Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaAnggota DPRD Badung Kawal Kesiapan Karya Agung Pura Luhur Uluwatu

Anggota DPRD Badung Kawal Kesiapan Karya Agung Pura Luhur Uluwatu

Badung, PancarPOS | Rangkaian Karya Agung di Pura Luhur Uluwatu kian menguat dengan keterlibatan aktif berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Sumerta turun langsung mengawal kesiapan krama Desa Adat Pecatu dalam menyambut puncak upacara suci yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.

Kegiatan yang digelar Selasa (24/3/2026) ini menjadi bagian dari tahapan awal menuju pelaksanaan Karya Agung di Pura Luhur Uluwatu. Dalam kesempatan tersebut, I Made Sumerta yang juga merupakan Bendesa Adat Pecatu tampak aktif mendampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Badung dalam berbagai prosesi awal upacara.

Sejumlah tahapan penting dilaksanakan, mulai dari melaspas, matur piuning, hingga nyukat genah yang bertujuan menyucikan area pura sebelum memasuki puncak karya. Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh sulinggih, menciptakan suasana sakral yang kental dengan nilai spiritual Bali.

Sebagai wakil rakyat, I Made Sumerta menegaskan bahwa pelaksanaan Karya Agung bukan hanya menjadi tanggung jawab desa adat, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Karya agung ini merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara krama adat, pengempon pura, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar seluruh rangkaian berjalan lancar dan harmonis,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dan fasilitas penunjang, mengingat Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu ikon pariwisata Bali yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Penataan akses, kebersihan, serta kenyamanan kawasan menjadi perhatian serius agar pelaksanaan karya tidak terganggu.

Menurutnya, momentum Karya Agung ini harus dimaknai lebih luas, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai penguatan identitas budaya Bali di tengah tekanan globalisasi dan industri pariwisata.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh krama untuk terus menjaga semangat ngayah sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan upacara adat di Bali. Nilai kebersamaan dan gotong royong dinilai menjadi kekuatan utama yang membuat tradisi tetap hidup dan relevan.

Keterlibatan aktif DPRD Badung dan pemerintah daerah, diharapkan seluruh rangkaian Karya Agung dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan memberikan vibrasi positif bagi masyarakat luas. mas/ama/*

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments