Ekonomi dan Bisnis

Layani Customer Serasa di Kantor BRI, Jurus Jitu Agen BRILink Kios Sari


Denpasar, PancarPOS | Agen BRILink merupakan layanan Laku Pandai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., atau BRI dengan menggandeng pihak ketiga sebagai agen dalam hal ini nasabah BRI. Agen BRILink memberikan berbagai layanan perbankan bagi masyarakat, baik nasabah BRI mapun non-nasabah BRI melalui pemanfaatan teknologi digital. Tujuan utama dari Agen BRILink adalah untuk memberikan pelayanan perbankan, khususnya kepada masyarakat yang belum terlayani oleh bank secara administratif (unbanked atau unbankable). Agen BRILink dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat. Namun dalam peningkatan jumlah jaringan echannel pada Agen BRILink bukan berarti tidak memiliki kendala. Meski mengalami peningkatan, produk BRILink tidak lantas langsung dapat diterima oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang masih awam terhadap fasilitas pembayaran di dunia perbankan. Dari sisi konsumen, bagi sebagian masyarakat memandang Agen BRILink sebagai produk yang memiliki kemudahan dan sangat menolong dalam memenuhi kebutuhan perbankan. Namun faktanya, tidak banyak masyarakat yang memahami kemampuan Agen BRILink dalam menggantikan fungsi bank konvensional, terlebih bagi yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi bank tersebut. Padahal melalui Agen BRILink, semua nasabah BRI, maupun masyarakat umum lainnya bisa mendapatkan pelayanan yang sama, seperti halnya layanan di Kantor BRI. Bahkan, layanan yang serasa di Kantor BRI menjadi jurus jitu bagi Anom Adi Parwita, pemilik usaha Kios Sari yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali yang memillih nyambi menjadi Agen BRILink sejak tahun 2016 silam. Melalui Agen BRILink Kios Sari, juga melayani nasabah maupun masyarakat umum dapat melakukan setoran tabungan, penarikan secara tunai serta melakukan transaksi pembayaran lainnya layaknya di Kantor BRI.

Agen BRILink Kios Sari, saat melayani pelanggannya. (foto: ama)

Perlu diketahui, bentuk Program Laku Pandai dari BRI ini, salah satunya telah menunjuk Agen BRILink Kios Sari sebagai salah satu nasabah yang loyal dengan berdomisili di daerah tertentu menjadi agen atau perwakilan bank dalam memberikan layanan perbankan yang saat ini, meliputi layanan menabung, transfer, membayar tagihan dan lainnya untuk masyarakat sekitar hanya dengan spanduk atau papan nama sebagai penanda lokasi program laku pandai. Agen BRILink kini mulai menjamur di pelosok daerah, terutama di pinggir-pinggir jalan raya. Keberadaanya menjadi perpanjangan tangan BRI kepada para nasabah atau masyarakat yang tidak dapat dijangkau, sehingga Agen BRILink tampaknya sudah menjadi pilihan usaha utama di masyarakat. Selain karena sudah dikenal luas, menjadi Agen BRIlink bisa menjadi sambilan tanpa harus mengesampingkan usaha utama. Seperti Agen BRILink Kios Sari yang berawal dari tawaran petugas atau Mantri BRI, makin memantapkan diri untuk mencoba menjadi Agen BRILink yang saat itu belum banyak diketahui masyarakat. “Saya di kios sambil jualan, juga nyambi menawarkan jasa transfer, beli pulsa, atau token listrik kepada customer yang belanja kios saya. Saya jelaskan juga kalau lewat Agen BRILink, customer tidak perlu antre, jadi transaksinya bisa lebih cepat,” kenang Anom sapaan akrabnya yang tidak menyangka saat itu, hanya bermodal awal cuma Rp1 juta menjalankan usaha sebagai Agen BRILink Kios Sari miliknya sangat cepat dikenal oleh masyarakat luas. “Customer saya tidak hanya seputaran Imam Bonjol, tapi juga dari daerah lain. Mereka datang transaksi sekalian belanja. Rata-rata saya bisa melayani 100 sampai bisa pernah 150 transaksi per hari. Namun yang paling sering transaksi transfer biasanya,” bebernya, saat ditemui, pada Jumat (26/4/2024).

