Nasional

Krama Desa Kubutambahan Dukung Rencana Pembangunan Bandara Bali Utara


Buleleng, PancarPOS | Hari ini Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-92 dengan thema ” Bersatu – Bangkit ” pada 28 Oktober 2020. Semangat dan tekad Para Pemuda pada jaman itu mampu mempersatukan segala kekuatan yang ada pada masyarakat untuk mengusir penjajah sampai akhirnya Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945. Semangat dan tekat yang sama dilakukan oleh masyarakat Bali Utara sejak th 2009 memperjuangkan diri mereka dari himpitan kemiskinan dan ketertinggalan dari saudara-saudaranya masyarakat Bali selatan yang telah terlebih dahulu mengecap nikmatnya Kemerdekan sejati dengan limpahan rezeki dari devisa dolar.

1bl#bn-28/8/2020

Salah satu yang mereka perjuangkan adalah terbangunnya bandara baru di Bali utara yang diyakini mampu membangkitkan perekonomian mereka untuk mengangkat derajat rakyat miskin sebanyak 71 ribu orang menjadi masyarakat sejahtera dan merdeka secara financial. Jerih payah perjuangan tersebut saat ini sudah mulai mendekati kenyataan, yaitu setelah Kubutambaha dinyatakan lokosi terbaik dari 7 alternatif pilihan lokasi yang telah mendapat persetujuan dari Dirjen Perhubungan udara Kementerian Perhubungan RI yang ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali No.3 Tahun 2020 yang tertera pada pasal 29 ayat 2 huruf b.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka seluruh komponen masyarakat atau krama Desa Kubutambahan termasuk Kelian (Ketua Desa) Adat Kubutambahan menyambut baik secara antusias mendukung penuh rencana pembangunan bandar udara di daerahnya yang masih tersedia dan terhampar ribuan hektar tanah kering non produktif. “Lahan ini siap dipergunakan untuk bandar udara sepanjang memenuhi peraturan yang berlaku,” kata Jero Penyarikan (Sekretaris) Desa Adat Kubutambahan, Made Putu Kerta. Dengan dasar itu sepertinya pemerintah pusat akan segera mengeluarkan perizinan pembangunan bandara ini yang sepenuhnya dibiayai oleh Konsorsium Investor swasta tanpa membebani dana APBN/APBD, dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah – Badan Usaha) sesuai Perpres No.38 tahun 2015.

1bl-bn#5/1/2020

Dihubungi via telpon, I Gede Angastia selaku Ketua Pecalang sekaligus Tokoh Pemuda Kubutambahan dengan semangat bergelora menyatakan ini adalah momentum saatnya Kubutambahan harus bersatu dan bangkit untuk dapat menikmati kemerdekaan sejati. Di sisi lain, Antonius Senjaya Kiabeni, seorang tokoh penggerak masyarakat Bali utara, sekaligus Relawan Setia Jokowi, menyatakan telah mengikuti, memantau dan mengawal proses pengurusan perizinan bandara ini sejak 8 tahun lalu. “Prosesnya tetap mengacu pada koridor peraturan yang berlaku dan mengingatkan para pejabat ‘jangan main- main’ dalam memproses perizinan ini dan harus berpegang pada keadilan dan kepentingan rakyat banyak secara tulus dan ilhlas membangun Bali,” jelasnya.

Hal serupa, seperti diatas berkali kali pada berbagai kesempatan kami berjumpa Presiden Jokowi selalu dipesan khusus, agar betul-betul mendorong kelancaran pembangunan dan “mengingatkan” para pejabat yang menyimpang dari keinginan Presiden diatas. Secara terpisah, Siswaryudi Heru selaku Komisaris Utama PEMBARI (PT.Pembangunan Bali Mandiri) menyatakan bahwa atas seizin Kementerian Pethubungan RI pihaknya telah merintis dan mengerjakan Studi Kelayakan berikut Master Plan rencana Bandara ini tiada henti sejak tahun 2009, yang bersyukur hasilnya telah dinyatakan layak dan disetujui oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI.

1th-bn#1/2/2020

“Semoga semangat Hari Sumpah Pemuda ini tetap bergelora di hati para pemimpin dan masyarakat untuk selalu mengabdi membangun negeri termasuk rencana pembangunan bandara di Kubutambahan Bali utara,” katanya. tim/ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button