Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Ajak UMKM di Tabanan Naik Kelas

Roadshow Buka Bimtek Mutu dan Nilai Tambah Produk Perikanan


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., melakukan roadshow kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kabupaten Tabanan. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, membuka Bimtek Sosialisasi Mutu dan Nilai Tambah Produk Perikanan di Warung CS Bedha Resort, Desa Sudimara, Tabanan, pada Kamis, 14 Maret 2024. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, mengawali agenda Bimtek untuk putaran pertama dengan bekerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang didampingi oleh Caleg DPRD Provinsi Bali newcomer terpilih di Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari, SE., alias M-U.

1bl#ik-016.1/3/.2024

Kegiatan Bimtek ini, diikuti dengan sangat antusias dan bersemangat oleh seluruh peserta yang sebagian besar dari para pelaku usaha pengolahan produk perikanan di Tabanan. Salah satu peserta Bimtek dari Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Anak Agung Alit Megawati mengaku sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih, khususnya ditujukan kepada Made Urip yang telah memberikan Bimtek untuk meningkat mutu dan nilai tambah produk perikanan. Ia berharap melalui kegiatan ini, bisa memperbaiki mutu dan nilai tambah produk perikanan yang dikembangkan. “Selain itu, dari sisi pemasaran juga sangat penting dirasakan untuk memajukan usaha kami,” ujarnya.

Kehadiran M-U yang langsung disambut oleh Ditjen Penguatan Daya Saing Produk KKP diwakili Gilang Septarina, beserta Kadis Perikanan Tabanan, Drs. I Gusti Ngurah Agung Suryana yang mengakui Bimtek yang diinisiasi dan diperjuangkan Made Urip ini, sudah sering dilaksanakan, dan sudah berulang kali digelar di Tabanan. Kegiatan ini, memang sangat dirasakan bermanfaat untuk menambah keterampilan serta pengetahuan, khususnya mengenai mutu dan nilai tambah produk perikanan, sehingga diharapkan ke depan Bimtek yang digenjot Made Urip bisa terus berlanjut. “Kita harap kegiatan Pak Made Urip bisa dipercepat untuk membantu masyarakat Tabanan. Jadi kegiatan Bimtek ini, menjadi suatu kehormatan bagi kami,” bebernya.

1th#ik-014.25/2/2024

Di sisi lain, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk KKP diwakili Gilang Septarina, selaku Ketua Tim Kerja Pengembangan Diversifikasi dan Nilai Tambah Produk Perikanan menegaskan agenda Bimtek yang digelar bersama Made Urip ini, sebagai program rutin tahunan dari KKP yang bersinergi dengan Komisi IV DPR RI. Kegiatan Bimtek bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Tabanan, agar bisa naik kelas, baik dari mutu maupun nilai tambah produk perikanan. Selain itu, diharapkan bisa membuat olahan ikan yang berkualitas tinggi, supaya bisa dipasarkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. “Mutu produknya harus berkualitas, agar bisa membuat masyarakat yang mengkonsumsinya lebih sehat,” paparnya.

Di sela-sela membuka agenda Bimtek, Made Urip yang sudah 5 periode menjabat sebagai Anggota DPR RI yang sebelumnya terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, juga mengajak para pelaku UMKM di Tabanan, agar bisa naik kelas. M-U menujukan simbul Tri Datu atau tiga warna di Tabanan, yakni Merah, Putih dan Hitam yang menunjukan semangat bersama untuk mengikuti agenda Bimtek yang terselenggara sebagai hasil kerja sama antara Komisi IV DPR RI dengan KKP. Apalagi Made Urip yang ditugaskan sejak tahun 1999 atau 5 periode selalu duduk sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang khusus mengurus tentang pangan atau urusan perut rakyat. “Kalau dulu Komisi III mitra KKP, tapi kalau sekarang sudah Komisi IV,” beber M-U, seraya mengatakan terutama sektor perikanan juga harus diperkuat, karena bagian dari pangan yang sangat dibutuhkan untuk meningkat gizi dan kesehatan masyarakat.

1th#ik-072.21/8/2023

Dikatakan M-U, ketahanan pangan harus menjadi perhatian serius bersama, baik pemerintah, maupun masyarakat, karena menjadi kebutuhan primer yang dikonsumsi di seluruh di dunia. Apalagi dengan populasi jumlah penduduk yang hampir 280 juta jiwa harus dijaga kebutuhan pangannya. Padahal disadari saat ini, sedang menghadapi ancaman krisis pangan di seluruh dunia, karena produksinya yang terus mengalami penurunan, terutama Pajale atau padi, jagung dan kedelai akibat terjadinya perubahan iklim, dan badai El Nino. “Ibu-ibu sudah mulai mengeluh. Harga beras naik secara signifikan, karena produksi gabah kita mengalami penurunan,” terangnya. Di samping itu, pemerintah tidak bisa seenaknya melakukan importasi, karena negara lain juga mengamankan kebutuhan pangan di dalam negeri untuk kebutuhan domestiknya, termasuk di sektor perikanan dan kelautan.

Karena itulah, harus dilakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan negara, salah satunya dengan mengikuti agenda Bimtek seperti ini, dengan serius dari awal hingga berakhir. “Jadi tolong ikuti Bimtek dengan baik, agar bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita untuk menjaga ketahanan pangan,” pungkas M-U. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button