Komitmen Gubernur Koster Sangat Kuat Lestarikan Budaya dan Warisan Leluhur
Hadiri Bakti Caru Resi Gana dan Pemelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur

Bangli, PancarPOS | Komitmen Gubernur Bali dalam menjaga marwah adat, tradisi, dan warisan leluhur kembali ditegaskan. Wayan Koster hadir langsung dalam prosesi Bakti Caru Resi Gana dan Pemelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Desa Pakraman Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (3/3), bertepatan dengan Hari Purnama Kesanga.
Upacara suci yang dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Putra Ida Pandita Mpu Nabe Tri Dhaksa Natha itu berlangsung khidmat. Gubernur Koster tampak larut dalam suasana spiritual, bersembahyang bersama ratusan pengempon dan penyungsung pura yang memadati areal jeroan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur bahkan didaulat mengikuti prosesi mendem pedagingan sebagai bagian penting dari rangkaian pemelaspas Bale Pemaruman. Prosesi ini menjadi simbol penyucian dan penguatan spiritual bangunan suci sebelum difungsikan secara penuh dalam aktivitas keagamaan.
Kehadiran orang nomor satu di Bali itu bukan sekadar seremoni. Ia menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pemugaran dan renovasi pura sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya dan sejarah Bali.
Jero Penyarikan Alit Pura Alas Arum Batur menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan Pemprov Bali. Ia mengungkapkan, pada tahun 2024, pura tersebut menerima bantuan hibah sebesar Rp1 miliar untuk renovasi dan pembangunan Bale Pemaruman.
“Bantuan ini menjadi bukti bakti dan gotong royong umat dalam menjaga kelestarian pura,” ujarnya di hadapan krama dan undangan yang hadir.
Menurutnya, dukungan pemerintah bukan hanya membantu secara fisik pembangunan, tetapi juga memberi semangat moral kepada krama desa untuk terus menjaga kesucian pura sebagai pusat spiritual dan identitas budaya.
Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Koster menegaskan bahwa pelestarian adat, seni, dan tradisi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi pembangunan Bali. Menjaga kesucian pura dan keindahan tempat ibadah merupakan bagian integral dari visi pembangunan Bali berbasis budaya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, serta Danrem 163/Wira Satya Ida I Dewa Agung Hadi Saputra. Kehadiran para pemimpin daerah dan unsur TNI menambah khidmat dan kekuatan simbolis kebersamaan dalam menjaga Bali.
Secara geografis, Pura Alas Arum Batur terletak di Desa Pakraman Batur, Kintamani, berdekatan dengan Pura Ulun Danu Batur, tepatnya di sisi timur (luan), berdampingan dengan Pura Pande Batur dan Pelinggih Ida Ratu Mbah Api. Posisi ini menjadikan pura tersebut memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat penting dalam struktur kahyangan di kawasan Batur.
Piodalan di pura ini jatuh setiap Panglong Ping Kalih Purnama Kesanga atau dua hari setelah Purnama Kesanga, menjadikannya momentum sakral yang selalu dinantikan krama pengempon.
Rangkaian karya tahun ini telah dimulai sejak 21 Februari 2026 dan akan berakhir pada 10 Maret 2026 dengan prosesi Pengayar, Pertanian, dan Mesineb Karya. Sepanjang rangkaian upacara, partisipasi krama desa terlihat sangat aktif, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang menjadi ruh masyarakat Bali.
Kehadiran Gubernur Koster di tengah-tengah krama pada momentum suci ini menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga roh dan jati diri Bali itu sendiri. mas/ama/*














