Ekonomi dan Bisnis

Dibalik Wabah Pandemi Corona, Kristyaningsih Miyagi: Ini Suka Duka Bisnis Property


Denpasar, PancarPOS | Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus Corona telah memukul sektor properti yang sesungguhnya sejak tahun 2019 lalu, telah menunjukkan tren peningkatan. Hampir di seluruh sektor properti mulai rumah, apartemen, perkantoran, shophouse, hotel, industri, hingga pergudangan telah menunjukkan tren penjualan yang meningkat, namun sayangnya kemungkinan akan kembali melemah saat pandemi Corona ini. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh Kristyaningsih Miyagi, SE., yang menjadi seorang pebisnis perempuan muda yang gemilang di bidang travel dan properti. Untuk itulah, Kristy sapaan akrab perempuan berparas ayu, kelahiran Pati (Jawa Tengah) 12 Desember 1974 ini, di sela-sela kesibukannya, Minggu (10/5/2020) juga sempat menuturkan suka duka di balik bisnis property yang dirintisnya.

Ket foto: Pengusaha bisnis travel agent dan property, Kristyaningsih Miyagi, SE., (kiri) saat menjadi Awak Kabin Garuda.

Pengalaman berkarier sebagai Awak Kabin Garuda Indonesia selama 21 tahun, ternyata membuahkan tekad untuk mengembangkan kemampuan diri, hingga memilih banting setir menjadi salah satu pengusaha travel agent dan properti yang sukses sebagai Director PT Miyagi Putra Mandiri. Namun pada saat itu, belum pernah terpikir terkait imbas ekonomi akibat wabah Corona yang bisa membelit masalah keuangan perusahaan di semua sektor. “Saat saya menjadi Pramugari Garuda selama 21 tahun, saya tidak pernah memahami kondisi perusahaan saya waktu itu. Apalagi berpikir bagaimana pimpinan kami yang duduk di jajaran direksi dan managemen. Mungkin harus extra berpikir masalah keuangan. Saat krisis moneter tahun 1998, kami semua karyawan tetap menerima gaji dan uang terbang utuh 100%,” ungkapnya.

Insert foto: Komisaris PT Agung Mesari Harijaya, Kristyaningsih Miyagi, SE., saat melakukan serah terima kunci rumah perdana salah satu pembeli.

Pengusaha muda yang sempat merilis buku biografi berjudul “Panggil Aku Kristy”, Kisah Seorang Mantan Pramugari ini, mengakui merintis bisnis travel agent dan properti yang masing-masing berkantor pusat di Yogyakarta dan Bali, sebelumnya sangat menikmati pekerjaan sebagai awak kabin Garuda Indonesia. Terlebih lagi, Kristy mendapat banyak pengalaman dan kesempatan berharga. Namun di saat resign, menjadi wirausaha travel agent dan property, Kristy benar-benar merasakan suka dukanya menjalankan perusahaan. “Tours & travel saya yang di Jogjakarta saat ini, penjualan tiket 0%, tour juga sama dan mobil-mobil diam di kandang di Jogja, juga di Bali. Dan syukurnya untuk property di Bali masih bisa diandalkan. Rumah-rumah yang disewakan tahunan tingkat hunian 80%, sehingga bisa menutup pembayaran karyawan di Bali dan Jogja,” papar Kristy.

Insert foto: 14 unit Cluster Frangipani Pandawa Garden dalam waktu singkat atau sekitar 2 bulan sudah laku terjual.

Tak hanya itu, membuka lahan baru untuk membangun property juga menjadi tantangan yang berharga. Karena ternyata tidak mudah, terutama jika dikembangkan di atas lahan yang belum ada fasilitas sambungan air dan listrik. “Membuka perumahan baru di lokasi yang belum tersedianya sambungan air dan listrik tidak pernah ada di pikiran saya,” katanya. Pengalaman itu terjadi saat mengembangkan perumahan di daerah Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. “Saat membeli tanah di Kutuh ini, informasinya jaringan listrik dan air ada. Tapi nyatanya, pada saat pembangunan kami harus mengeluarkan investasi jumlah besar, dimana investasi ini tidak akan pernah kembali (maksudnya kan kami ngak bisa minta rembers ke pemerintah untuk pembayaran sambungan pipa-pipa besar untuk PDAM). Kami harus berinvestasi penarikan/penyambungan pipa dari induknya yang biayanya ratusan juta rupiah,” bebernya.

Insert foto: Unit Cluster Frangipani Pandawa Garden yang sudah terbangun dan sudah laku terjual.

