Politik dan Sosial Budaya

M-U Kembali Buka Bimtek Optimalisasi Lahan, Ajak Wanita Tani Tanam Pekarangan Jangan Sampai “Berbuah Beton”


Denpasar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali melanjutkan secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Provinsi Bali yang digelar di Ruang Pertemuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, Denpasar, Rabu (3/11/2021). Seperti sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup itu, juga sempat melakukan penen bersama sayuran dan buah di Taman Agro Inovasi Kantor BPTP Bali. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, bersama Kepala BPTP Bali Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., beserta jajaran peneliti dan penyuluh serta para ibu PKK dan anggota Kelompok wanita Tani (kWT) binaan dari BPTP Bali mengawali kegiatan Bimtek dengan menanam bersama cabe unggul, dan memetik sayuran hidroponik yang dilanjutkan dengan serah terima secara simbolis satu per satu bantuan benih, berupa cabe, terong, jambu kristal, serta jeruk termasuk alat bercocok tanam.

1bl#ik-21/8/2021.

Kegiatan Bimtek di hari kedua ini, akibat di masa pandemi Covid-19, juga dibatasi hanya 50 peserta ibu PKK dan anggota KWT yang kali ini dari Kabupaten Badung, Tabanan dan Klungkung, serta Dharma Wanita BPTP Bali dan warga sekitar Desa Pesanggaran, Denpasar, agar terus melakukan gerakan menanam bibit buah dan sayuran dengan memanfaatkan lahan pekarangan masing-masing rumah tangga. Sebagai peserta Bimtek Sekretaris Pokja III Kelurahan Seminyak, Badung, Putu Ari Novianthi mengungkapkan sangat berterimakasih kepada Made Urip bersama BPTP Bali, karena telah memberikan Bimtek yang sejak lama dibutuhkan ibu-ibu PKK untuk mengolah lahan pekarangan di rumah masing-masing. Bimtek ini dirasakan juga sangat bermanfaat, sehingga ilmu dan wawasan yang diberikan nanti akan disebarkan untuk wanita tani lainnya, agar bisa mengotimalkan lahan pekarangan di rumahnya. “Kami Bisa menabung apa yang akan di taman di rumah sendiri,” katanya.

1bl#ik-21/7/2021

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPTP Bali Made Rai Yasa menegaskan hanya Made Urip yang sangat serius mengurus pertanian di Bali, sehingga berkat perjuangannya bisa kembali menggelar kegiatan Bimtek ini. Selama ini, dikatakan Anggota DPR RI lima periode terpilih 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, dikenal sebagai Bapak Sejuta Traktor ataupun Bapak Sejuta Sapi, namun sekarang juga tetap berpikir untuk memberikan pelatihan pertanian, termasuk bantuan bibit dan alat bercocok tanam. Karena disadari saat ini akan semakin sulit memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat Bali dengan jumlah penduduk yang terus meningkat. Ditambah lagi kedatangan wisatawan asing dan domestik ke Bali yang juga memerlukan pangan, sehingga beberapa kali komoditas pangan harganya sempat melonjak tajam, seperti cabe yang bisa menembus Rp100 ribu lebih per kg. “Pak Made Urip sudah memberikan oleh-oleh berupa bibit, pupuk kompos dan polybagnya untuk optimalisasi lahan pertanian dengan berjuang mati-matian di Jakarta. Makanya bibit ini harus benar-benar di tanaman dengan baik di pekarangan meskipun lahan sempit,” tegas birokrat kelahiran Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung ini.

1bl-bn#5/1/2020

Di sisi lain, Made Urip mengakui kegiatan Bimtek ini berasal dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diperjuangkan tahun 2021 untuk penanganan dampak pandemi Covid-19. Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, berharap melalui Bimtek ini bisa menambah wawasan dan cakrawala baru di dunia pertanian, terutama untuk mengolah dan memanfaatkan pekarangan, meskipun di lahan sempit bisa menjadi ruang bercocok tanam yang ideal seperti di perkotaan. Karena sangat penting mengantisipasi pangan, seperti harga cabe yang disebutkan pernah melambung tinggi mendapat keluhan para ibu rumah tangga. “Untuk itu, ibu PKK sekarang harus mau menanam di pekarangan, karena sudah dikasi bibit, termasuk pupuk dan polybag dari BPTB Bali. Saya sudah coba itu, dan setiap hari bisa memetik cabe di rumah. Jadi betapa besar manfaatnya pekarangan, dan inilah tujuannya Bimtek,” tandas politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan tersebut, seraya menegaskan pemerintah telah mendorong untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan, karena sudah terancam akibat terjadinya alih fungsi besar-besaran. Dikhawatirkan suatu saat nanti, negara akan menghadapi kondisi pangan yang tidak lagi surplus, karena lahan produktif akan berubah menjadi lahan “berbuah beton”.

1bl#ik-5/3/2021

Apalagi menyadari jumlah penduduk dunia juga akan terus bertambah, sehingga badan pangan dunia atau FAO sudah memberikan warning atau peringatan, karena akan terjadi krisis pangan dunia akibat terjadinya perubahan iklim. Karena itu, M-U bersama BPTP Bali akan terus melakukan gerakan menanam, termasuk di lahan pekarangan rumah tangga. Selain itu, juga ada bantuan P2L senilai Rp50 juta untuk membuat bibit dan rumah bibitnya, seperti sayuran dan buah-buahan hortikultura, sehingga paling tidak untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga. “Saya berharap setelah Bimtek ini, bisa melakukan hal yang konkrit di lapangan. Dan saya akan membantu KWT dengan Rp50 juta dari program P2L untuk memperkuat ketahanan pangan kita. Minimal ketahanan pangan keluarga di masa pandemi Covid-19 ini,” papar M-U, seraya menambahkan akibat pandemi Covid-19 sudah meruntuhkan ekomoni Bali, terutama sektor pariwisata yang makin lesu darah. Maka itu, pembangunan Bali saat ini dirancang tidak bisa hanya bergantung di sektor pariwisata saja, karena resistensinya sangat tunggi, sehingga Gubernur Bali, Wayan Koster sudah mendesain ulang sektor pariwisata dengan menempatkan sektor pertanian sebagai leading sektor di Bali. Karena itulah, pemanfaatan pekarangan ini, juga sebagai program unggulan ke depan, sehingga dirancang Bimtek bersama BPTP dan Komisi IV DPR RI untuk bisa diikuti oleh peserta dari daerah masing-masing. “Mudah-mudahan pelan-pelan ekonomi Bali segera pulih dan sektor pariwisata segera bangkit ke depan. Makanya usahakan bibit yang diberikan ditanam dengan baik untuk menjaga ketahanan pangan keluarga kita,” tutup M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close