Senin, April 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPariwisata dan HiburanDiterpa Isu Sampah dan Kemacetan, Gubernur Koster Pastikan Bali Tetap Destinasi Wisata...

Diterpa Isu Sampah dan Kemacetan, Gubernur Koster Pastikan Bali Tetap Destinasi Wisata Terbaik Dunia

Bogor, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster memastikan bahwa Bali tetap kokoh sebagai destinasi pariwisata terbaik dunia, meskipun menjelang akhir tahun 2025 sempat diterpa isu sampah, kemacetan, dan berbagai narasi negatif yang beredar luas, termasuk yang dihembuskan oleh kompetitor Bali sebagai tujuan wisata global.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster usai menerima arahan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, pada Senin (2/2/2026).

Gubernur Koster menegaskan bahwa fakta dan data menunjukkan posisi Bali di mata dunia tetap sangat kuat dan tidak tergeser oleh berbagai isu yang berkembang. “Astungkare, Bali tetap kokoh. Data menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Bali justru semakin meningkat,” ujar Gubernur Koster.

Ia memaparkan, sepanjang Januari hingga Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7.050.000 orang. Angka ini meningkat sekitar 750.000 orang dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 6.300.000 orang.

Menurut Gubernur Koster, capaian tersebut merupakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali dalam periode sebelum tahun 2025, sekaligus menjadi indikator kuat bahwa Bali tetap menjadi pilihan utama wisatawan dunia.

Selain dari sisi kunjungan, pengakuan internasional juga kembali diraih Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan bahwa Bali masuk dalam kategori destinasi wisata terbaik nomor satu di dunia versi Tripadvisor, mengungguli berbagai destinasi wisata unggulan global lainnya.

Meski demikian, Gubernur Koster menegaskan bahwa status tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat Bali abai terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius. “Walaupun Bali masih merupakan destinasi wisata terbaik dunia, masalah sampah harus segera diselesaikan. Ini menjadi komitmen kami,” tegasnya.

Dalam rangka menuntaskan persoalan sampah, Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Bali terus berkomitmen dan berupaya menerapkan berbagai model pengelolaan sampah secara terpadu. Upaya tersebut meliputi pengelolaan sampah berbasis sumber, pembangunan teba modern, pengadaan komposter, pembangunan TPS3R, serta penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Selain itu, Gubernur Koster mengungkapkan bahwa saat ini juga sedang berproses pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui Danantara. Rencana peletakan batu pertama proyek strategis ini dijadwalkan pada Maret 2026, dengan masa pengerjaan sekitar 8 hingga 12 bulan dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Fasilitas PSEL tersebut dirancang mampu mengolah minimal 1.000 ton sampah per hari yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Dengan beroperasinya fasilitas ini, Gubernur Koster optimistis persoalan sampah di Bali dapat dituntaskan pada akhir 2027 atau paling lambat awal 2028.

Gubernur Koster juga menekankan bahwa arahan dan peringatan Presiden Prabowo Subianto terkait persoalan sampah di Bali harus dimaknai sebagai bentuk komitmen dan kecintaan Presiden terhadap Bali. “Ini adalah wujud kepedulian dan kecintaan Bapak Presiden kepada Bali. Arahan ini harus dimaknai secara positif agar pemerintah daerah se-Bali bersama seluruh pihak bekerja lebih cepat dan ekstra keras menyelesaikan masalah sampah,” ujarnya.

Atas perhatian tersebut, Gubernur Koster menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan semangat dan motivasi, tidak hanya kepada dirinya sebagai gubernur, tetapi juga kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Bali.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bapak Presiden yang telah memberi dorongan moral dan motivasi kuat bagi kami semua untuk menjaga Bali tetap bersih, bermartabat, dan berdaya saing dunia,” tandasnya. ama/ksm/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img