Denpasar, PancarPOSĀ | Singgasana Seni Bung Karno menjelma menjadi magnet budaya dan ekonomi di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Sabtu. Ribuan warga dari berbagai kabupaten dan kota di Bali memadati lokasi sejak pagi, menyaksikan kolaborasi seni, sejarah, dan kebangkitan UMKM dalam satu panggung besar.
Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri hadir langsung menyaksikan pagelaran yang mengangkat sisi seni Presiden RI pertama Soekarno. Kehadirannya menjadi simbol penghormatan terhadap warisan Bung Karno sebagai negarawan sekaligus seniman yang mencintai lukisan, puisi, dan keindahan Nusantara.
Gubernur Bali Wayan Koster turut mengawal penuh pelaksanaan acara perdana ini. Ia menegaskan bahwa Singgasana Seni Bung Karno bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang edukasi publik untuk mengenal lebih dekat sisi artistik Bung Karno yang selama ini jarang diangkat secara utuh.
Turut hadir Prananda Prabowo sebagai pengarah kegiatan, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, para kepala daerah se Bali, serta tokoh masyarakat dan pelaku UMKM. Atmosfer di dalam gedung terasa hidup. Setiap sudut dipenuhi pengunjung yang memborong produk kerajinan, fesyen berbahan endek, hingga kuliner tradisional Bali.
Singgasana Seni Bung Karno digagas Mahagaya Pagelaran Persona MPP dan untuk pertama kalinya digelar di Bali. Setelah Sanur, agenda ini akan berlanjut ke Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota lain di Indonesia. Bali dipilih sebagai titik awal karena dinilai memiliki kekuatan budaya yang kuat dan identitas tradisi yang kokoh.
Sebanyak 22 IKM kuliner termasuk pelaku usaha disabilitas serta 72 UMKM pengrajin binaan Putri Suastini Koster ambil bagian. Panitia menargetkan perputaran ekonomi mencapai Rp 2,5 miliar dalam satu kali pagelaran. Target tersebut dinilai realistis melihat antusiasme dan transaksi yang terus bergerak sejak sesi pertama dibuka pukul 10.00 Wita.
Panitia Singgasana Seni Bung Karno, Diah Safira Prananda, didampingi Nancy Prananda, menjelaskan bahwa seluruh desain yang ditampilkan merupakan karya orisinal berbahan lokal Bali seperti tenun endek. Di Sanur, MPP menampilkan 20 desain eksklusif yang terinspirasi dari kekayaan budaya Bali.
Menurut Safira, setiap daerah yang menjadi tuan rumah berikutnya akan mengangkat esensi lokal masing masing. MPP saat ini telah membina lebih dari 100 UMKM dari berbagai daerah agar tumbuh dalam ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Gubernur Wayan Koster menambahkan bahwa pagelaran ini membuka mata masyarakat bahwa Bung Karno bukan hanya pemimpin politik, tetapi juga sosok yang memiliki jiwa seni tinggi. Ia menilai penguatan budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat.
Acara digelar dalam tiga sesi. Fashion show Singgasana MPP menjadi magnet utama, disusul pertunjukan seni budaya Bali, bazar UMKM, dan penampilan perajin disabilitas. Artis nasional dan lokal turut memeriahkan suasana seperti Krisdayanti, Once Mekel, serta Gus Teja. Tradisi dan kearifan lokal dibalut sentuhan modern menjadi kekuatan utama pagelaran ini.
Singgasana Seni Bung Karno bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi panggung yang menegaskan bahwa seni, sejarah, dan ekonomi rakyat bisa bergerak bersama. Kehadiran Megawati dan komitmen Wayan Koster memperkuat pesan bahwa kebudayaan adalah fondasi bangsa sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat. tim/ama/ksm






