Nasional

Siapa Ida Pedanda sebagai Dharma Adhyaksa PHDI?


Jakarta, PancarPOS | Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang akan melaksanakan  Mahasabha Oktober 2021 untuk memilih kembali pemimpin umat maupun menerima usulan perubahan AD/ART. Nampak perhatian terhadap pelaksanaan Mahasabha PHDI yang akan digelar secara virtual ramai diperbincangkan umat Hindu. Hal itu sebagai bentuk kepedulian umat Hindu agar memiliki pemimpin umat Pengurus PHDI Pusat Masa Bhakti 2021-2026 yang mampu membawa kemajuan Hindu. Dalam mengawal program PHDI Pusat dalam meningkatkan kualitas SDM umat Hindu, agar UNHI segera membuka Fakultas Kewirausahaan dan Fakultas Kedokteran, memanfaatkan SMA Bali Mandara bagi keluarga umat Hindu yang kurang beruntung, melakukan perbaikan sistem BDDN, dan ikut mendorong Candi Prambanan sebagai tempat suci bagi umat Hindu.

1bl#ik-21/8/2021

Setelah PHDI Pusat akhirnya memiliki gedung representatif berlantai empat di atas tanah seluas 220 meter persegi di Jalan Anggrek Nelly Murni Nomor 3 Slipi Jakarta Barat.  Gedung senilai Rp. 7,5 miliar lebih ini dipelaspas pada Purnama Sasih Ketiga, Minggu, 22 Agustus 2021 di usianya yang menginjak 62 tahun memiliki Gedung Kantor. Untuk itu, dibutuhkan kepemimpinan umat Hindu yang mampu melanjutkan Kepemimpinan Pengurus PHDI Pusat Periode 2021-2026, khususnya seorang Dharma Adhyaksa yang harus mampu menjaga keharmonisan diantara Sabha Pandita, Sabha Walaka dan Pengurus Harian. Kolaborasi Dharma Adhyaksa PHDI Pusat, Ida Pedanda Nabe Bang Buruan Manuaba dengan Ketum Pengurus Harian PHDI, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Sabha Walaka Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana, S.Ag pada periode sekarang ini 2016-2021, sudah berjalan dengan baik, segala keputusannya dilakukan sesuai dengan sastra (Veda).

1bl#ik-17/8/2021

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Parisada Hindu Dharma Indonesia Yanto Jaya, SH di Jakarta, Sabtu (28/8) bertepatan pada Perayaan Hari Raya Saraswati. Perhelatan agung PHDI yang meliputi Pesamuhan Agung dan Mahasabha harus didukung dan disukseskan oleh seluruh jajaran kepengurusan Parisada dan kelembagaan yang bernafaskan Hindu. Upaya itu dalam melahirkan pemimpin PHDI Pusat agar SDM umat Hindu mampu bersaing secara nasional dan global. Pada kesempatan itu pula, pihaknya mengharapkan Pengurus PHDI yang terpilih mampu menciptakan perdamian, kerukunan interen umat dan toleransi antar umat beragama. Dewasa ini, Parisada memiliki tiga komponen yaitu: (1) Sabha Pandita (SP); (2) Sabha Walaka (SW) dan (3) Pengurus Harian (PH). Pemimpin dari (1) adalah Dharma Adhyaksa yang memiliki wewenang menegur dan memerintahkan (2) dan (3).

1bl#ik-16/8/2021

Pemimpin (2) adalah Ketua Sabha Walaka sebagai lembaga “think-thanks” yang memberikan pertimbangan kepada (1) dan (3) serta menyiapkan bahan-bahan keputusan dan bhisama (1), dan pemimpin (3) adalah Ketua Umum Pengurus Harian PHDI sebagai lembaga eksekutif yang melaksanakan keputusan-keputusan dalam PA dan Mahasabha. Selama ini, kedudukan posisi Dharma Adhyaksa sejak awal diduduki oleh kalangan Ida Pendanda, karena sudah menjadi sebuah kesepakatan tidak tertulis dalam organisasi PHDI. Untuk itu, posisi Dharma Adhyaksa mendapatkan perhatian serius dalam menjaga Majelis Tertinggi Umat Hindu. Hal ini tercermin dari sejak awal pembentukan PHDI pada tahun 1959 sampai dengan saat ini Pimpinan Puncak PHDI selalu dijabat oleh Ida Pedanda, antara lain:

1bl#ik-13/8/2021

Masa Bhakti 1959-1961 yakni Pengurus Harian sebagai Ketua Ida Pedanda Gde Wayan Sidemen, Wakil Ketua I Gusti Bagus Oka, Sekretaris  Dr. Ida Bagus Mantra. Pengurus Harian Masa Bhakti 1961 – 1968, Ketua Umum Ida Pedanda Gde Wayan Sidemen dan Sekretaris Jenderal  Tjokorda Rai Sudharta, MA. Masa Bhakti 1968 – 1973 yakni Ketua Umum Ida Pedanda Putra Kemenuh, Sekretaris Jenderal Ida Bagus Gde Dosther, BA dan Bendaharawan I Gusti Ngurah Alit. Masa Bhakti 1973 – 1980 yakni Ketua Umum Ida Pedanda Putra Kemenuh, Sekretaris Jendra Ida Bagus Gde Doster, BA dan Bendaharawan  I Gusti Ngurah Alit. Masa Bhakti 1980 – 1986 yakni Ketua Umum Ida Pedanda Gde Made Pidada Keniten dan Sekretaris Jenderal I Wayan Surpha, SH. Pengurus Harian Masa Bhakti 1986 – 1991 yakni Ketua Umum Ida Pedanda Gde Ngurah Bajing, Sekretaris Jenderal Drs. I Gusti Ketut Adia Wiratmaja, Bendahara  I Made Muka.

