Bangli, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., membuka langsung Bimbingan Teknis (Bimtek) Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian di Pramana Zahill, Kintamani, Bangli, pada Minggu (20/8/2023). Kegiatan Bimtek putaran pertama yang khusus menyasar para petani dan KWT (kelompok wanita tani) di Kabupaten Bangli dan Gianyar ini, untuk kembali meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh, khususnya KWT yang akan digelar secara maraton selama lima kali di seluruh Bali. Kehadiran Ketua DPP Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, bersama Sesdit Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr.Ir. Mohammad Taufiq Ratule, M.Si., beserta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang diwakili Japung Penyuluh Pertanian, A.A. Sri Dipayani dan Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, Ni Kadek Sri Mulyani.

Bimtek Ditjen Hortikultura yang mengambil tema “Pemberdayaan Lahan Pekarangan sebagai Sumber Pangan dan Obat Keluarga” ini, dengan topik Budidaya Sayuran di Lahan Sempit Sumber Pangan Meluarga dengan narasumber dari BSIP Bali, Meilanie Ary Sandi) dan praktisi pertanian, I Ketut Punia dengan topik Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga. Seperti diungkapkan oleh peserta Bimtek dari KWT Mekar Buana Sari Desa Taro, Ni Ketut Fira Permadani mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Made Urip yang telah menggejot kembali kegiatan Bimtek, khususnya bagi para KWT yang ikut serta mempertahankan ketananan pangan yang dimulai dari pekarangan rumah tangga. Ditambahkan, Ketua KWT Tanjung Sari Kubu Bangli, NI Luh Yani Budisari berkata senada dan sangat antusias mengikut kegiatan Bimtek, sehingga sangat berterima kasih kapada Made Urip yang juga sudah menberikan bantuan P2L untuk mengembangan budidaya pertanian di pekarangan rumah tangga. “Bantuan ini dirasakan sangat bermanfaat untuk menambah pendapatan keluarga kami,” imbuhnya.
Sebagai tuan rumah kegiatan, Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ni Kadek Sri Mulyani mewakili Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli menyambut baik kehadiran Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, agar bisa lebih memantapkan hortikultura dari hulu ke hilir. Karena itu, pihaknya sangat berterima kasih kepada Made Urip yang telah mengkondisikan Bimtek yang telah memberikan manfaat sangat luar biasa. Disadari selama ini, para petani khususnya KWT di Bangli bisa mendapat angin segar, karena terus dibangkitkan oleh Made Urip dengan fasilitasi berbagai bantuan, sehingga akan terus didorong dengan beragam kegiatan dengan menggalakkan UMKM di Bangli. Oleh karena itu, melalui Bimtek ini diharapkan bisa digelar terus berkesinambungan, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung sektor pertanian yang terus diperjuangkan oleh Made Urip. “Kami juga harapkan para petani terutama KWT bisa menyerap ilmu yang diberikan lewat Bimtek ini, untuk memajukan kegiatan pertanian di Bangli,” bebernya.

Di sisi lain, Sesdit Hortikultura Kementerian Pertanian, Mohammad Taufiq Ratule, menyampaikan sektor pertanian yang paling menetukan pertumbuhan ekonomi, karena menyiapkan kesediaan pangan. Karena jika pangan tidak tersedia, maka akan sangat membahayakan bangsa dan negara yang dapat menimbulkan berbagai masalah baik ekonomi, sosial hingga politik. Dikatakan, sekitar 40 juta lebih penduduk di Indonesia masih bekerja sebagai petani, sehingga sekitar 70 persen sumber pendapatan keluarga dari sektor pertanian. Bahkan, pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh sekitar 13 persen per tahun, juga berkat sektor pertanian yang terbukti saat pandemi Covid-19 hanya sektor pertanian yang tetap bisa tumbuh dan bisa menyangga sektor lainnya yang tumbuh negatif. “Jaman Covid-19 tidak ada pengaruh terhadap para petani kita. Sehingga kontribusi para petani sangat besar, bahkan ekspor naik hingga 40 persen atau meningkat sekitar Rp600 triliun,” bebernya. Untuk itulah, Bimtek ini sangat penting dan diharapkan bisa terus didukung penuh oleh Made Urip untuk mengangkat SDM dan kapasitas petani dan penyuluh pertanian.
Inilah pentingnya peningkatkan SDM yang akan terus digenjot, sehingga program pertanian bisa berjalan baik dan maksimal. “Saya harap ikuti Bimtek ini dengan baik, Bapak Made Urip juga berharap setelah kegiatan ini ada perubahan kapasitas dan ada kegiatan pertanian yang dilakukan,” pungkasnya. Pada kesempatan itu, Made Urip menegaskan peserta Bimtek diikuti oleh para petani, khususnya KWT dari Kabupaten Bangli dan Gianyar yang lebih banyak kaula muda dan milenial telah membantah petani hanya umurnya sudah tua, namun ternyata sekarang sudah banyak anak muda yang masuk ke dunia pertanian. Oleh karena itulah, Bimtek yang bekerja sama Kementerian Pertanian ini, juga sebagai upaya untuk menangani persoalan pangan atau urusan perut rakyat atau wong cilik dan kaum marhaen. Jika pangan terganggu, maka stabilitas nasional juga akan terganggu sehingga harus dijaga tetap tersedia dan harga murah. Apalagi FAO sebagai Badan Pangan Dunia telah memberi peringatan terhadap ancaman krisis pangan dunia, akibat peningkatan jumlah penduduk yang semakin sulit terbendung. Selain itu, lahan pertanian juga terus berkurang dan beralih fungsi ke kepentingan lain dan berbuah beton. Jika hal itu terus terjadi, maka dikhawatirkan subak abian dan subak basah hanya akan menjadi kenangan.

Padahal sudah ada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang semestinya harus diterapkan dengan baik untuk mengendalikan alih fungsi lahan produktif. Ancaman krisis pangan lainnya, juga akibat perubahan iklim yang berpengarun terhadap produktifitas pertanian. Untuk itu, Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 di seluruh Indonesia ini, berharap agar ketahanan dan kedaulatan pangan bisa terus terjaga dengan memperkuat sektor pertanian, salah satunya melalui kegiatan Bimtek yang akan digelar secara maraton di Bali. Bimtek kali ini, juga untuk mengangkat pengetahuan teknis dan menambah ilmu para petani dan penyuluh pertanian yang akan terus dibutuhkan ke depan, sesuai program Kementerian Pertanian, terutama untuk menambah pertumbuhan ekonomi di desa. “Bimtek ini, khusus tentang hortikultura seperti sayur dan buah-buahan untuk memperdayakan petani meningkatan produktifitas khususnya sayur-sayuran dan buah lokal. Jadi tolong ikuti dengan baik dari awal hingga berakhir,” tandas M-U yang juga suami Ni Made Usmantari salah satu bakal calon Anggota DPRD Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan tersebut. ama/ksm/yar






