Gaya Hidup dan Kuliner

“TW Kripik Singkong” Camilan Berkelas dan Menggoda Selera

Segera Launching Produk "Kacang Mente Bali"


Denpasar, PancarPOS | Anak Agung Galuh Wulandari yang akrab disapa Gek Wulan mencoba mengembangkan produk olahan singkong yang diberi nama “TW Kripik Singkong“. Bisnis kuliner ini, bermula dari awal tahun 2016 dengan membuat usaha dari bazar acara kantor yang lama-lama karena banyak peminatnya ingin membangkan usaha makanan camilan khas Nusantara itu.

Produk olahan Singkong Arjuna Hitam yang diberi nama “TW Kripik Singkong”. (foto: ist)

Tujuannya juga untuk mengangkat nama kripik singkong menjadi produk yang berkelas dengan tampilan kemasan lebih modern dan kekinian yang dibandrol hanya Rp25 ribu setiap 250 gram. “Kripik singkong itu kan biasa ya, tapi kita punya dari jenis singkong yang berbeda dengan kemasan dan bentuk kripik yang berbeda juga. Biasanya kan hanya bulat-bulat, tapi yang ini diiris slice, sehingga tampil lebih cantik dan berkelas untuk dipakai oleh-oleh,” ujar Gek Wulan, saat ditemui di Denpasar belum lama ini.

Ia pun mencoba menawaran tiga varian rasa kripik singkong dari awalnya balado, jagung bakar dan original. Namun sejalan waktu para penggemar dan pelanggan TW Kripik Singkong lebih menyukai dan memilih rasa original, karena rasanya yang lebih gurih dan menggoda selera. “Produk kita bukan berasal dari tepung yang diolah, tapi benar-benar singkong asli. Jadi sangat aman dan baik bagi kesehatan,” beber pengusaha yang juga sebagai Anggota Kadin Bali itu.

1th#ik-4/12/2022

Bahkan, singkong yang digunakan juga tidak bisa sembarang, karena jenis singkong sangat banyak. Jadi kendalanya masih sangat sulit mencari jenis Singkong Arjuna Hitam di Bali, sehingga harus didatangkan dari luar Bali, khususnya dari Pulau Jawa. “Kami harus ngambilnya (Singkong Arjuna Hitam, red) ke Jawa. Inilah yang menyebabkan produksi kadang-kadang terbatas hanya 10Kg, kadang juga hanya bisa 3Kg. Gak bisa terus produksi jadinya. Kalau dari bahan tepung kan gampang dan terus bisa produksi. Kendala kami di situ saja,” tegasnya.

Dikatakan, permintaan pasar penjualan saat ini, masih merambah wilayah Denpasar, padahal sebelum pandemi Covid-19 sempat dikirim ke luar Bali, khususnya ke daerah DKI Jakarta. Trik pasar agar mudah laku, biasanya dijajakan di kegiatan bazar, seperti Bazar UMKM Kadin Bali yang digelar perdana di depan Bajra Sandhi, Lapangan Renon, Denpasar, pada Minggu, 18 Desember 2022.

1th#ik-14/8/2022

Selain itu, pelanggan yang menyukai TW Kripik Singkong bisa lebih mudah mendapatkannya di toko oleh-oleh atau lewat pemesanan langsung lewat outlet store baru yang berlokasi di seputaran Jalan Tukad Badung, Denpasar. “Kita rencananya buka outlet baru di tahun 2023 ini,” ungkapnya, seraya menyebutkan, saat ini dalam sehari tidak bisa terlalu banyak memproduksi kripik singkong. “Kita tidak bisa terlalu banyak memproduksi kripik singkong ya. Tapi kita sesuaikan dengan permintaan pasar,” jelasnya.

Rencana ke depan akan mengembangkan usaha dengan mengembangkan produks baru yang diberi nama “Kacang Mente Bali” yang akan dilaunching tahun 2023 mendatang. “Biar ada varian lain, karena ada orang yang tidak terlalu suka singkong, maka bisa mencoba diganti dengan kacang mente,” tutup Gek Wulan. ama/ksm

Berita Terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan


Back to top button