Ekonomi dan Bisnis
Trending

Cetak Kinerja Positif, Bank BPD Bali Komitmen Berkontribusi Bagi Perekonomian Daerah


Denpasar, PancarPOS | Dalam menyikapi perkembangan teknologi pasca pandemi Covid-19 serta mewujudkan peran bank yang inovatif melalui pengembangan ekosistem digital, Bank BPD Bali tetap berinovasi dalam mencetak kinerja positif sampai dengan bulan April tahun 2023, total aset Bank BPD Bali tumbuh sebesar 9,87% (y-o-y) dari sebelumnya pada bulan April 2022 sebesar Rp 28.866,44 miliar menjadi Rp 31.716,25 miliar pada April 2023. Kredit direalisasikan terdistribusi meningkat sebesar 2,17% (y-o-y) dengan jumlah Rp20.251,24 miliar pada bulan April 2023 yang sebelumnya pada bulan April 2022 hanya Rp 19.820,79 miliar. Diantaranya kredit konsumtif terdistribusi sebesar Rp9.574 Miliar (47,28%), kredit investasi Rp8.303 Miliar (41%) dan kredit modal kerja Rp2.374 Miliar (11,72%). Hal itu diungkap oleh Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., di sela-sela Media Gathering Bank BPD Bali di Solo – Yogyakarta, pada Jumat – Minggu (5-7/5/2023).

1th#ik-021.13/4/2023

Saat kegiatan yang dihadiri Direktur Operasional Ida Bagus Gede Setia Yasa, Direktur Bisnis Non Kredit I Nyoman Sumanaya, Direktur Kredit Made Lestara Widiatmika dan Direktur Kepatuhan I Wayan Sutela Negara, beserta jajaran Komisaris BPD Bali, yakni Komisaris Utama Ida Bagus Putu Anom Redhi, Komisaris Non Independen Wisnu Bawa Temaja, Komisaris Non Independen Ni Made Dewi Suryani, Komisaris Independen I Made Sukada, serta Komisaris Independen Ida Bagus Wibawa itu, terungkap sampai dengan April 2023, realisasi KUR mencapai Rp1,165,000,000 untuk KUR Sumi, Rp190,826,000,000 untuk KUR Mikro, Rp357,690,000,000 untuk KUR Kecil. “Total keseluruhan realisasi KUR sebesar Rp549,681,000,000 dengan share dari Sektor Produksi sebesar Rp309,374,000,000 dan dari Sektor Non Produksi sebesar Rp240,307,000,000,” bebernya.

Selanjutnya untuk mempercepat akses keuangan, Bank BPD Bali memberikan akses pembiayaan dengan berbagai produk kredit berupa kredit KUR Super Mikro, KUR Mikro dan KUR Kecil, kredit modal kerja, kredit investasi serta produk kredit lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bali kedepan. Sebelumnya di tahun 2021, Bank BPD Bali telah meluncurkan Kredit Program MESARI (Membangun Masyarakat Bali) di mana penerima kredit mendapat subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan dan merupakan salah satu solusi yang ditawarkan Bank BPD  Bali dalam rangka percepatan akses keuangan di daerah sekaligus mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

1bl#ik-016.4/4/2023

Tak heran, Bank BPD Bali memperoleh penghargaan Penyalur KUR Terbaik tahun 2021 dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan juga Paritrana Award Tahun 2022 Kategori Khusus (Best Of  The Best) atas komitmen dan dukungan Bank BPD Bali, kepatuhan serta keberlanjutan terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan. “Tahun 2023, Bank BPD Bali kembali meluncurkan kredit program KUSUMA (Kredit Usaha untuk Sejahtera Unggul & Maju) yang diperuntukkan untuk Debitur KUR Kecil yang tidak dapat memperoleh KUR kembali dan selanjutnya diprospek menjadi debitur kredit komersial dengan plafon kredit menyesuaikan dengan kemampuan membayar (repaymen tcapacity) debitur,” imbuh Sudharma yang kembali ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank BPD Bali asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung ini.

Pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BPD Bali pada bulan April tahun 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 14,61% (y-o-y) dari sebelumnya pada April 2022 sebesar Rp 23.410,99 miliar menjadi Rp 26.830,44 miliar pada April 2023 yang mana proporsi terbesar bersumber dari pencapaian tabungan sebesar 35,70%, dari sebelumnya sebesar Rp 9.761,05 miliar menjadi Rp 13.246,14 miliar. Sementara itu, pencapaian giro juga mengalami peningkatan sebesar 22,10%, yang sebelumnya sebesar Rp 3.751,72 miliar pada April 2022 menjadi Rp 4.580,71 miliar pada April 2023. “Bank BPD Bali tetap menjaga pencapaian rasio keuangan pada posisi baik, yaitu Non Performing Loan (NPL) terjaga baik di angka 2,31%,” jelasnya.

1th#bn-20/2/2022

Sedangkan untuk rasio likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 75,48%, rasio kecukupan modal Capital  Adequacy Ratio (CAR) 23,74%, rasio profitabilitas Return on Asset (ROA) sebesar 3,16%, rasio Return on Equity (ROE) sebesar 23,82%, dan rasio efisiensi Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 65.59%. Bank BPD Bali mendukung penuh perkembangan dan kontribusi dunia digital dan teknologi dalam kehidupan masa kini untuk mempermudah dan memberi nilai tambah bagi kualitas kehidupan masyarakat. Komitmen dukungan tersebut ditunjukkan dengan berbagai prouk serta aktivitas terbaru yang dikembangkan oleh Bank BPD Bali, seperti Uang Elektronik server based Balipay, Layanan Transaksi Cardles, Kerja Sama Layanan Payment Gateway, BI – Fast, Online On Boarding, Kerja Sama Merchant Aggregator, Transaksi FX Spot, FX Swap dan FX Forward, Transaksi DNDF, Co-branding Jakcard, Penerapan SNAP, Kerja Sama Penyediaan KKPD, KKPD Bank BPD Bali, sera QRIS Cross Border. Bank BPD Bali telah masuk dalam Working Group QRIS Antar Negara dan telah mengimplementasikan QRIS Antar Negara bersama dengan Thailand.

Saat ini, Bank BPD Bali sedang berproses dalam memenuhi persyaratan QRIS Antar Negara dengan Malaysia. Dalam RUPS Tahunan yang berlangsung pada tanggal 22 Februari 2022, Pemegang Saham juga telah menetapkan porsi dividen sebesar 75% dari laba bersih atau sebesar Rp453 miliar. Pembagian dividen ini diharapkan dapat mewujudkan misi Bank untuk menggerakkan pembangunan daerah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tahun 2023, Pemerintah Provinsi Bali telah menyetorkan tambahan modal untuk Bank BPD Bali sebesar Rp 75 Miliar yang telah disahamkan dan tambahan modal dari Pemerintah Kabupaten Karangasem sebesar Rp 1,5 Miliar yang telah masuk dalam cadangan modal disetor.

1bl#ik-21/7/2021

“Sampai dengan bulan April 2023, Modal Inti Bank BPD Bali sebesar Rp3.402.006.88.900,- dan modal disetor sebesar Rp2.013.200.000.000,- Dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapakan dapat meningkatkan ketahanan permodalan bank untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia demi memenuhi kebutuhan pasar,” pungkas Sudharma. ama/ksm/yar

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button