Direktur Utama dan Pemegang Saham PT Agung Mesari Harijaya ini, nyalinya kembali diuji saat wabah Corona yang memukul semua sektor harus tetap kreatif membuat rencana dalam hidup dan tak segan untuk bekerja keras. Disebutkan Kontraktor I Ketut Evariawan, ST dari Eva Karya lebih dari 3 bulan awal pembangunan perumahan harus membeli air menggunakan tangki dan itu biayanya lumayan. Akhirnya bisa menyambungkan air PDAM dari jalan utama yang jaraknya sekitar 300 meteran. “Kurang lebih 7 bulan waktu yang kami pakai untuk pengurusan PDAM dan PLN. Padahal untuk proyek sebelumnya, kami hanya mengeluarkan biaya kurang lebih Rp3 juta saja untuk per satu sambungan unit, karena fasilitas pipa sudah tersedia,” tandasnya, seraya menyebutkan pengembangan perumahan Pandawa Garden untuk tahap I dan II total ada 34 unit dan yang tahap III ada 10 vlla.

Insert foto: Penyerahan rumah kepada salah satu customer, Handar Adi Prakoso oleh Komisaris PT AGM, Iin Sientje F Wullur dan dari Asia Land juga dari Eva Karya.

“Di tengah pembangunan tahap I, ada pandemi Corona dan itu berdampak sangat besar bagi kami. Pembayaran tanah, pembangunan dan lainnya tidak bisa kami mundurkan, sementara pembayaran tamu yang sebagian besar melalui kredit, harus stop dan tidak ada pencairan sama sekali,” sebut Kristy yang mengatakan hampir semua perbankan memiliki aturan yang sama. “Apalagi hampir semua tamu-tamu kami baik yang kerja di Bali, atau pun kerja di luar negeri di bidang HoReKa mengalami pemotongan gaji. Satu satunya cara adalah beberapa kebijakan dari kami, developer di bawah naungan PT Agung Mesari Harijaya memberikan inhouse credit kepada sebagian tamu dari mulai Mei – Desember 2020,” jelasnya. Untungnya proses Pandawa Garden di awal sangat luar biasa, berkat peran serta team marketing di bawah naungan Ida Bagus Ascharya Prabawa, SH., CPI., CPD., dari Asia Land berhasil menjual tahap I dalam kurun waktu sekitar dua bulan, dan Itu adalah pencapaian yang luar biasa.

Insert foto: Perumahan Pandawa Garden dengan type Cluster Frangipani, Cluster Bougenville dan Cluster Vila yang letaknya sangat strategis.

Hebatnya lagi, dalam keadaan di tengah pandemi Corona ini, juga masih mampu memegang komitmen ke customer untuk menyelesaikan pembangunan. Di mana akhir April 2020 pembangunan sebagian rumah jadi dan Mei 2020 akan dimulai melakukan serah terima kunci rumah kepada pembeli. “Apapun kondisi di lapangan, saya, Bu Sientje F Wullur dan Bapak Haryo Budi Santoso yang ada di jajaran direksi, bersatu hati dan berpikir keras untuk dapat menyelesaikan jalannya pembangunan,” tegas Kristy yang bisa menikmati hasil kerja keras bersama teamnya, hingga sukses menjual Cluster Frangipani dengan harga Rp650 juta – Rp800 juta untuk type biasa 45/100 m2 dan type 60/100 m2 + pool. Dan tahun 2020 ini dengan type yang sama harganya sudah naik Rp150 juta per unit. Sedangkan untuk Cluster Bougenville tahap II harga mulai Rp1,5 miliar dan yang tahap III type vlla harga mulai Rp2,5 miliar.

Ket foto: Denah Perumahan Pandawa Garden.

Selama ini, kata Kristy terus membangun semua unit perumahan secara mandiri. Karena itu, harapan ke depan bisa PKS dengan perbankan, sehingga bisa membangun perumahan dengan lebih cepat. “Dan seperti perumahan sebelumnya yang kami bangun, bagi customers yang tinggal di luar Bali, maka ada team kami yang membantu pengelolaan,” paparnya, sekaligus berharap dalam waktu dekat, kondisi Indonesia akan membaik, sehingga para pembeli yang tinggal dan kerja, seperti di Oman atau pun di Singapura bisa menengok propertynya yang sudah 95% jadi per awal Mei 2020 ini. “Disamping itu, kami juga bisa leluasa beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman. Doa terbaik untuk negeri tercinta ini,” pungkas Kristy. tim/aka/ama/jmg

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close