Senin, April 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaKucurkan Bantuan Cash Rp1,5 Miliar, Made Urip Roadshow Gelar Bimtek P2L Seluruh...

Kucurkan Bantuan Cash Rp1,5 Miliar, Made Urip Roadshow Gelar Bimtek P2L Seluruh Bali

Buleleng, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali roadshow mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka secara resmi Bimtek Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk Peningkatan Kesejahteraan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang digelar di Puri Saron Lovina, Desa Pemaron, Kota Singaraja, Buleleng, pada Rabu (4/9/2022). Kehadiran Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, juga didampingi Direktur Sayuran dan Tabanan Obat yang diwakili Koordinator Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Mutiara Sari, STP., PhD., bersama Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, SH., beserta Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali dan Buleleng, Putu Mangku Mertayasa, SH., MH., dan Dewa Gede Sugiarto.

1bl#ik-30/9/2022

Pada kesempatan itu, Made Urip juga menggelontorkan secara simbolis bantuan senilai Rp300 juta program P2L yang masing-masing Rp50 juta kepada 6 KWT dua kabupaten, yakni Buleleng (KWT Desa Giri Mas, KWT Dasa Wisma Nusa Indah, KWT Paket Agung dan KWT Teratai Kehidupan) serta Jembrana (KWT Putri Nandhini dan KWT Mekar Arum). Karena itu, Made Urip telah mengucurkan bantuan total Rp1,5 miliar program P2L tahun 2022 untuk 30 KWT di Kabupaten/Kota se-Bali. Sebagai penerima bantuan, Ketua KWT Wijaya Kusuma, Nyoman Rusmini Koriawan mengucapkan terima kasih atas bantuan program P2L yang diberikan langsung oleh Made Urip. Apalagi juga diberikan Bimtek yang mendatangkan pakar narasumber I Made Astika dan Ketut Punia, sehingga dirasakan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan wanita tani. “Ke depan kami semua berharap, agar bantuan pak Made Urip seperti ini, bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Plt. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, menyatakan Made Urip selalu turun membantu aspirasi petani dan terus berlanjut sampai program P2L di bidang hortikultura. Ke depan berharap agar terus dibantu di tingkat pusat, karena program dan aspirasi pertanian, seperti program P2L ini sangat baik untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Apalagi diberikan bimbingan agar bisa menjadi wanita tani lebih maju, mandiri dan modern. Kegiatan ini dipastikan bisa meningkatkan kesejahteraan para wanita tani di Buleleng. “Kami ucapkan kepada Made Urip khususnya yang telah membantu petani di Buleleng, meskipun berasal dari Tabanan bersama anggota dewan lainnya yang mengakses bantuan dari pusat untuk masyarakat di Buleleng,” tandasnya.

12th#ik-1/8/2022

Seperti disampaikan, Koordinator Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Mutiara Sari mewakili Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura menegaskan kembali bantuan 30 unit program P2L di seluruh Bali telah diserahkan oleh Made Urip untuk KWT guna memenuhi gizi masyarakat, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Apalagi penanaman hortikultura untuk kebutuhan pangan bisa dikembangkan dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan tidur. Upaya ini dengan optimalisasi P2L oleh kelompok masyarakat untuk mewujudkan dan menjaga ketahanan pangan, sekaligus mewujudkan pertanian yang mandiri dan modern. “Karena itu, kami kembali mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian Bapak Made Urip dan para pihak yang telah mendukung selama pelaksanaan Bimtek kali ini.

Senada disampaikan, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna mewakili masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah menggelar kegiatan Bimtek yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan wawasan maupun kemampuan dan kompetensi para KWT mengolah lahan pekarangan untuk pangan keluarga. Upaya ini juga bisa menekan laju inflasi daerah yang juga sesuai dengan program Pemkab Buleleng untuk menanam Sejuta Cabe di setiap desa. Apalagi beberapa bulan terakhir laju inflasi sangat tinggi, sehingga menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya menekan inflasi daerah hingga turun 3,3 persen. “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip yang tidak pernah bosan membawakan program dan bantuan yang sangat membantu pemerintah Kabupeten Buleleng, khususnya di sektor pertanian.

1th#ik-14/8/2022

Menanggapi hal itu, Made Urip menegaskan telah roadshow membuka Bimtek di tiga kabupaten untuk memberi wawasan dan pengetahuan bagi penerima bantuan tahap pertama program P2L untuk 30 KWT dari kabupaten/kota se-Bali. Bimtek tersebut sebagai wujud kerja sama Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian yang khusus mengurus sektor riil dan berhubungan dengan perut rakyat, agar cukup, aman, tersedia dengan baik dengan harga yang terjangkau. Dikatakan sebagai negara agraris untungnya bisa tetap bertahan meskipun digempur oleh tingginya inflasi global, sehingga pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga agar tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata. “Bayangkan pertumbuhan ekonomi minus 12 persen, namun untungnya masih ada sektor pertanian sebagai potensi yang harus diperhatikan dan garap dengan baik bersama,” beber M-U.

Untuk itu, Anggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, juga mengajak semua pihak ikut membangun bersama sektor pertanian, termasuk hortikultura dengan mendorong KWT memanfaatkan lahan pekarangan, sehingga paling tidak bisa menjaga ketahanan pangan keluarga yang digalakan melalui dana cash bantuan Rp50 juta dari program P2L. Bantuan ini diminta harus digunakan dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan. “Tolong kelola dengan baik program P2L untuk penguatan pangan rumah tangga, apalagi saat ini sedang inflasi,” katanya. Disadari ancaman akibat krisis pangan global harus menjadi pertanian bersama, sehingga ke depan Made Urip akan terus memfasilitasi dan membuka akses bantuan termasuk program dari pemerintah pusat. “Apalagi dana dari APBD tidak akan mampu memajukan sektor pertanian, dan butuh sentuhan akses bantuan dari APBN untuk menghidupkan sektor pertanian di daerah. Inilah pentingnya petani punya wakil di DPR. Untuk itu, saya siap kembali membela kepentingan petani nanti,” tutup M-U. ama/ksm/yar

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img