1bl#bn-12/8/2021

Pengurus Harian Masa Bhakti 1991 – 1996 yakni Ketua Umum Ida Pedanda Putra Telaga, Ketua Harian Mayjen Pol (Purn) Drs. Made Sudiarta, Sekretaris Jenderal Drs. Ida Bagus Suyasa Negara dan Bendahara Umum  Ir. Ketut Kontra. Pengurus Harian Masa Bhakti 1996 – 2001 yakni Ketua Umum Ida Pedanda Putra Telaga, Ketua Harian Letjen TNI (Purn) Putu Soekreta Soeranta, Sekretaris Jendral  Drs. Ida Bagus Gunada, MSi, Bendahara Umum Drs. Putu Antara. Susunan Sabha Pandita Masa Bhakti 2001 – 2006 yakni Ketua Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Arimbawa. Susunan Pengurus Sabha Walaka. Ketua yakni Letjen TNI (Purn) Putu Soekreta Soeranta, Sekretaris Putu Alit Bagiasna, SM,Hk. Pengurus Harian sebagai Ketua Umum I Nyoman Suwanda, SH, Sekretaris Umum Adi Suripta, BA dan Bendahara Umum Drs. I Nyoman Budiarna.

1bl-bn#7/1/2020

PHDI Masa Bhakti 2006 – 2011, Susunan Sabha Pandita yakni Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa. Susunan Pengurus Sabha Walaka yakni Ketua Drs. I Ketut Wiana, M.Ag, Sekretaris Ir. Putu Wirata Dwikora. Pengurus Harian yakni Ketua Umum DR. Made Gde Erata, MA, Sekretaris Umum : Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana S.Ag, Bendahara Umum : Drs. I Nyoman Budiarna, MH. Susunan Sabha Pandita PHDI 2011-2016: Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa, Susunan Pengurus Sabha Walaka PHDI yakni Ketua Ir. Putu Wirata Dwikora, Sekretaris Dra. Gusti Ayu Astuti MS. Susunan dan Personalia Pengurus Harian PHDI yakni Ketua Umum : Tuan Mayjen TNI (Purn) S N Suwisma, Sekretrasi Umum Ir Ketut Parwata, Bendahara Umum Tuan Doctorandus Ida I Dewa Gede Ngurah Utama MM. Susunan Pengurus dan Personalia Sabha Pandita Harian PHDI Masa Bhakti 2016-2021 Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba (Badung, Bali) dan Sekretaris Ida  Rsi Bhujangga Waisnawa Lokanatha (Denpasar, Bali).

1bl#ik-21/7/2021

Susunan Pengurus Harian PHDI Masa Bhakti 2016-2021 yakni Ketua Umum  Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Umum Ir. Ketut Parwata, Bendahara Umum Drs. Ida I Dewa Gede Ngurah Utama, MM. Susunan Sabha Walaka PHDI Ketua Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana, S.Ag, Sekretaris I Nyoman Ariawan Atmaja, ST, MDM. mas/aya/ama

Berita Terkait

4 Comments

  1. apa bisa UHNI memajukan umat? jika pengelola semangat ngayahnya rendah atau agak lembut sedikit belom optimal? coba PHDI sebarkan intelejen ke unhi supaya tauw gimana sejatinya pengelola UNHI, pernah diaudit nggak sih UNHI? publikasikan donk kepada umat. masak UNHI kalah berkembang dg UNDIKNAS, unhi tanah gratis gedung banyak bantuan, smentara undiknas semua beli sendiri. dimana yg salah dg pengelolaan UNHI?

  2. siapapun pengurus PHDI, harus cek loyalitasnya kepada umat, orngnya harus mampu mengayomi semua umat Hindu Indonesia karena I dalam PHDI adalah Indonesia. jangan hanya jadikan PHDI untuk petantang petenteng untuk bergaining politik, sungguh2lah urus melayani umat, jangan maunya dilayani terus, mekipekan abedik mebayah, pengayah hrs bani layah. orang2 oportunis harus minggir dari lembaga umat khususnya PHDI dan lembaga di bawahnya termasuk UNHI. aset2 PHDI apa kabarnya yaaa? seingat sy RS darma yadnya di depan rumah sy saat didirikan itu sy baca di papan namanya RS milik PHDI, sekarang gimana yaaa? ada yg masih rungu dengan aset PHDI? jangan megarang jabatan aja yaaa…

  3. siapapun pengurus PHDI, harus cek loyalitasnya kepada umat, orngnya harus mampu mengayomi semua umat Hindu Indonesia karena I dalam PHDI adalah Indonesia. jangan hanya jadikan PHDI untuk petantang petenteng untuk bergaining politik, sungguh2lah urus melayani umat, jangan maunya dilayani terus, mekipekan abedik mebayah, pengayah hrs bani layah. orang2 oportunis harus minggir dari lembaga umat khususnya PHDI dan lembaga di bawahnya. aset2 PHDI apa kabarnya yaaa? seingat sy RS darma yadnya di depan rumah sy saat didirikan itu sy baca di papan namanya RS milik PHDI, sekarang gimana yaaa? ada yg masih rungu dengan aset PHDI? jangan megarang jabatan aja yaaa…

  4. Pemimpin dipilih karena kemampuannya. Siapapun yang dipandang mampu memimpin maka layak sebagai Dharma Adhyaksa. Bukan dilihat dari latar belakang keturunan dan pendidikan formal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close