Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Genjot Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Bagikan Sembako, Uang Saku dan Ransel di Desa Bengkel


Denpasar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggenjot Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang kali ini digelar di Banjar Telengis, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (8/4/2021) sore. Uniknya, usai sosialisasi, Anggota MPR RI yang akrab dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini, juga sempat membagikan bantuan sembako dan beras masing-masing 5 Kg, uang saku berupa dana transport dan tas ransel sekolah kepada seluruh peserta sebagai tali kasih menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini kembali mendatangkan dua narasumber, I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika yang dihadiri Anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan Ni Luh Wayan Dewi Marheni, Perbekel Desa Bengkel, I Nyoman Wahya Biantara, S.Kom, kelian serta para tokoh masyarakat bersama ibu PKK dan pengurus STT dari tiga banjar se-Desa Bengkel, yakni STT Genta Banjar Bengkel Gede, STT Gemuh Banjar Bengkel Telengis, Bina Remaja Banjar Bengkel Buduk.

1bl-bn#7/1/2020

Generasi muda dari STT Genta, Ni Putu Wina Sugiartini bersama pengurus STT Bina Remaja, Ni Komang Kusuma Sari mengakui sosialisasi ini sangat penting dipahami dan diamalkan oleh generasi muda sejak dini. Apalagi sosialisasi tersebut mendatangkan langsung sosok Made Urip yang dikenal sangat dekat dengan kaum milenial. “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dari Pak Made Urip sangat bagus sekali, karena kami bisa sejak dini bisa memahami isi penting dari 4 Pilar Kebangsaan yang diberikan oleh Pak Made Urip,” bebernya seraya mengakui Made Urip sangat rajin turun membantu dan mensupport kaum milenial sampai ke pelosok desa sehingga berharap bisa terus berlanjut untuk memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan bagi generasi muda. Sementara itu, Dewi Marheni sebagai petugas partai yang mewakali masyarakat Desa Bengkel mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah memberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, termasuk membagi Sembako dan bantuan lainnya bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda.

Selain itu ditegaskan, pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai ilmu yang tidak mudah didapat, karena tidak banyak yang bisa memaparkan secara detail seperti Made Urip bersama narasumber lainnya. “Kita juga mengucapkan terimasih kepada masyarakat dan generasi muda yang telah hadir mengikuti sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diberikan langsung oleh Pak Made Urip. Harapan kami ke depan adik-adik milenial sebagai penerus bangsa ini, bisa lebih memahami dan mampu mengamalkan nilai-nilai dari 4 Pilar Kebangsaaan,” imbuh Srikandi PDI Perjuangan berparas ayu tersebut, sekaligus menjelaskan karena situasi pandemi Covid-19 warga yang hadir sebagai peserta sangat dibatasi dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat mewajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Apalagi didatangi langsung Made Urip sebagai tokoh di Tabanan yang lima kali duduk sebagai Anggota DPR RI menggaungkan kembali pemaparan 4 Pilar Kebangsaan.

1th-ksm#5/2/2021

Di sisi lain, Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu, meminta Prokes harus diterapkan dengan ketat untuk menghadapi pandemi Covid-19, karena dampaknya sudah sangat dirasakan. Namun pergerakan ekonomi sudah mulai bangkit di Bali, karena selama ini dampak di sektor pariwisata sangat luar biasa. “Mudah-mudahan Juli suduh membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara,” harap Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, sembari menjelaskan terkait 4 Pilar Kebangsaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga perlu diperdalam, apalagi sudah menjadi salah satu materi untuk bisa lolos sebagai PNS (ASN). “Jadi 4 Pilar Kebangsaan ini sangat penting khususnya bagi generasi muda wajib memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sudah bagikan tas ransel di dalamnya ada buku terkait 4 Pilar Kebangsaaan. Kalau ada waktu mohon dibaca-baca,” pinta M-U sapaan akrab Made Urip.

Dipertegas kembali generasi muda sebagai penerus bangsa harus pertahankan nasionalisme ini dan Pancasila harus harga mati. “Bayangkan Soekarno itu sampai dibuang untuk menggali Pancasila ini sampai 1 Juni 1945 lahirnya Pancasila dengan 5 mutiara sebagai butir-butir Pancasila yang kita warisi sampai saat ini. Sekarang kita tinggal hanya mengimplementasikannya saja,” tandasnya membeberkan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, digagas oleh Taufik Kiemas saat menjadi Ketua MPR RI, karena melihat kondisi bangsa yang mengalami rongrongan dari dalam, sehingga persoalan kebangsaan ini harus dijawab dan segera diatasi sehingga wawasan kebangsaan dan bernegara kembali kuat. “Bagaimana kita mempertahan bangsa dan negara sekaligus menjaga kerukunan semua umat beragama dari Sabang sampai Merauke? Persoalan ini bisa dijawab dengan 4 Pilar Kebangsaan ini, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” sebut politisi asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini.

1bl#ik-5/3/2021

Di samping itu, dikatakan segmen yang paling disasar adalah anak-anak muda, seperti di Bali bernama STT (sekehe teruna dan teruni) sebagai elemen generasi penerus bangsa yang perlu memahami dan mempraktek langsung nilai-nilai kebangsaan ini. “Adat, budaya, suku dan agama ini yang mengikat kita dalam proses kehidupan berbangsa dan negara. Jadi meskipun kita di desa, khususnya generasi milenial harus paham betul soal tersebut. Salah satunya melalui pemahanan 4 Pilar Kebangsaan yang diberikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Makanya kita harus sosiaslisasikan 4 Pilar Kebangsaan ini ke seluruh tanah air,” tutupnya. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close