






