Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaEkonomi dan BisnisSejak Awal 2024, Pinjaman KUR BRI Melaju Kencang

Sejak Awal 2024, Pinjaman KUR BRI Melaju Kencang

Denpasar, PancarPOS | Minat masyarakat mendapatkan pinjaman atau kredit usaha rakyat (KUR) mulai bergairah pada awal tahun 2024 ini. Salah satunya terlihat dari realisasi penyaluran KUR di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang selama ini menjadi penyalur pinjaman terbesar dibandingkan bank lain. Jika ingin mengikuti jejak serupa, simak syarat dan cara pengajuan KUR BRI secara online maupun konvensional.

BRI mendapatkan kuota penyaluran KUR terbesar pada tahun 2024 yakni sebesar Rp165 triliun. Dari jumlah itu, BRI menyalurkan KUR senilai Rp59,96 triliun kepada 1,2 juta debitur sejak Januari hingga April 2024. Dengan demikian, pencapaian penyaluran KUR BRI setara dengan 36% dari target tahun 2024 ini. Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia, Supari mengungkapkan mayoritas KUR BRI disalurkan kepada sektor produksi, dengan proporsi mencapai 55,95%.

Secara umum, Supari menjelaskan strategi bisnis mikro BRI di tahun 2024 akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan. “BRI sebagai bank yang fokus kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi,” ujarnya kepada awak media, pada Minggu (18/8/2024). Supari mengakui BRI optimis dapat memenuhi penyaluran KUR untuk tahun 2024 senilai Rp165 triliun pada bulan September 2024. hal tersebut dapat tercapai dengan adanya percepatan graduasi atau upaya untuk membuat nasabah eksisting naik kelas.

Di sisi lain, penyaluran KUR juga didorong dengan perluasan jangkauan penerima baru. “Untuk tahun ini kami akan salurkan KUR kepada lebih dari 3,7 juta nasabah dari pipeline sebanyak 7 juta. Kami juga sudah siapkan nasabah-nasabah lama kami kurang lebih 2 juta kita akan naikkelaskan,” tambah Supari. Ia mengatakan BRI bersama pemerintah memiliki komitmen untuk mendorong para nasabah KUR naik kelas. Atas dasar tersebut, lanjut Supari, pemerintah memberlakukan aturan masa maksimal penerimaan KUR hingga penyesuaian bunga KUR.

“Dilakukan penyesuaian sehingga orang jangan nyaman KUR terus, tapi naik kelas. Siklusnya tidak boleh terus-terusan dan bunganya juga semakin naik mendekati komersial. Setelah itu didorong untuk percepatan graduasi,” tandas Supari. BRI memiliki berbagai jenis KUR pada tahun 2024 ini, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI. Penyaluran KUR tertuju kepada nasabah yang selama ini belum pernah mendapatkan pinjaman dari bank.

Ketiga KUR tersebut sama-sama menetapkan bunga sebsar 6% per tahun. Namun setiap KUR memiliki batas plafon pinjaman yang berbeda-beda. KUR Mikro, setiap debitur bisa mengajukan pinjaman maksimal Rp50 juta. Sedangkan KUR Kecil bisa mendapat pinjaman mulai dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta. Khusus KUR TKI, BRI akan memberikan biaya untuk keberangkatan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ke negara penempatan dengan plafon Rp25 juta. Wilayah penempatan TKI antara lain Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Tidak sulit untuk mengajukan KUR BRI. Nasabah bisa mengajukan KUR BRI dengan dua cara, yakni datang langsung ke kantor bank atau secara online.

“Ke bank bawa KTP, NIB (nomor induk berusaha), serta pernyataan bahwa usaha yang dijalankan telah berlangsung kurang lebih 6 bulan,” ungkapnya. tim/ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img