Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Maraton Perkuat Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan di Desa Blumbang


Tabanan, PancarPOS | Usai digelar di Desa Tengkudak Penebel Tabanan, Sabtu (17/4/2021) sore, Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., secara maraton kembali menggaungkan kembali Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kantor Desa Blumbang, Kerambitan, Tabanan, Minggu (18/4/2021) sore. Pada kesempatan itu, hadir Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan Ir. I Ketut Arsana Yasa alias Ketut Sadham yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kerambitan, beserta Struktur partai dari PAC hingga Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Kerambitan bersama pengurus STT se-Desa Blumbang dengan dua narasumber Ir. I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika. Seperti biasanya, Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, menyerahkan sembako berupa beras 5 Kg dan paket mie instan serta uang tali kasih untuk seluruh peserta yang hadir dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

1bl#ik-15/4/2021

Kehadiran Made Urip disambut langsung Perbekel Desa Blumbang, drh. I Ketut Dyana Putera yang sangat merespon positif sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di era milenial. Karena itu, mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah hadir memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, karena kesempatan seperti ini sangat jarang sekali. Sebagai warga desa juga sangat membutuhkan pemahaman wawasan kebangsaaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama akibat Medsos (media sosial) sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya generasi milenial, sehingga perlu penguatan kembali pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. “Ke depan diharapkan Pak Made Urip bersama Pak Ketut Arsana Yasa, agar terus hadir dan bekerjasama membantu pembangunan di Desa Blumbang. Apapun aspirasi masyarakat mohon dibantu dan bagi generasi muda tolong materinya dipahami dan dicamkan untuk pembangunan di Desa Blumbang,” tegasnya.

1bl#ik#13/4/2021

Di sisi lain, Ketut Sadham sangat kagum oleh sosok senior partai, Made Urip yang tetap hadir di tengah-tengah pandemi Covid-19. Apalagi sudah dua kali membawa bantuan sembako kepada masyarakat. Menurutnya Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, juga sangat tepat diberikan bagi generasi muda, karena informasi di media sosial yang makin marak akan sangat merugikan jika pemahaman masyarakat tidak dibingkai dengan 4 Pilar Kebangsaan. Apalagi generasi muda akan melanjutkan pembangunan secara utuh, sehingga harus paham dan yang terpenting implementasinya di masyarakat. “Karena pengamalannya ini sangat penting, jadi agar jangan hanya dipahami saja. Saya berharap generasi muda setelah mengikuti 4 Pilar Kebangsaan ini menjadi pejuang di Medsos melawan radikalisme. Bersyukurlah juga dibagikan buku oleh Pak Made Urip, selain bisa dipakai untuk matakuliah Kewiraan, juga tolong dibaca-baca, karena ilmunya sangat penting,” bebernya.

1bl#ik#13/4/2021

Sementara itu, Made Urip mengakui berkat gagasan inisiatif Ketut Sadham bisa menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Blumbang, sekaligus sebagai tugas sebagai Anggota MPR RI. Apalagi 4 Pilar Kebangsaan ini wajib dipahami oleh generasi muda, sehingga betapa pentingnya 4 Pilar Kebangsaan ini ditanamkan termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, seperti Malayasia, Hongkong, Australia hingga ke negara Eropa. “Dalam buku yang dibagikan sudah lengkap terkait Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Salah satu materi untuk lolos CPNS adalah wawasan kebangsaan. Makanya harus dibaca-baca agar paham dan bisa diimplementasikan di masyarakat,” beber Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup yang sangat konsen membantu dan memperhatikan generasi milenial tersebut.

1bl#ik-11/4/2021

Dijelaskan, terkait Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dicetuskan pertama kali oleh Ketua MPR RI, Taufik Kiemas (alm), karena melihat kondisi bangsa yang terus mengalami degradasi dan rongrongan dari luar dan dalam negeri. Karena itu seluruh anggota MPR RI wajib sekarang mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaaan untuk menambah wawasan berbangsa dan bernegara seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, jika tidak diperkuat dengan 4 Pilar Kebangsaan bisa terjadi perpecahan dan disintegrasi bangsa yang seharusnya terus dijaga bersama. Karena itu, poin-poin 4 Pilar Kebangsaan ini harus diimplementasikan dan dintonjolkan di tengah-tengah masyarakat yang harus diberikan secara terus menerus. “Sentuhan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai alat pemersatu bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” papar Made Urip. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close