Politik dan Sosial Budaya

Bukan Sensasi atau Pencitraan, “Balian Pertanian” Guyur Krama Subak Bantuan 25 Ton Benih Padi Inbrida


Tabanan, PancarPOS | Jelang musim tanam juga menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Selain sempat menggelontor berbagai bantuan termasuk subsidi pupuk, kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, kembali mengguyur bantuan 25 ton benih padi untuk krama subak se-Kecamatan Selemadeg Timur. Seluruh bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, bersama Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan I Made Muskadana, beserta Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, Ir. I Nyoman Budana, MM, dan Camat Selemadeg Timur, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, disaksikan Koordinator PPL dan para Pekaseh se-Kecamatan Selemadeg Timur di Bale Subak Aseman, Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, Minggu (14/11/2021). Bantuan 25 ton benih padi Inbrida varietas Inpari 32 ini, bertepatan saat musim tanam bulan Oktober 2021 hingga Maret 2022 untuk lahan seluas 1.000 hektar yang dibagi untuk 19 kelompok tani dan subak di Kecamatan Selemadeg Timur.

1bl#bn-10/11/2021

Usai menerima bantuan, Pekaseh Subak Aseman IV, I Wayan Sukaartama mengungkapkan pembagian bantuan benih padi ini berkat perjuangan Made Urip, sehingga para petani di Selemadeg Timur sangat berbahagia mendapat bantuan tersebut. Ke depan pihaknya berharap bantuan lainnya juga bisa diperjuangkan kembali oleh Made Urip, termasuk meningkatkan jumlah bantuan benih padi ini. Apalagi selama ini, bantuan subak yang difasilitasi sudah banyak diberikan oleh Made Urip, khususnya untuk para petani di Selemadeg Timur. “Seperti bantuan benih padi ini dari Pak Made Urip, dan mari kita bertepuk tangan menyabut panen jagung dari bantuan benih jagung yang diberikan sebelumnya oleh Pak Made Urip sebagai koordinator petani di pusat. Suksma Pak Made atas bantuan selama ini. Karena ini sebagai hubungan timbal balik yang akan kita balas dan perjuangan bersama krama subak nantinya,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian Tabanan Nyoman Budana mengaku selalu bertemu dengan Made Urip, terutama saat menyerahkan bantuan. Seperti bantuan benih padi ini, wajib patut disyukuri, karena meskipun diusulkan secara mendadak, namun berkat perjuangan Made Urip bisa direalisasikan dengan baik bertepatan menjelang musim tanam.

1bl#ik-8/11/2021

Disadari selama ini, meskipun di masa pandemi Covid-19 produktifitas padi di Tabanan tetap berjalan dan produksinya meningkat, karena hanya sektor pertanian yang bisa tumbuh positif. Terbukti untuk tanaman pangan, seperti padi, jagung dan keledai di Selemadeg Timur sebagai andalan di Kabupaten Tabanan, karena jika produksinya menurun, maka predikat Tabanan sebagai Lumbung Pangan Provinsi Bali akan sulit dipertahankan. Karena itu, bantuan ini sangat sulit didapatkan, jika tidak ada uluran tangan dari Made Urip, sehingga harus ditanam dan dirawat dengan baik. Apalagi awalnya di Tabanan hanya mendapat jatah benih sekitar 200 hektar, namun akhirnya diberikan 1.000 hektar. “Jika harga benih sekitar Rp12 ribu perkilo, maka dikalikan 25 ton berapa itu nilainya itu (Rp300 juta, red)? Sangat besar sekali, dan bantuan lainnya juga banyak dibantu Pak Made Urip, seperti traktor, pompa air, termasuk pabrik penyosohan beras dan bantuan lainnya. Karena itu, bantuan ini harus diterima dan rawat serta dipertanggungjawabkan dengan baik. Saya minta jangan ada tandatangan yang mewakili, dan harus sesuai dengan KTP yang menerima. Karena bantuan ini pasti dipantau dan nantinya akan diperiksa untuk dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

