Hukum dan Kriminal

Direktur RSUD Payangan Bantah Tangani Pasien Tidak Sesuai SOP


Gianyar, PancarPOS | Pelayanan RSUD Payangan, Gianyar mendapat sorotan oleh postingan di media sosial (Medsos) terkait dengan luka jahitan salah satu pasien berinisial NS, laki-laki berusia 59 tahun yang diduga telah telah ditangani tidak sesuai dengan SOP (Standar Prosedur Operasional). Terkait tuduhan itu, Direktur RSUD Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, S.Ked., M.Si., membantah  penanganan pasien NS tidak ditangani sesuai dengan SPO yang ada, sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut dengan sarana yang lebih memadai untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang bedah saraf yang dirujuk konsulkan.

1bl#ik-019.1/4/2024

Perlu diketahui, pasien NS, merupakan korban kecelakaan lalu lintas yang diterima di UGD RSU Payangan (tanggal 16 Maret 2024) dalam keadaan penurunan kesadaran dan gelisah (GCS E2V2M5). Pada pasien ditemukan luka multipel pada kepala, wajah, tangan dan kaki. Berdasarkan pemeriksaan oleh dokter yang bertugas serta konsulen Bedah yang bertugas saat itu, kemudian dilakukan penanganan kegawat daruratan dengan mengutamakan penanganan suspek cedera kepala yang dialami oleh pasien guna penyelamatan nyawa pasien (Primary Survey).

“Semua sudah sesuai penanganan dan SOP medis, namun yang dikomen masyarakat adalah luka jarinya, padahal Primary Survey atau yang harus ditangani pertama adalah fraktur cedera kepalanya yang life threatening,” ujarnya, saat dikonfirmasi, pada Senin (18/3/2024). Ditambahkan, tindakan yang dilakukan merupakan SOP medis dikarenakan pada kondisi ini penanganan mengutamakan penyelamatan nyawa yang disebabkan oleh kecurigaan adanya perdarahan intra kranial akibat cedera kepala (suspek Fraktur Basis Cranii), dan penanganan luka lainnyaakan dilakukan lebih lanjut setelah kondisi kegawatdaruratan tersebut tertangani.

1bl#ik-016.1/3/.2024

Selanjutnya, pada pasien dilakukan rujukan ke fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjut untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang Bedah Saraf, monitoring, dan evaluasi lanjutan untuk pelayanan kondisi pasien. “Jadi dapat kami sampaikan bahwa penanganan Primary Survey pasien tersebut sudah memenuhi keseuaian dengan SPO dalam bidang kegawat daruratan,” tegasnya sambil menambahkan jahitan di jari sifatnya situasional satu dulu buat mencegah perdarahan. Sampun spesialis Bedah DPJP yg bertugas menginstruksikan sesuai prosedur yang berlaku sesuai keilmuannya. Kita hormati. Astungkara pasien stabil.

dr Gusti Ngurah mengatakan, dirinya bersama Tim Pelayanan RSUD Payangan dengan adanya informasi ini pihaknya sangat mengapreasiasi perhatian masyarakat, sehingga berupaya mendapatkan informasi yang sejelas jelasnya mengenai pelayanan dimaksud, sehingga dirinya bisa lebih meningkatkan pelayanan RSUD Payangan. “Kami sangat concern dan menyampaikan apresiasi atas atensi yang tinggi dari masyarakat demi perbaikan pelayanan kami di masa yang akan datang. Kami pun terbuka kepada seluruh Masyarakat dalam menyampaikan masukan membangun melalui media yang sudah kami sediakan atau disampaikan secara langsung ke petugas di Rumah Sakit,” pungkasnya. tra/ama

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button