Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaMade Urip Galakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Kerta

Made Urip Galakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Kerta

Tabanan, PancarPOS | Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kembali digalakan oleh Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., yang kali ini menyasar krama desa adat dan pengurus STT yang dipusatkan di Desa Adat Kerta, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan pada Rabu, 14 Agustus 2024. Sosialisasi diikuti oleh ratusan krama desa adat lanang isteri, para pecalang, pengurus STT dan kelompok tani di desa setempat. Seperti biasanya, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digencarkan oleh Made Urip di seluruh daerah tersebut, didampingi tiga narasumber dari Kader “Lumutan” PDIP, yakni I Gede Suamba, I Nyoman Kartika dan I Wayan Gunadi.

Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Kerta, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan pada Rabu, 14 Agustus 2024. (foto: ist)

Selama sosialisasi itu, tampaknya semua krama desa adat bersama para generasi muda sangat antusias karena selama ini banyak yang belum begitu paham mengenai arti pentingnya 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka mengakui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang menghadirkan Made Urip itu sangat menginspirasi dan bermamfaat bagi generasi muda. Sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan dari Made Urip ini, disadari sangat membantu memperkokoh kesadaran masyarakat terutama dari generasi muda. Kegiatan ini sebagai bukti dari kiprah Made Urip yang sangat berperan dan selalu mensupport masyarakat dan generasi muda, salah satunya melalui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini.

Oleh karena itu, mereka mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang terus memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Apalagi Made Urip juga sangat rajin memberikan bantuan, selain sosialisasi 4 Pilar seperti ini. Made Urip juga bisa memberi wadah inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Untuk itu, mereka sangat mengapresiasi perhatian Made Urip yang telah memberikan pemahaman kepada seluruh krama desa adat dan pengurus STT terkait 4 Pilar Kebangsaan. Mengingat anak-anak muda sebagai regenerasi bangsa harus memahami 4 Pilar Kebangsaan ini. Ke depan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dari Made Urip ini, agar terus berlanjut untuk membekali diri krama desa dan generasi muda.

Pada kesempatan itu, Made Urip berharap sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang terus digagasnya ini tidak hanya dihapalkan saja, tapi juga harus diamalkan. Selain itu, implementasi 4 Pilar Kebangsaan itu, juga harus ditambah pemahaman ajaran Tri Kaya Parisudha yang menjadi kunci semuanya agar bisa terus berpikir, berkata dan berbuat yang baik dan benar. “Karena 4 Pilar Kebangsaan itu tidak akan ada artinya, jika tanpa ajaran Tri Kaya Parisudha. Jadi Harapan kita, agar generasi muda tidak ada yang kecanduan narkoba atau alkohol. Amalkan sekali lagi dan pahami itu semua untuk langsung diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” pintanya.

Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Kerta, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan pada Rabu, 14 Agustus 2024. (foto: ist)

Saat itu, Made Urip juga menegaskan agar para generasi muda yang tergabung di STT dan Karang Taruna perlu diberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Untuk itu, selaku Anggota DPR RI juga mengemban tugas sebagai Anggota MPR RI akan terus melaksanakan sosialisasi yang digagas oleh mantan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas (alm) untuk memperkuat pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ke seluruh tanah air sampai keluar negeri. Mengingat sangat banyak WNI (Warga Negara Indonesia) yang berada di luar negeri, seperti di Malaysia, termasuk di China, Eropa dan Australia yang jumlahnya jutaan bekerja di perusahaan swasta maupun pemerintah. “Jadi perlu diberikan pemahaman, tidak saja di Indonesia. Saya sampai ke luar negeri memberi sosialisasi kepada para pelajar di sana, karena ditugaskan memberikan pemahaman sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di sana,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Koperasi dan UMKM itu.

