Ekonomi dan Bisnis

Kopi Dalgi Berani Tantang Cita Rasa, Semakin Percaya Diri Berkat Pergub Gubernur Koster


Denpasar, PancarPOS | Terbitnya Peraturan Gubernur (Pegub) Bali Nomor 99 Tahun 2018, tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, membuat para UMKM lokal semakin percaya diri. Pasalnya, Pergub tersebut membuat UMKM di Bali bisa lebih berkualitas dan bisa masuk ke pasar nasional bahkan internasional. Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh salah satu pelaku UMKM pengolaha kopi di Bali, IBM Kresnadana. Setelah berkerjasama dengan pengusaha pengggilingan kopi berpengalaman 30 tahun di Tabanan langsung berpikir membuka usaha dengan mempersiapkan kemasan menarik dengan kualitas premium Kopi Dalgi dengan harga yang sudah tentu sesuai dengan seluruh lapisan kantong masyarakat Bali yang dibandrol dengan harga Rp25 ribu setiap kemasan per 250 gram.

Insert foto: Pelaku UMKM Kopi Dalgi, IBM Kresnadana.

Di samping itu, pihaknya juga siap memasarkan kopi dalam bentuk kemasan biji yang sudah di roasting dan kopi berbentuk pecah kasar. “Kopi Dalgi untuk bisa masuk ke restoran maupun hotel ketika pandemi berakhir, saya sudah menyiapkan dalam bentuk kasar dan halus yang bisa langsung di seduh secara manual,” ungkapnya di Denpasar, Jumat (5/8/2021). Gus Kresna sapaan akrab pengusaha milenial ini menjelaskan, Kopi Dalgi sendiri memiliki cita rasa yang khas, sebab biji kopinya sendiri berasal dari kaki gunung Batukaru yang diolah tanpa ada campuran. Artinya, Kopi Dalgi dikemas 100 persen kopi murni dan siap bersaing di dunia industri. Bahkan dalam segi pemasaran di tengah pandemi, pihaknya saat ini mengandalkan penjual secara door to door dan sistem online di media sosial.

1bl-bn#7/1/2020

“Kopi Dalgi sendiri cita rasanya boleh ditantang dengan yang lainya, bahkan ketika Kopi Dalgi diseduh tidak ada ampas kopi yang mengambang, karena kopinya sendiri bisa diminum secara dingin maupun panas,” paparnya, seraya melanjutkan, melalui Pergub Pergub Nomor 99 Tahun 2018 pihaknya sangat berterimakasih sekali terhadap kebijaka dan upaya Gubernur Bali, Wayan Koster yang menperkuat pemasaran produk lokal Bali. Pasalnya Pergub tersebut mempengaruhi kemandirian pangan dan kemandirian ekonomi yang merupakan perwujudan ekonomi gotong royong sesuai Visi Misi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Terimakasih Pak Gubernur Koster, karena adanya Pergub 99 Tahun 2018 bikin saya percaya diri dalam berusaha,” tutupnya. tra/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close