Layanan keuangan tanpa kantor atau dikenal Laku Pandai tidak saja berhasil mendorong masyarakat mengakses perbankan. Keberadaan agen keuangan bank ini ternyata ikut membantu menghubungkan kerabat yang terpisah jauh, karena harus sekolah dan kuliah, atau pun bekerja di luar daerah. Anom menceritakan banyak pelanggannya merupakan pekerja serabutan dan buruh dari luar Bali, terutama dari Sumba dan Kupang yang melakukan transfer untuk keluarganya. Mereka biasanya akan mentransfer seminggu atau sebulan sekali pada waktu mendapat penghasilan atau gajian. Para pelanggannya ini, ternyata lebih senang menggunakan jasa layanan perbankan di kiosnya, dibandingkan harus datang ke bank maupun anjungan tunai mandiri (ATM) “Mereka senang kalau transaksi di sini, karena sama serasa layanan perbankan. Apalagi kapan pun mereka bisa datang ke sini. Mau pagi, siang sampai malam pun kami layani dengan senang hati,” ungkapnya. Anom mengaku sejak bergabung sebagai Agen BRILink sudah mendapat dukungan mesin EDC (Electronic Data Capture) dengan berbagai kemudahan fasilitas perbankan lainnya. Anom saat itu, juga masih menjalankan usaha kios Sembako yang tetap beroperasi hingga sekarang. Diakui peran sebagai agen jasa keuangan tersebut di luar bayangannya. Sama seperti agen yang lain hanya berpikir dapat membantu mempermudah masyarakat dan nasabah yang kesulitan mendapatkan akses perbankan menjadi nilai kepuasan tersendiri. Namun dari usahanya dengan modal nekat tersebut, justru sebagai Agen BRILink memperoleh keuntungan yang lebih besar ditambah dengan penghasilan dari toko Sembako yang tetap saling melengkapi. “Sekarang kan di era digital. Kalau mereka transfer uang, pastinya juga akan belanja Sembako,” tandas Anom.

Para pelanggan Agen BRILink Kios Sari, saat dilayani bersama karyawan Kios Sari. (foto: ama)

Dikisahkan Anom, dibalik kesuksesannya itu, juga banyak menghadapi berbagai kendala selama menjadi Agen BRILink. Salah satu permasalahan yang dihadapi dari penggunaan mesin EDC sebagai fasilitas pembayaran perbankan sangat ketergantungan terhadap kestabilan jaringan komunikasi (provider). Mesin EDC ini harus dapat berfungsi maksimal dalam mendukung keberhasilan suatu transaksi, apabila terdapat jaringan provider yang stabil. “Apabila jaringan mengalami gangguan, maka otomatis transaksi tersebut bisa terlambat atau malah gagal dan tidak berhasil,” paparnya. Faktor selanjutnya yang bisa mengganggu kinerja Agen BRILink, selain mesin EDC adalah masalah persaingan bisnis atau perebutan pangsa pasar, antara Agen BRILink dengan franchise atau toko retail, seperti Indomart, Alfamart, payment point online bank lainnya, atau agen laku pandai dari bank lain yang juga menyediakan fasilitas transaksi perbankan. Persaingan yang ketat di sebuah lokasi atau jangkauan pelayanan yang tidak terlalu berjauhan tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja Agen BRILink sebagai agennya yang mengoperasionalkan mesin EDC tersebut. “Masalah utama sebenarnya dari perilaku kita sebagai Agen BRILink harus bisa ramah dan selalu murah senyum, agar bisa memberikan layanan serasa di kantor bank,” tegasnya, sekaligus menceritakan akses menuju bank bagi penduduk kota sebenarnya sangatlah mudah dijangkau. Bank dan fasilitas ATM juga mudah dijumpai mulai dari ruko di depan komplek perumahan sampai di dalam kawasan swalayan. “Kondisi seperti itu, juga menjadi tantangan kita sebagai Agen BRILink di daerah perkotaan. Berbeda kondisi yang jauh di daerah-daerah pelosok pedesaan akan sulit menemukan kantor bank atau ATM di pinggir jalan. Makanya jurus kita paling jitu itu, adalah layanan yang diberikan harus serasa di kantor bank. Bila perlu bisa melebihi layanan di kantor bank yang sebenarnya,” sebut Anom.

Anom mengakui, jika keputusannya menjadi Agen BRILink sangat membantunya secara finansial, karena sangat banyak memberikan keuntungan sehingga kini sudah bisa membuka dua kios, sekaligus sebagai tempat Agen BRILink Kios Sari. Dari usaha nyambinya sebagai Agen BRILink ini saja, Anom bisa meraup keuntungan rata-rata minimal dari Rp10 juta, bahkan hingga 15 juta per bulannya untuk satu kios Agen BRILink. “Kuncinya itu, sebagai jurus jitu soal pelayanan yang utama, agar bisa serasa di kantor bank. Bagaimana kita membangun suasana kekeluargaan dengan customer, sehingga customer merasa nyaman dan datang lagi untuk transaksi dan belanja. Tempat atau lokasi yang strategis juga berpengaruh, dan jangan lupa juga daftarkan tempat usaha kita di Google Maps, biar semua orang bisa dengan mudah mencari lokasi usaha kita,” tegasnya. Di samping itu, selama menjadi Agen BRILink, Anom juga punya tips khusus dengan selalu konsisten dan memberikan pelayanan terbaik, karena tingginya kebutuhan pelangannya. “Kadang kala kan ada agen yang tutup, saat ada konsumen mau datang. Hal itu harus dihindari, sehingga kami selalu buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai pukul 22.00 WITA, dan pelanggan pasti sudah tahu jadwal itu,” terangnya. Bahkan, untuk memancing pelanggan semakin rajin menggunakan jasa perbankan dari Agen BRILinknya ini, juga mengadakan program berhadiah bagi pelanggan yang paling loyal dan terbanyak melakukan transaksi perbankan lewat Agen BRILink di Kios Sari. Hadiahnya bisa berupa televisi, handphone, sepeda gayung, jam dinding atau peralatan rumah tangga lainnya. “Kami mempersiapkan banyak hadiah bagi siapapun yang rajin datang dan selalu bertransaksi melalui Agen BRILink Kios Sari,” katanya, sambil menyerahkan hadiah untuk transaksi Agen BRILink kepada salah satu pelanggan setianya, berupa 1 unit televisi LED atau layar datar berukuran 32 inch. Salah satu pelanggan Agen BRILink Kios Sari, Ni Ketut Wenten mengakui layanan Agen BRILink Kios Sari layaknya datang ke Kantor BRI. “Di sini layanan sama kayak di bank, dan transaksi apa pun bisa. Bahkan ada hadiahnya juga, kalau paling sering bertransaksi di sini,” tandasnya.