Selain itu, ditegaskan segmen kepemudaan di Bali yakni STT maupun Karang Taruna baik yang masih pelajar maupun mahasiswa diperlukan memahami 4 Pilar Kebangsaan ini, yakni Pancasila sebagai ideologi dan penuntun arah bangsa dan negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tuggal Ika sebagai semboyan negara. “Semua pilar ini harus diamalkan dan implementasikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan. Karena pemimpin sekarang kan tidak bisa terus menerus, sehingga perlu pengkaderan. Karena itu, generasi muda sebagai penerus bangsa mesti terus mengisi diri dengan intelektualitas terutama 4 pilar tersebut,” tandas Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini.

Terkait Pancasila dikatakan sebagai dasar dan ideologi negara yang sudah ditetapkan 1 Juni sebagai Hari Libur Nasional dan Hari Lahirnya Pancasila oleh Pemerintah. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus dilestarikan dan implementasi oleh seluruh lapisan masyarakat. “Nah, sekarang nilai-nilai itu lama kelamaan makin tergerus oleh arus globalisasi dan kepentingan yang bersifat pragmatis, sehingga mengalahkan nilai luhur Pancasila. Karena itulah harus digali kembali, seperti nilai budi pekerti bagi generasi muda. jadinya walaupun di desa para generasi muda harus mengisi diri dengan jalan menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu,” harap politisi senior Banteng asal Desa Tua, Marga, Tabanan Ini.

Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Kerta, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan pada Rabu, 14 Agustus 2024. (foto: ist)

Sedangkan mengenai UUD 1945 dikatakan sudah mengalami beberapa kali amandemen, sehingga terjadi berbagai perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya pemilihan presiden dan wakil presiden, termasuk gubernur dan bupati di daerah juga dipilih langsung. “Kalau dulu kan, dipilih oleh DPR secara top down kita tidak tahu. Tapi sekarang tidak bisa seperti itu, karena pemilihan langsung masyarakat harus tahu yang diplihnya. Jadi dulu seperti memilih kucing dalam karung, tapi bisa kucing garong yang terpilih,” jelasnya seraya mengatakan saat ini juga sudah ada lembaga negara, seperti KPK untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara karena dituntut oleh proses demokrasi agar bisa berlangsung jujur dan adil serta berkualitas. “Sekarang tuntutan itu sudah kita penuhi dan sekarang bagaimana menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara dari Sabang sampai Merauke,” sambungnya.

Ditambahkan, untuk menjaga NKRI harus dilakukan pembangunan secara merata di seluruh Indonesia, sehingga tidak dari gap dari Sabang sampai Merauke dengan membangun infrastruktur seperti jalan tol dan tol laut, agar bisa terhubung antara pulau dengan pulau lainnya. “Seperti di Papua dulu beli bensin harganya Rp80 ribu sampai Rp100 ribu perliter. Tapi sekarang di era saat ini harganya sudah sama di seluruh Indonesia, sehingga tidak ada tuntutan Papua Merdeka lagi. Jadinya keutuhan bangsa dan negara bisa terus terjaga, karena Pemerintah membangun negara dari pinggiran desa, karena jika desa itu kuat dan aman, negara juga akan kuat dan aman,” tandasnya.

Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., saat menyerahkan sejumlah dana tali kasih. (foto: ist)

Kembali ditegaskan, tidak ada negara yang sekaya Indonesia, karena terdiri dari 17 ribu pulau dan suku bangsa. Tapi meskipun berbeda suku, agama dan ras tetap jadi satu kesatuan, karena memiliki semboya Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu harus terus dipertahankan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Jadi generasi muda agar menjaga persatuan dan kesatuan itu sangat penting. Karena itu pentingnya pertemuan ini sebagai tugas konstitusi yang harus diberikan kepada generasi muda di seluruh tanah air. Adik-adik pasti sudah pernah diberikan di sekolah. Tinggal sekarang pemahamannya dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama nilai-nilai Pancasila yang digali oleh Bapak Proklamator, Bung Karno,” imbuh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, sembari menyerahkan sejumlah dana tali kasih. ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img