Politik dan Sosial Budaya

M-U Bagikan Bantuan Bibit Durian Musangking, Jadikan Desa Wanagiri “Kampung Duren”


Tabanan, PancarPOS | Potensi besar dari basis kewilayahan komoditas pertanian di Bali terus digenjot oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si dengan menyerahkan bantuan 500 bibit Duren atau Durian Musangking kepada Kelompok Tani Pembudidaya Tanamam Duren Kembang Sari. Bantuan tersebut dibagikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, saat penanaman bersama bibit durian di Desa Wanagiri, Selemadeg, Tabanan, Minggu (10/10/2021). Safari politik Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPRI yang akrab dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tatap muka dan berdialog dengan para petani pembudidaya tanamam durian yang berlangsung di Balai Banjar Babakan, didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Made Suardika alias De Koan, bersama Kadis Pertanian Tabanan Ir. I Nyoman Budana, MM., Camat Selemadeg dan undangan lainnya. Usai menerima bantuan, Ketua Kelompok Tani Kembang Sari I Wayan Wirta mengakui berkat Made Urip mendapat bantuan bibit Durian Musangking. “Kami dari kelompok tani hanya bisa memberikan ucapan terimakasih kepada Bapak Made Urip yang tidak pernah melupakan kami sebagai petani,” ujarnya.

1bl#ik-21/8/2021.

Pada kesempatan itu, Kelian Dinas Banjar Babakan I Made Mardiana beserta Perbekel Desa Wanagiri, I Wayan Surata ikut menyambut kehadiran Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu. Mewakili warga Desa Wanagiri, Wayan Surata menegaskan bantuan bibit durian ini, difasilitasi “satu jalur” dan sudah dirasakan akan sangat bermanfaat bagi warga desa. Apalagi kelompok tani mendapat bantuan sesuai dengan program desa di masa pandemi Covid-19 yang mayoritas masyarakat menggeluti sektor pertanian. “Ini membuktikan wakil rakyat kita sudah berjuang, meskipun di masa pandemi Covid-19. Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Made Urip atas bantuannya, sekaligus berharap agar dampak pandemi Covid-19 bisa segera berlalu,” tandasnya. Di sisi lain, Kadis Pertanian Tabanan Nyoman Budana, mengakui bantuan ini prosesnya seperti jalan tol, karena dalam satu bulan sudah bisa dibantu, karena difasilitasi langsung oleh Made Urip di tingkat pusat. Dikatakan bantuan dari program “Kampung Durian: ini, hanya sebagai stimulus bantuan awal dan bantuan bibit termasuk pupuk dan lainnya segera mengusul.

1bl#il-10/9/2021

“Bantuan ini ada, karena ada yang memperjuangkan. Ini karena ada Pak Made Urip yang membantu bibit duren di desa ini, karena sangat berpotensi mengembangkan durian. Termasuk juga bantuan bibit manggis juga segera difasilitasi. Jadi tanpa ada yang memprogramkan dan memperjuangkan bantuan ini akan sangat sulit didapatkan, sehingga harus dirawat dan juga dipertanggungjawabkan nanti,” tegasnya. Sementara itu, De Koan berharap bantuan dari Made Urip ini bisa memajukan masyarakat di Desa Wanagiri dengan memanfaatkan dan mengelola lahan pertanian dengan baik dan optimal. Seperti melalui bantuan durian yang diberikan Made Urip dari tingkat pusat ini, agar ditanam dan dirawat dengan baik, apalagi di situasi masa pandemi Covid-19. “Akibat pandemi APBD Tabanan sudah defisit Rp150 miliar, sehingga tidak mampu lagi secara maksimal mendukung sektor pertanian ini. Untung ada bantuan dari Pak Made Urip, sehingga masyarakat bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Jadi gunakan bantuan ini dengan baik,” pungkasnya.

1bl#ik-21/7/2021

Di sela-sela tatap muka tersebut, Made Urip menyampaikan bantuan ini sebagai gerakan menanam dari program pusat untuk membangun kampung buah, seperti durian dan manggis. Politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan yang biasa disapa M-U itu, juga menyadari kebutuhan buah masih sangat luar biasa di masa pandemi Covid-19, karena memegang peranan yang sangat penting yang dibutuhkan tubuh. “Ini sebagai kebutuhan yang akan saya berusaha bantu dan untuk membangkitkan potensi yang ada dengan mewilayahkan komoditas,” kata M-U, seraya menjelaskan misalnya di Desa Wanagiri bisa dikondisikan sebagai Kampung Duren dengan wilayah brand Durian Musangking ke depannya untuk menggencarkan program one village one product, sekaligus memajukan daerah dengan konsep agrotourism. “Cuma harus diperbaiki infrastruktur dan SDM-nya, nanti akan kita dorong baik dari sisi program dan angggarannya. Jangan sampai tidak ada brand di desa. Jika ada yang ingin cari durian harus ke Wanagiri. Harus seperti itu ke depan,” bebernya.

1th-ksm#5/2/2021

Apalagi disebutkan, saat ini makin banyak generasi milenial yang menekuni sektor pertanian yang sudah sukses, seperti Petani Muda Keren. Untuk itu, pihaknya mengajak terus mendorong generasi muda untuk menekuni sektor pertanian, seperti dengan memberikan bantuan bibit karena akan memberi kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian negara. “Karena itu mari bekerjasama terus ke depan untuk memperjuangkan program dan bantuan pertanian ke depan. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu,” tutup Made Urip, seraya mengakhir kunjungan kerjanya dengan kegiatan panen dan tanam bersama bibit sayuran milik Kelompok Wanita Tani (KTW) Taru Sari Giri di Banjar Pajahan, Desa Wanagiri, Selemadeg, Tabanan. Menerima kehadiran Made Urip tersebut, Ketua KWT Taru Sari Giri Ni Made Emik Dwijayanti yang ikut menyambut rombongan terus berupaya mengucapkan terimakasih, karena sudah dua kali diberikan bantuan dana stimulus dari program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). “Kami ucapkan rasa terimakasih kepada Bapak Made Urip, karena dari tahap penumbuhan kami diberikan bantuan senilai Rp50 juta dan untuk tahap pengembangan ditambah lagi bantuan Rp15 juta,” jelasnya. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button