Anom Adi Parwita (kiri), selaku pemilik usaha Kios Sari, saat menyerahkan hadiah televisi LED 32 inch kepada salah satu pelanggan setia Agen BRILink. (foto: ama)

Secara terpisah, Pemimpin Cabang BRI Gajah Mada, Yoggi Pramudianto Sukendro mengatakan Program Laku Pandai atau Layanan Perbankan tanpa kantor, seperti Agen BRILink Kios Sari, merupakan bentuk ekspansi bank dengan investasi berbiaya rendah. BRI bahkan lebih dulu menerapkan layanan ini dalam bentuk BRILink, sebagai bentuk evaluasi atas Program Laku Pandai BRI. Bahkan sudah mempublikasikan edukasi dan laporan mengenai kinerja BRI dalam program laku pandai ini. Agen Laku Pandai BRI dapat berperan sebagai ATM berjalan melalui mesin EDC sebagai mini ATM BRI dan melalui Handphone dengan mengakses *212#. Karena itulah, kehadiran Agen BRILink Kios Sari sebagai kontribusi nyata dari BRI untuk masyarakat. Bahkan jumlah Agen BRILink yang terus bertambah dan juga adanya kerja sama dengan Mantri dan Analis Kredit BRI, diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi mikro, salah satunya dalam hal penyaluran pinjaman melalui agen Mitra UMi BRILink. Agen Mitra UMi adalah agen yang fokus menyalurkan pinjaman ultra mikro ke masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam hal penyediaan modal usaha untuk menghindari praktik rentenir “Sebaran Agen BRILink tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat akan layanan perbankan serta dapat memaksimalkannya peluang bisnis dan membuka usaha,” jelasnya dikutip dari keterangan tertulis, pada Sabtu (27/4/2024). Dampak positif dari bertambahnya Agen BRILink terlihat dari jumlah transaksi yang menunjukkan tren selalu meningkat. Kenaikan jumlah transaksi tersebut menunjukkan bahwa Agen BRILink memiliki peranan yang sangat penting dalam roda perekonomian serta kehidupan masyarakat.

Sebelumnya, Regional CEO BRI Denpasar, Hery Noercahya mengatakan BRI Regional Office Denpasar senantiasa mendorong inklusi dan literasi keuangan, salah satunya dengan pengembangan Agen BRILink di wilayah Bali, NTB, dan NTT. BRI yang dikenal dengan biaya administrasi yang kecil dan tingkat suku bunga yang bersaing membuat masyarakat desa memilih menggunakan produk BRI. Sesuai dengan misi BRI, yaitu melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada UMKM untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat, memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance. BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia selalu berusaha untuk berinovatif dalam meluncurkan berbagai layanan jasa demi memenuhi kebutuhan para nasabahnya. Hal inilah yang mendorong BRI, juga meluncurkan beberapa produk layanan jasa untuk nasabahnya, misalnya EDC BRILink, kartu ATM, kartu Brizzi, phone banking, internet banking dan lainnya. Apalagi dari fakta yang ditemukan BRI, bahwa masyarakat kelas bawah sampai saat ini merasa segan datang ke kantor cabang perbankan. “Masyarakat kelas bawah lebih senang datang ke tetangganya yang berupa warung. Makanya, warung itu dikonversi menjadi cabang, itulah yang kita sebut Agen BRILink,” ucapnya. Lebih lanjut, dia menilai transformasi kantor cabang yang dilakukan perseroan, membuat volume transaksi keuangan hybrid perseroan tetap melaju dengan kencang di tengah pesatnya tren transaksi digitalisasi perbankan “Pasti orang sekarang merasakan transaksi digital, tapi sebenarnya beberapa transaksi yang melalui digital payment itu, ternyata kombinasi antara digital dan manual yang kita sebut hybrid,” pungkasnya. ama/ksm

Baca Juga :


Back to top button