FHISIP Universitas Terbuka Gelar Studium General III, Angkat Peran UMKM Hadapi Persaingan Global Pasca Pandemi

Denpasar, PancarPOS | Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar kepada UMKM di Indonesia. Padahal UMKM memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional, sehingga UMKM mampu memberikan sumbangsih dalam pergerakan ekonomi negara. Salah satu upaya mempertahankan UMKM dalam menghadapi persaingan global pasca pandemi adalah pemanfaatan teknologi informasi digital. Universitas Terbuka (UT) sebagai institusi pendidikan sekaligus pelopor Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ), turut berkontribusi dalam mendorong sektor perekonomian Indonesia melalui kajian ilmiah, memotivasi para pelaku UMKM, dan membangkitkan potensi masyarakat umum, khususnya mahasiswa UT.

Oleh karena itu, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UT bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Pemerintah Provinsi Bali, dan UT Denpasar menyelenggarakan Studium Generale III secara hybrid dengan tema “Peran UMKM dalam Menghadapi Persaingan Global Pasca Pandemi” di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada Minggu (27/11/2022). “FHISIP-UT ingin membangkitkan kreatifitas UMKM serta meningkatkan potensi UMKM dalam bersaing di era globalisasi pasca pandemi,” ungkap Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Muhammad Husni Arifin, S.Ag., M.Si., Ph.D., seraya menyebutkan Studium Generale III menghadirkan Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M sebagai Kepala Daerah Provinsi Bali yang sangat mendukung UMKM Provinsi Bali, dan Ajik Krisna pengusaha sekaligus pemilik Krisna Oleh-Oleh Bali.
“Tak luput juga, kita akan menyimak sambutan dan apreasiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara Studium Generale III secara online,” bebernya. Acara ini dibuka secara langsung oleh Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Ketua MPR RI, H. Bambang Soesatyo, SE., MBA. menjadi key note speaker dalam acara ini. “Kita ketahui bersama beliau adalah dosen Prodi Ilmu Administrasi Bisnis FHISIP UT. Ke depan, FHISIP Universitas Terbuka akan terus melakukan program Studium General untuk memberikan pengtahuan dan inspirasi kepada peserta dalam rangka peningkatan perwujudan tri-dharma perguruan tinggi,” imbuhnya.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, menyampaikan akan terus berupaya meningkatkan potensi akademik dan non akademik mahasiawa agar mempunyai kemampuan kewirausahaan, sekaligus mendorong pelaku UMKM agar tetus tumbuh dan berkembang di dunia global pasca pandemi yang mulai bangkit. Dikatakan saat ini, UMKM mengalami kesulitan permodalan, sampai pemutusan hubungan kerja. Padahal UMKM menyerap tenaga kerja dan dunia usaha yang besar, sehingga sangat berdampak terhadap kemajuan negara. “Makin banyaknya wirausahawan, juga membangkitkan perekonomian negara. Karena itu, sektor UMKM harus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi pasca dampak pandemi ini dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti penjualan online sehingga tidak terdampak ekonomi,” ujarnya.
Disebutkan sekitar 27 persen menunjukan peningkatan penjualan, sehingga ke depan membutuhkan bantuan pemerintah mengenai pemanfaatan teknologi informasi. Untuk itu, UT yang sudah berstatus PTNBH harus mampu membuka akses 420 ribu mahasiswa yang tersebar di 500 kabupaten/kota dan 5 negara besar lainnya. “Apalagi sebagian besar di bawah 30 tahun di usia produktif sebagai alumni dengan beragam profesi yang diharapkan bisa berperan untuk ikut dalam pembangunan nasional,” paparnya. Melalui Stadium General ini, juga harapkan bisa meningkatkan kemampuan wirausahaan mahasiswa dengan mendatangkan Ketua MPR RI, H Bambang Soesatyo, dengan narasumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA., termasuk Gubernur Bali, Wayan Koster.

Selain itu, juga dihadirkan Pengusaha Bali, I Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna dan Dosen Universitas Negeri Yogyakarta, Adi Cilik Pierewan, M.Si., Ph.D. Di sisi lain, Ketua MPR RI, H Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bangsoet menegaskan di era saat ini menjadi pengusaha susah-susah gampang, karena hanya bermodal handphone sudah bisa membuat usaha melalui online. “Gampang sekali hanya bermodal handphone dan tanpa modal dan sangat mudah. Seperti Aji Krisna yang membuat usaha oleh-oleh, karena juga bekerja sama dengan home industri, sehingga sebenarnya hanya modal gedung saja,” tandas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu, seraya menegaskan prinsip usaha itu juga sangat mudah, yakni dengan membeli barang lebih murah dan menjual lebih mahal sebagai selisih pendapatan usaha. “Namun ternyata melalui penjualan online itu jauh lebih besar daripada penjualan konvensional,” ungkap Bamsoet.
Disadari setelah memasuki era pasca pandemi Covid-19 pemulihan ekonomi beransur-ansur membaik, bahkan semangat Gubernur Bali sudah tidak memakai masker, agar dari pandemi menjadi endemi. Untungnya pemulihan ekonomi juga lebih cepat dari negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Karena itu, ke depan perlu diwaspadai terkait kenaikan suku bunga perbankan, selain dampak resesi akibat perang Rusia dan Ukraina. Selain itu, akibat menurunkan daya beli masyarakat akan memaksa terjadinya PHK. “Tapi jangan takut PHK, karena lahirnya dunia digitalisasi sebagai kekuatan ekonomi dan sosial maupun politik baru ke depan. Anak-anak muda kita pasti bisa kalau kreatif untuk menghadapi ancaman resesi dan krisis global pasca pandemi Covid-19. Terutama sektor UMKM yang terbukti menjadi penyelamat setiap krisis melanda, sehingga kalau kita kreatif apapun bisa untuk mendapat uang,” pungkas Alumnus UT itu.

Secara daring, Menparekraf, Sandiaga Uno berharap generasi muda bisa memanfaatkan teknologi digital untuk membuka peluang usaha dan ekonomi kreatif, agar terus tumbuh berkembang, sehingga bisa bersaing di dunia global. Pada kesempatan itu, Wayan Koster selaku Gubernur Bali menegaskan Bali sangat unik dan bisa menjadi basis pengembangan ekonomi kreatif, seperti busana adat Bali melalui motif kain Endek Bali. “Jika ada pegawai hotel yang tidak memakai busana adat Bali harus saya tegur, karena juga menjadi unsur pemutar ekonomi Bali melalui sektor pariwisata. Kan gak kalah keren dan tidak kalah kualitas. Karena itu, harus gunakan produk lokal Bali dan jika dipasarkan untuk wisatawan, maka akan menjadi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan ke depan,” kata mantan Anggota DPR RI terpilih tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Oleh karena itu, ke depan Pemprov Bali akan terus mendorong branding Bali yang telah mendunia, sehingga orang Bali yang harus memanfaatkan branding ini, agar bisa melebar ke pelaku IKM dan UMKM di Bali. “Kelemahan brandingnya di situ, karena produk seperti China hanya menang kemasannya. Tapi itulah fasion produk, padahal dari isi produk Bali pastinya lebih bagus. Ini yang akan saya dorong,” tutup Gubernur Koster. ama/yar














