Daerah

Transformasi Era Digital, Bank BPD Bali Rangkul UMKM Bangkit di Masa Pandemi


Denpasar, PancarPOS | Pameran Bali Bangkit yang diinisiasi oleh Dekranasda Provinsi Bali memberi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Bali. Tak hanya memberi ruang agar produk yang diproduksi laku terjual, ajang ini juga mengarahkan para pelaku UMKM Bali untuk senantiasa upgrade diri, khususnya terkait strategi bisnis di era transformasi digital. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH.,MH menegaskan pandemi Covid-19 membuat transformasi digital lebih kencang sehingga tak ada pilihan lain bagi pelaku usaha, khususnya UMKM adaptif dengan tuntutan zaman.

1bl#il-10/9/2021

“Kami Bank BPD Bali diajak berkolaborasi tentunya dalam rangka membantu pemerintah untuk memudahkan ekonomi, khususnya memberikan apresiasi kepada UKM dan UMKM agar terus berprestasi serta tentunya berkarya,” ucap Sudharma. Para narasumber yang dihadirkan tandas Sudharma akan memberikan edukasi dan jurus rahasia survive menghadapi persaingan global. Tidak bisa tidak, tegasnya pelaku UKM, UMKM, dan IKM didukung oleh penguatan di sisi sumber daya manusia (SDM) terkait digitalisasi, baik proses bisnis maupun sistem pembayaran.

Sudharma menyadari di masa pandemi dan tuntutan digitalisasi para pengusaha harus melakukan efisiensi usaha. Termasuk strategi pemasaran ala kekinian yang berpangku pada teknologi. “Ke depan, kami akan terus bantu men-support Dekranasda Bali dalam rangka menumbuhkan UKM dan UMKM lokal Bali. Kami di perbankan sesuai arahan Pak Presiden Jokowi berkomitmen memperkuat UMKM,” tegasnya. Terkait digitalisasi, Sudharma menegaskan hanya 14% UMKM yang masuk marketplace. Perlu kita terus dorong apalagi di Bali sudah ada marketplace resmi milik orang Bali, balimall.id. Sudharma mengajak pelaku UMKM menggunakan marketplace tersebut dan Bank BPD Bali siap memfasilitasi sistem pembayaran serta pembiayaan.

1bl#ik-21/8/2021.

“Regulator, khususnya OJK dan Bank Indonesia mengharapkan sampai dengan tahun 2023 diharapkan pembiayaan terhadap UMKM minimal 30 persen. Kami dari Bank BPD Bali sampai dengan Agustus 2021 porsi pembiayaan kami sudah di posisi hampir 43 persen. Tentunya kami tidak akan berhenti sampai di situ karena kita ketahui Bali kuat karena UMKM-nya kreatif. Industri kreatif yang kuat di Bali ke depan akan bisa memasuki pasar nasional dan internasional,” ungkapnya optimis. Dengan sistem pembayaran yang disarankan oleh Bank Indonesia, yakni QRIS dan barcode ungkap Sudharma negara-negara yang diajak kerja sama akan lebih mudah dalam hal transaksi.

Hal inilah yang perlu disiapkan seiring wacana pembukaan border internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Semoga ini menjadi kabar baik bagi kita semua dan ekonomi Bali bisa bangkit kembali,” tegasnya. sur/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close