Pariwisata

Akhir Tahun 2021, PUTRI Optimis Pariwisata Bali Kembali Bangkit


Denpasar, PancarPOS | Jelang akhir tahun 2021 pertumbuhan pariwisata Bali mulai menunjukan trend yang positif. Karena itu, Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Provinsi Bali I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha sangat optimis ektor pariwisata Bali mulai bangkit untuk mengangkat perekonomian di Pulau Dewata. Oleh karena, sektor pariwisata sudah menjadi andalan selama puluhan tahun, karena Bali sudah terkenal akan obyek wisatanya sebelum Indonesia merdeka sekitar tahun 1930-an. Selain itu, infrasturktur patiwisatanya pun sudah memadai berkelas internasional, SDM-nya handal termasuk sekolah bidang pariwisata juga siap.

1bl#ik-6/11/2021

Mengingat hal itu, Bali dijadikan percontohan nasional dan dunia dalam pengembangan pariwisata yang berjelanjutan. “Untuk itu, kebijakan pemerintah Bali tetap fokus terhadap patiwisata dalam mendukung pengembangan sektor andalan lainnya baik pertanian, industri kreatif lainnya,” ungkap Ketua Bali Enterpreneur Network (BEN) Bali itu, saat ditemui di POD Chocolate, Sanur, Denpasar, Selasa (23/11/2021) sore. Kecepatan pertumbuhan ekonomi pariwisata begitu pesat, jika dibandingkan dengan sektor lain. Pada masa pandemi Covid-19 memang pertumbuhan ekonomi Bali sempat tumbuh negatif dua digit. Namun pihaknya tetap optimis ekonomi pariwisata Bali akan segera pulih dengan mengikuti standard kesehatan (CHSE) sesuai protokol kesehatan, termasuk kesiapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

1bl#ik-5/11/2021

Beragam upaya dan langkah-langkah prokes sudah diikuti para pelaku industri pariwisata dalam menyambut kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik. Maka dari itu, diharapkan adanya kebijakan yang diterapkan memberikan kesempatan tamu luar negeri bisa masuk ke Bali pada musim liburan (holiday sesion) jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun ada rencana pemberlakukaan PPKM Level III ketika Nataru tentu mematahkan semangat pelaku pariwisata Bali yang sudah terpuruk hampir dua tahun. Sebaiknya, pariwisata Bali tetap dibuka dengan memperhatikan akurasi data terkonfirmasi Covid-19 dengat tepat. Sisi lain, masyarakat Bali sudah tervaksin rata-rata dua kali, Jika ada kenaikan bisa kembali berlakukan kebijakan pemberhentian aktivitas sementara.

1bl#ik-6/11/2021

“Toh juga, kebijakan rem mendadak itu sudah sering diberlakukan, tapi kalau tidak pernah jalan dan direm terus ini yang menjadi kesulitan bagi pelaku pariwisata,” ungkapnya. Pada kesempatan itu, ditegaskan, pemerintah mempunyai prosedur atau SOP mitigasi selama pandemi Covid-19 sehingga ada pedoman bagi wisatawan yang datang ke Indonesia. Bila aturan bagi wisatawan memberatkan tentu calon wisatawan batal ke Bali atau beralih ke daerah dan negara lain yang lebih mudah menerimanya. Untuk itu, peluang penerimaan wisatawan musim liburan itu dapat dikelola dengan bijak tanpa mengorbankan resiko gelombang ketiga Covid-19. aya/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close