Denpasar, PancarPOS | Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta, SH., MH. menanggapi isi pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI pada saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2022).

Sidang Tahunan MPR yang melaporkan pelaksanaan tugas lembaga-lembaga negara selama satu tahun adalah sebagai bentuk akuntabilitas lembaga negara kepada masyarakat dan Sidang Bersama DPR-DPD yang pidato menyambut kemerdekaan Indonesia dan proyeksi kebijakan presiden selama satu tahun.
Wayan Sudirta memberikan beberapa catatan sekaligus menggarisbawahi isi pidato kenegaraan Presiden ke-7 RI itu. Politikus PDI Perjuangan ini antara lain menyoroti beberapa aspek. Pertama, Krisis global telah membawa dampak yang luarbiasa bagi dunia, kemiskinan ektrim dan kelangkaan pangan.

Namun, menurut Sudirta, Presiden optimis Indonesia mampu melewati masa krisis ini karena fundamental perekonomian yang baik, hal ini perlu kita apresiasi dan kita dukung agar tahun 2023 Indonesia tetap dapat aman dari pengaruh krisis global.
Kedua, Perlindungan hukum, pelanggaran HAM, korupsi tetap menjadi perhatian, pembenahan yang terus dilakukan. Penekanan ini perlu tetap dikawal serta lembaga penegak hukum tetap perlu dievaluasi. Penekanan ini terpisah dari reforma agraria, dimana permasalahan mafia tanah merupakan permasalahan yang memang perlu menjadi perhatian khusus.

Dalam tanggapan tertulisnya, I Wayan Sudirta juga menekankan pentingnya ketahanan perekonomian Indonesia yang tidak lepas dari peran UMKM. Merujuk secara historis, hal ini sebenarnya merupakan salah satu faktor yang dapat membuat Indonesia bertahan pada saat krisis moneter tahun 1998. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM tetap perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah.
“Presiden mengingatkan tentang polarisasi sosial, catatannya adalah hal ini perlu dihindari. Salah satu yang menjadi sorotan kami adalah bagaimana implementasi ideologi Pancasila secara menyeluruh dapat dilakukan untuk menghindari hal ini,” tegas Sudirta.

Terkait IKN, Wayan Sudirta menegaskan perlunya dijaga keberlanjutannya. Penekanan tekad Presiden untuk mempunyai peninggalan atas ibukota negara baru perlu didukung, akan tetapi permasalahan di IKN perlu disikapi, seperti banjir dan isu lingkungan hidup lainnya.
“Terakhir, Presiden mengingatkan kepada semua pihak agar di masa saat ini tetap perlu hati-hati dan waspada, bersatu padu, kerja keras dan kreativitas. Tentunya hal ini perlu digarisbawahi sebagai sebuah semangat bagi bangsa menyambut optimis makna kemerdekaan ke-77 RI,” pungkas Sudirta. tim/ama/ksm






