Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaMade Urip Lanjutkan Bimtek Hortikultura di Pupuan, Ajak KWT Manfaatkan Lahan Pekarangan

Made Urip Lanjutkan Bimtek Hortikultura di Pupuan, Ajak KWT Manfaatkan Lahan Pekarangan

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Lahan Pekarangan sebagai Pangan dan Obat Keluarga” putaran keempat di Kampung Kopi Camp, Kecamatan Pupuan, Tabanan, pada Rabu (23/8/2023). Ketua DPP Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, melanjutkan turun ke bawah (Turba) bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura, Kementerian Pertanian. Agenda Bimtek Ditjen Hortikultura kembali berlangsung di Tabanan, yang diawali dari Kabupaten Bangli dan Gianyar yang digelar secara maraton selama lima kali di seluruh Bali. Kedatangan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga didampingi bakal calon Anggota DPRD Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari alias “M-U”, bersama Ditjen Hortikultra, Kementerian Pertanian yang diwakili Fungsional Madya, Indra Husni, STP., MM., beserta Sekdis Pertanian Kabupaten Tabanan, Ir. I Made Suweta, MM.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., membuka Bimtek Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian di Penebel, Tabanan, pada Rabu (23/8/2023). (foto: ama)

Bimtek yang sengaja menyasar petani muda milenial di Tabanan ini, kembali mendatangkan dua narasumber dari BSIP Bali, Meilanie Ary Sandi) dan praktisi pertanian, I Ketut Punia. Ketua KWT Batusel, Ni Ketut Sariati, sebagai salah satu peserta Bimtek mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan ilmu dan wawasan melalui kegiatan Bimtek. Dikatakan wanita tani selama ini merasa sangat termotivasi untuk ikut menggeluti sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga. “Terima kasih Pak Made Urip bersama Ibu Usmantari. Kami sangat termotivsi sekali mengikuti Bimtek ini,” ujarnya. Di sisi lain, Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan yang diwakili Sekdis Pertanian Kabupaten Tabanan, Ir. I Made Suweta, MM., saat mendampingi Made Urip menyampaikan Bimtek yang kebanyakan diikuti oleh para KWT (Kelompok Wanita Tani) ini, diharapkan bisa memanfaatkan lahan pekarangan, khususnya untuk ketahanan pangan keluarga.

Oleh karena itu, semua lahan pekarangan bisa ditanam dengan produk lokal yang bisa bermanfaat untuk kebutuhan pangan keluarga. Disayangkan selama ini, masih sulit generasi muda diajak untuk terjun ke dunia pertanian, sehingga melalui konsep program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), juga bisa menggugah generasi muda untuk ikut menanam produk hortikultura. Selain itu, juga bisa digunakan untuk menanam tanaman semusim, termasuk tananam hias, obat-obatan ataupun dijadikan sebagai tempat rekreasi. Apalagi selama ini, program pertanian terus digenjot oleh Made Urip melalui berbagai bantuan aspirasi yang khusus diterjunkan di Tabanan. “Kita bersyukur ada Pak Made Urip yang langsung membawa bantuan ke Tabanan. Bahkan sudah tidak bisa terhitung lagi jumlahnya. Makanya kita harus bersyukur ada Pak Made Urip di Tabanan,” tandasnya.

1th#ik-067.11/8/2023

Hal senada disampaikan, Fungsional Madya, Ditjen Hortikultra, Kementerian Pertanian, Indra Husni yang menegaskan agenda Bimtek ini juga sebagai program untuk pengembangan kawasan pertanian yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga. Seperti untuk mengatasi kelangkaan Cabe berperngaruh terhadap inflasi yang harus dikendalikan melalui penanaman pangan yang juga bisa jual ke luar sebagai pendapatan ekonomi keluarga. Selain itu, dilakukan pemberdayaan UMKM dengan bantuan pengolahan dan pemasaran hasil hortikulura yang selalu didukung oleh Made Urup melalui penerapan teknologi melalui bantuan traktor dan lainnya. Di samping itu, juga ada bantuan saprodi dan benih unggul melalui fasilitasi aspirasi Made Urip yang bisa diajukan langsung oleh para kelompok tani.

Pihaknya juga berharap, agar kelompok tani selalu memperhatikan dampak perubahan iklim dengan gerakan menanam, terutama di Bali agar dijaga dengan baik. “Jangan sampai terjadi perubahan iklim karena bisa mengancam ketersedian air untuk pertanian. Saya harap masyarakat agar terus menanam,” paparnya. Di sisi lain, Mede Urip mengungkapkan bertatap muka dengan petani khususnya para KWT di Pupuan untuk menggenjot agenda Bimtek menjelang kegiatan putaran terakhir di Tabanan yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian yang khusus mengurus perut rakyat dan wong cilik atau kaum marhaen. Bimtek kali ini, juga untuk menambah kapasitas, menyiapkan SDM dan meningkatkan wawasan untuk memajukan sektor pertanian, terutama di Pupuan yang menjadi basis pertanian, khususnya perkebunan yang harus terus dijaga.

1th#ik-072.21/8/2023

Apalagi dikatakan, Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, menyebutkan hanya sektor pertanian yang tetap tumbuh positif, dan terbukti saat dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Gubernur Bali, Wayan Koster sudah mencanangkan sektor pertanian ini menjadi salah satu sektor unggulan, karena tidak bisa hanya mengandalkan sektor pariwisata saja yang rentan terhadap isu bencana dan penyakit. Oleh karena itu, para petani dan KWT di Bali diberikan kegiatan Bimtek yang menjadi ruang lingkup hortikultura, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk tanaman hias. Apalagi ke depan harus diupayakan one village one produk, agar satu desa bisa dikembangkan dan dipasarkan hanya satu produk di setiap desa yang dimulai dengan menyiapkan SDM melalui Bimtek tersebut.

Bahkan, tananam obat juga bagian dari hortikulura yang juga bisa dikembangkan dan bisa diakses dari program dan bantuan APBN untuk menenuhi kebutuhan petani untuk ditanam di lahan pekarangan keluarga. “Perlu juga dikembangkan kampung-kampung horti, seperti Kampung Manggis ataupun Kampung Durian,” beber M-U seraya berharap agar lahan pertanian di Bali bisa terus dijaga dan dilestarikan dengan baik, agar tanah produktif dan kelas satu tersebut tidak habis di luar kepentingan sektor pertanian. Apalagi disadari sudah ada ancaman krisis pangan dunia yang disampaikan oleh FAO sebagai Badan Pangan Dunia yang harus diantisipasi bersama ke depan. “Untuk itu mari ikuti Bimtek ini dengan baik untuk menjaga ketahanan pangan kita. Atau minimal bisa menjaga kebutuhan pangan keluarga,” pungkas M-U. ama/ksm/yar

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img