Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaTurba di Bangli, Made Urip Buka Bimtek Perhutanan Sosial

Turba di Bangli, Made Urip Buka Bimtek Perhutanan Sosial

Bangli, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali Turba ke Kabupaten Bangli. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang akrab disapa M-U ini, membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Masysrakat Tani Hutan dalam Pengelolaan dan Penjagaan Pembangunan Kehutanan yang Lestari dan Berkelanjutan di Pramana Sahill Kintamani, Bangli, Minggu (28/8/2022). Bimtek yang digenjot Made Urip yang biasa diberi julukan petani dan krama subak sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (Ditjen PSKLHK RI) yang dihadiri Lanang Aryawan, mewakili Kadis LHK Provinsi Bali, bersama Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Ketut Meniarta, S.STP M.Si., sekaligus sebagai narasumber. 70 peserta Bimtek seluruhnya berasal dari kelompok masyarakat tani hutan dari Kabupaten Bangli dan Gianyar yang telah menerima manfaat.

1th#ik-16/8/2022

Seperti diungkapkan, Ketua Kelompok Wanita Tani Dana Mertha Mesari, Ni Ketut Mertika Sari mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan selama ini oleh Made Urip. Diharapkan ke depan bantuan Bang Pesona yang telah diterima bisa terus berkelanjutan untuk menjaga perhutanan sosial tetap lestari. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan Bang Pesona yang dibantu Pak Made Urip, karena sudah dirasakan sangat bermanfaat,” tandasnya. Di sisi lain, Kepala Balai PSKLHK Jawa Bali Nusra, Ojom Sumantri, S.Hut.T, M,Sc., menyampaikan peseta Bimtek telah menerima bantuan Bang Pesona masing-masing Rp50 juta yang diperjuangkan dan sudah diberikan oleh Made Urip, sehingga diharapkan perhutanan sosial di Bali bisa terus dirawat, dijaga dan dikembangkan. Namun hasil produksinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat atau petani hutan, agar bisa terus berkembang dan berputar untuk anggota kelompok.

Apalagi disadari saat ini, luas kawasan hutan di Bali hanya sekitar 23 persen, padahal sesuai Undang-Undang No.41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan harusnya minimal 30 persen kawasan hutan sebagai faktor daya dukung lingkungan yang memenuhi syarat. Untuk itulah, hutan rakyat di luar hutan negara bisa terus ditanami pohon, karena hasil kayunya bisa ditebang sekaligus menambah dan membantu kekurangan luas lahan hutan di Bali, sehingga nantinya bisa lebih dari 30 persen. Karena jika daya dukung lingkungan dari hutan ini bagus, maka kehidupan akan lebih aman. “Tidak seperti sekarang ada longsor dan banjir di mana-mana. Ini karena daya dukung lingkungan belum aman,” bebernya. Pada kesempatan itu, Made Urip mengakui Bimtek kali ini, sebagai wujud kerja sama dengan KLHK RI untuk meningkatkan kapasitas petani hutan yang bergerak di perhutanan sosial, sekaligus menambah wawasan dan keterampilan untuk kelestarian hutan di Bali, khususnya Bangli dan Gianyar.

12th#ik-1/8/2022.

Dikatakan Bimtek ini, juga sangat penting dan strategis untuk membentuk kader yang bisa menjaga hutan di Bali yang masih belum memenuhi syarat. Padahal kawasan hutan ini sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup yang berpengaruh juga terhadap sektor pertanian dan mencegah bencana. Inilah pentingnya fungsi hutan ke depan jangan hanya bisa menebang, namun tidak pernah menanam, sehingga melalui Bimtek ini diharapkan bisa merawat dan menjaga hutan lestari melalui gerakan menaman. Salah satunya melalui program Gerhan untuk merehabilitasi dan mengembalikan kondisi hutan agar terus berkelanjutan. “Karena itu, bantuan Bang Pesona yang diberikan agar dipergunakan dengan baik, sehingga melalui bantuan bibit pohon yang diberikan juga bisa terus ditanam untuk memulihkan kondisi hutan rakyat,” harap Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu.

Apalagi selama pandemi Covid-19, disebutkan M-U sudah menghancurkan pondasi ekonomi masyarakat, sehingga melalui sektor pertanian ini diharapkan terus memberi kontribusi untuk menjaga ketahanan pangan atau minimal ketahanan pangan rumah tangga masyarakat di Bali. Karena itulah, M-U meminta agar terus ditekuni sektor pertanian dan perhutanan sosial ini dengan baik, karena ke depan akan terus dibantu untuk menggalakan sektor pertanian termasuk perhutanan sosial di Bali. “Ini hal riil yang harus dikerjakan untuk memperkuat ketahanan pangan kita. Untuk itu semua peserta Bimtek diharapkan Bimtek ini bisa diikuti dari awal hingga berakhir, karena ada manfaatnya bagi kita semua ke depan. Saya akan selalu menjembatani bantuan dan program aspirasi nantinya di tingkat pusat melalui APBN,” pungkas M-U. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img