1bl#ik-8/11/2021

Di sisi lain, Made Muskadana yang juga Wakil Ketua Bidang Politik dan Komunikasi DPC PDI Perjuangan Tabanan ini, menegaskan Made Urip sebagai senior partai yang selalu berjuang dan menyempatkan diri untuk hadir dan bertatap muka, sekaligus menyerahkan bantuan benih padi unggul ini. Terobosan Made Urip dirasakan sangat luar biasa, khsususnya bagi masyarakat petani sebagai para pejuang perut rakyat. Bahkan sebelumnya juga ada bantuan benih jagung, beserta pupuk, termasuk traktor dan bantuan aspirasi pertanian lainnya. Kerjasama seperti ini ke depan akan selalu mencarikan solusi terkait dengan pertanian, khususnya di Selemadeg Timur sebagai roh Lumbung Pangan Provinsi Bali. “Pak Urip ini Baliannya di pertanian, sehingga saya berharap para petani di Selemadeg Timur selalu bersatu dengan Pemkab Tabanan, khususnya PDI Perjuangan. Karena bantuan Pak Urip ini bukan sebagai sensasi atau pencitraan, namun sebagai bukti nyata untuk memperhatikan para petani, termasuk di Selemadeg Timur,” katanya.

1bl#ik-4/11/2021

Saat berdialog dan tatap muka, Made Urip menyampaikan bantuan bibit padi yang diperjuangkan dari APBN tahun 2021 sekitar Rp300 juta ini, diserahkan untuk krama subak di Selemadeg Timur. Tujuannya guna menjaga kedaulatan pangan di Tabanan, khususnya untuk mempertahankan brand Tabanan sebagai Lumbung Pangannya Bali. Di samping itu, dikatakan akibat pandemi Covid-19 saat ini, menyebabkan sektor pariwisata sudah lesu darah, sehingga tidak lagi ditempatkan sebagai sektor unggulan, karena hanya sektor pertanian yang bisa tumbuh dan sekarang menjadi leading sektor di Bali. Namun Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, mengakui masih banyak kendala yang dihadapi, terutama alih fungsi lahan yang makin tinggi, karena banyak lahan kelas satu sudah berbuah beton, seperti di Desa Gubug dan Bongan. Untuk itulah, diharapkan krama subak di Selemadeg Timur mampu mempertahankan lahan pertanian, khususnya yang diincar oleh investor untuk properti. Apalagi tidak mungkin untuk membuka lahan baru di Bali, karena lahan kualitas satu ini, masih bisa menghasilkan 1 hektar dengan produksi sampai 9 ton. “Kalau di daerah lain tidak bisa seperti itu, karena lahannya masih asam. Apalagi petani di Bali sangat ulet dan lahannya semua tertata rapi, sehingga pertanian menjadi kultur dan budaya, karena selalu mempertahankan kelestarian subak baik, subak abian maupun subak basah,” jelas politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu.

1bl#ik-7/11/2021

Selain itu juga ada kendala lainnya, seperti infrastruktur pertanian belum tertata rapi, baik jalan usaha tani, maupun jaringan irigasinya, sehingga bantuan jalan usaha tani dan jaringan irigasi ini akan terus diperjuangkan ke depan. Demikian juga kondisi penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang jumlahnya masih banyak kekurangan, karena hampir semuanya pensiun. Apalagi selama ini tidak ada lagi pengangkatan PPL, padahal idealnya satu desa dengan satu PPL. Ganjalan lain, selain banyak petani gurem, juga regenerasi petani juga tidak berjalan dengan baik, karena anak muda milenial tidak banyak yang tertarik terjun di dunia pertanian. “Namun sekarang sudah mulai ada generasi muda yang mau bertani, seperti Petani Muda Keren. Karena itu, bantuan benih ini agar digunakan dengan baik, dan saya akan terus mengawal dan mendorong sektor pertanian melalui akses bantuan di tingkat pusat, meskipun anggaran masih direfocusing untuk penanganan pandemi Covid-19,” pungkas M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close