Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.

Sejarah Mencatat, Belum Ada Wakil Gubernur yang Naik Tahta Menjadi Gubernur Bali

Salah satu alasan utama adalah peran wakil gubernur yang cenderung kurang menonjol dibandingkan gubernur. Sebagai orang nomor dua, wakil gubernur kerap hanya berperan sebagai pendamping, bukan sebagai pemimpin utama dalam pemerintahan. Banyak keputusan strategis tetap berada di tangan gubernur, sehingga nama wakil gubernur tidak selalu terdengar di tengah masyarakat.

Selain itu, dalam setiap pemilihan gubernur, peta politik selalu dinamis. Partai politik, tokoh masyarakat, hingga kepentingan ekonomi sering kali lebih memilih figur baru yang dianggap lebih segar dan memiliki daya tarik politik yang lebih kuat. Hal ini membuat peluang wakil gubernur untuk mendapatkan dukungan sebagai calon gubernur menjadi semakin kecil.

1th#ik-030.1/8/2024

Faktor lain yang tidak bisa diabaikan adalah kekuatan politik di Bali yang memiliki dinamika unik. Beberapa gubernur sebelumnya, seperti Made Mangku Pastika dan Wayan Koster, bukanlah wakil gubernur sebelum mereka menjabat. Mereka datang dari jalur berbeda, baik dari kalangan birokrat, akademisi, maupun politikus yang sudah memiliki jaringan kuat sebelum mencalonkan diri.

Kini, bola panas ada di tangan I Nyoman Giri Prasta. Sebagai wakil gubernur yang baru saja dilantik untuk periode 2025-2030, ia memiliki waktu lima tahun untuk membuktikan bahwa sejarah bisa diubah.

Namun, tantangannya tidaklah mudah. Jika ingin mematahkan kutukan ini, ia harus lebih aktif tampil di hadapan publik, menunjukkan kepemimpinan yang kuat, dan membangun jaringan politik yang kokoh sejak dini. Popularitasnya harus melampaui bayang-bayang gubernur yang sedang menjabat, sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan oleh para pendahulunya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya