Ekonomi dan Bisnis

Distan Pangan Bali Target Skor PPH di Urutan Atas Nasional


Denpasar, PancarPOS | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Provinsi Bali menggelar bimbingan teknis (Bimtek) analisis konsumsi berbasis pola pangan harapan (PPH) yang diikuti bagian konsumsi distan pangan kabupaten kota se-Bali di Hotel Puri Ayu Denpasar, Senin (20/9/2021). Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Distanpangan Provinsi Bali I Nyoman Suarta, menjelaskan bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi para analis konsumsi dalam mengolah data yang akurat.

1bl#ik-21/8/2021

Birokrat asal Klungkung ini menargetkan skor PPH di Provinsi Bali berada diurutan atas secara nasional. Mengingat Bali tergolong Provinsi yang tingkat keanekaragaman konsumsinya sangat baik. Menurutnya keberagaman konsumsi penduduk Bali tidak terlepas dari padatnya aktivis adat dan keagamaan. “Bali itu kan banyak hari raya, jadi banyak surudan sisa upacara yang bisa dimakan berupa buah dan daging,” jelasnya, seijin Plt. Distan Pangan Provinis Bali I Ketut Lihadnyana.

Pada kesempatan yang sama Analis Ketahanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI Sugiatmi menjelaskan, para peserta dilatih untuk mengumpulkan data berbasis aplikasi yang telah dirancang oleh Badan Ketahanan Pangan. Kata dia, PPH merupakan instrumen untuk menilai situasi konsumsi pangan wilayah yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan kebutuhan konsumsi pangan ke depan, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan preferensi konsumsi pangan masyarakat.

1bl#il-10/9/2021

Data primer, lanjut Sugiati diolah berdasarkan data dari badan pusat statistic (BPS) kemudian barulah diolah untuk mengetahui keberanekaragaman konsumsi msyarakat diseluruh kabupaten kota se-Bali. Data tersebut bertujuan membantu para kepala daerah untuk menentukan arah kebijakan dibidang konsumsi sehingga kesehatan masyarakat meningkat terutama untuk mencegah stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak.

“Data berbasis aplikasi ini akan menjadi acuan bupati walikota atau gubernur dalam menentukan arah kebijakan dibidang pangan” kata Sugiati. Pada kesempatan itu Wanita berhijab ini memaparkan materi. Metodelogi dan pengolahan data konsumsi pangan. ede/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close