Denpasar, PancarPOS | Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam memperkuat penanganan sampah di Kota Denpasar. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Forum Semeton Karangasem Bali di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (7/4/2026).
Audiensi tersebut menjadi momentum strategis bagi Forum Sekar Bali untuk memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus memaparkan visi, misi, dan program kerja organisasi yang berorientasi pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berbasis sumber.
Dalam pertemuan itu, Sekar Bali menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pembangunan, termasuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah dari hulu.
Arya Wibawa menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat solusi atas persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Denpasar.
“Tentunya pertemuan ini kami sambut dengan baik. Pemerintah Kota Denpasar sangat terbantu dengan adanya organisasi yang berfokus pada isu lingkungan seperti ini, terutama dalam sosialisasi kepada masyarakat terkait pemilahan dan pengolahan sampah berbasis sumber,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan sampah telah menjadi salah satu prioritas utama pembangunan Kota Denpasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai mutlak diperlukan agar kebijakan yang dijalankan dapat efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Forum Sekar Bali, I Made Suniastha Amertha, menjelaskan bahwa audiensi ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga sebagai langkah awal membangun kolaborasi konkret dengan pemerintah kota.
Ia mengungkapkan bahwa warga Karangasem yang bermukim di Kota Denpasar mencapai sekitar 30 persen dari total populasi tertentu, sehingga memiliki peran strategis dalam menjaga kebersihan dan mendukung program pengelolaan sampah.
“Kami ingin turut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Denpasar. Kami juga akan mengimbau warga kami agar disiplin dalam memilah sampah dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Suniastha menambahkan, melalui kolaborasi ini diharapkan persoalan sampah di Denpasar dapat ditangani secara lebih sistematis dan partisipatif, dengan melibatkan kekuatan komunitas sebagai motor penggerak perubahan perilaku masyarakat.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa solusi atas persoalan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Denpasar diharapkan mampu keluar dari tekanan persoalan sampah dan menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. mas/ama/*






